Gelandang Arema FC Bermain Karena Terinspirasi Captain Tsubasa

Gelandang Arema FC Bermain Karena Terinspirasi Captain Tsubasa

Ligaindonesia.asia – Pemain yang bernama Takafumi Akahoshi mengungkapkan bahwa salah satu inspirasinya untuk terjun sebagai pesepak bola profesional. Gelandang anyar Arema FC tersebut mengaku, salah satu inspirasinya berasal dari Captain Tsubasa.

“Ketika saya masih belia, saya selalu menonton anime Captain Tsubasa,” ucap Aka, sapaan karib Akahoshi. “Tentu serial ini menjadi salah satu inspirasi dan motivasi saya untuk bermain sepak bola,” sambungnya.

Captain Tsubasa sendiri merupakan cerita fiksi tentang Tsubasa Ozora, seorang anak yang meraih mimpinya sebagai pesepak bola. Kisah ini ditulis oleh Yoichi Takahashi, setelah terinspirasi dari Piala Dunia 1978 di Argentina.

Kisah ini terbit pertama kali dalam bentuk manga (komik) pada 1981. Kemudian, kisah perjuangan Tsubasa dan kawan-kawan dijadikan seri anime mulai 1983.

Populernya seri Captain Tsubasa ini membawa pengaruh besar bagi anak-anak Jepang. Banyak di antara anak-anak Jepang yang tertarik untuk meneladan Tsubasa untuk menjadi pesepak bola profesional.

Di antara ratusan ribu anak-anak Jepang ini terselip sejumlah nama yang akhirnya menjadi pemain tenar, seperti: Hidetoshi Nakata, Yoshikatsu Kawaguchi, dan sejumlah pemain lain. Selain itu, serial ini juga menginspirasi sejumlah bintang sepak bola dunia, seperti: Lionel Messi, Andres Iniesta, Cristiano Ronaldo, Fernando Torres, Zinedine Zidane, dan lain-lain.

Baca Juga : Bagi Madura United Bulan Agustus Merupakan Bulan Kelabu

Tidur Memeluk Bola

Aka mengaku masih ingat dengan salah satu episode awal Captain Tsubasa, yang menceritakan kecelakaan yang dialami Tsubasa ketika masih bayi. Waktu itu, Tsubasa -yang ditabrak oleh sebuah truk- diselamatkan oleh sebuah bola sepak.

“Jadi, ketika saya masih muda, saya selalu memeluk bola sepak saya,” tutur Aka.

“Saya bahkan memeluk bola sepak saya ketika tidur. Saya benar-benar menirunya,” sambung pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut.

Juga Suka Anime Lain

Selain Captain Tsubasa, ada sejumlah anime lain yang disukai oleh Aka. Salah satunya adalah petualangan Luffy D Monkey dan kawan-kawan dalam serial One Piece.

“Saya sangat mencintai One Piece,” tuturnya.

“Saya tak tahu alasannya. Saya hanya suka saja dengan serial ini. Mungkin karena kisahnya sangat menarik. Saya juga suka Naruto. Namun, saat ini sepertinya kisahnya sudah tak berlanjut,” Aka menandaskan.

Bagi Madura United Bulan Agustus Merupakan Bulan Kelabu

Bagi Madura United Bulan Agustus Merupakan Bulan Kelabu

Ligaindonesia.asia – Tim Madura United menutup bulan Agustus dengan cerita yang penuh kelabu. Laskar Sape Kerap gagal meraih kemenangan atas Semen Padang dalam laga tunda pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Rabu malam (28/8/2019). Madura United diimbangi sang juru kunci klasemen dengan skor 1-1.

Hasil itu makin membuat mereka kesulitan bersaing di papan atas. Sebelumnya, mereka malah hanya menang sekali dalam lima laga beruntun. Selama bulan Agustus, mereka bertanding sebanyak enam kali dengan torehan satu menang, empat seri, dan satu kalah.

Hasil buruk itu menjadi tanda tanya untuk tim yang berisikan pemain yang berkualitas. Apalagi, empat dari enam laga itu digelar di kandang sendiri.

Pelatih interim Madura United, Rasiman, mengakui tim asuhannya telah melewati momen sulit selama Agustus.

“Memang ini sangat sulit bagi kami, berat untuk melalui bulan Agustus. Kami hanya bisa menang sekali, padahal memiliki enam pertandingan. Berbeda dengan pertandingan sebelum-sebelumnya,” kata Rasiman.

Bulan Agustus telah menjadi saksi keterpurukan Madura United di Liga 1 2019. Hasil buruk itu pula yang membuat pelatih Dejan Antonic mundur pada 23 Agustus. Dia merasa bertanggung jawab dengan rentetan hasil kurang memuaskan sebelum menang 3-0 atas PSIS Semarang (24/8/2019).

Dalam enam pertandingan, Madura United mencetak sembilan gol dan kebobolan tujuh. Tetapi, permainan mereka menurun drastis dibandingkan saat pramusim dan beberapa pekan awal Liga 1 2019.

Baca Juga : Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Harapan di Bulan September

Hal itu terjadi seiring sempat absennya delapan pemain sekaligus saat melawat ke markas Persebaya pada 10 Agustus. Dalam laga bertajuk Derbi Suramadu itu, tujuh pemain di antaranya mengalami cedera.

Sampai pertengahan Agustus, empat pemain mereka harus absen karen membela Timnas Indonesia, seperti Greg Nwokolo, Andik Vermansah, Alberto Goncalves, dan Andik Vermansah.

Madura United akan kembali diuji saat melakoni pertandingan pada Bulan September. Laskar Sape Kerrab dijadwalkan menjamu Kalteng Putra pada Minggu (1/9/2019). Setelah itu, kompetisi akan libur sekitar dua pekan sebelum putaran kedua berlangsung mulai pertengahan September.

“Semoga saja, harapan kami, bisa mendapatkan hasil bagus di awal bulan depan dan bisa menjadi motivasi selama beberapa pertandingan di bulan September nanti,” ujar Rasiman.

Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Ligaindonesia.asia – Tim Persebaya Surabaya telah memutuskan untuk memecat Djajang Nurjaman beberapa waktu lalu. Asisten pelatih Bejo Sugiantoro pun dituding menjadi dalang pemecatan Djadjang Nurdjaman dari posisi pelatih kepala.

Kabar itu sudah beredar di jagat dunia media sosial dan menjadi perbincangan Bonek, suporter Persebaya. Sampai sekarang, beberapa Bonek masih mengirim komentar negatif dan meminta Bejo sekaligus pelatih kiper Miftahul Hadi mundur dari jabatannya.

Bejo kini masih menjabat sebagai pelatih interim selepas kepergian Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman. Dia pun membantah rumor tersebut.

“Ada sebagian admin sosmed yang salah mengartikan. Saya tidak mau, nanti polemik. Saya selama ini hanya membantu sebagai caretaker setelah coach Djanur keluar. Saya tidak ada obsesi lain. Saya sempat dicurigai menusuk si A atau si B,” ujar Bejo.

Pelatih berusia 42 tahun itu pun menegaskan dirinya hanya akan menjadi pelatih interim sampai kedatangan Alfred Riedl, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala. Dalam waktu dekat bahkan ada asisten pelatih baru, yakni Wolfgang Pikal.

Sempat pula beredar kabar bahwa perubahan pada komposisi pemain tim Persebaya diinisiasi Bejo, termasuk keluarnya Amido Balde. Bejo mengaku sudah pasrah dengan tugasnya yang hanya menjadi pelatih sementara pada saat itu.

Baca Juga : Rintangan Berat Tira Persikabo Hadapi Borneo FC

Bukan Penentu Kebijakan

Dia menegaskan keputusan untuk mendatangkan dan melepas pemain tetap pada Alfred Riedl, yang sampai hari ini belum dikabarkan menandatangani kontrak bersama Persebaya.

“Ada yang bilang, ‘Riedl tidak ada, nanti akan sesuai arahan dari Bejo’. Jangan lah. Saya tidak akan mencampuri urusan siapa yang keluar di tim ini,” ungkap Bejo.

“Nanti bisa ditanyakan ke Wolfgang Pikal, komunikasi dengan coach Riedl seperti apa. Saya akan kembali pada tugas sebagai asisten pelatih, membantu, bukan penentu kebijakan,” imbuh pelatih kelahiran Sidoarjo tersebut.

Di sisi lain, Persebaya sudah mulai melakukan perubahan komposisi pemain seiring berlangsungnya bursa trasfer. Terbaru, mereka mendatangkan gelandang asal Australia, Aryn Williams, dan melepas striker asal Guinea-Bissau, Amido Balde.

Rintangan Berat Tira Persikabo Hadapi Borneo FC

Rintangan Berat Tira Persikabo Hadapi Borneo FC

Ligaindonesia.asia – Bagi pemain Tira Persikabo, laga untuk menghadapi Borneo FC nanti akan menjadi sebuah tantangan yang berat. Pasalnya, Borneo FC memiliki kekuatan yang merata. Mereka juga sempat melalui sepuluh laga tanpa tersentuh kekalahan satu kali pun.

Tira Persikabo akan menjamu Borneo FC pada pekan ke-17 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/9/2019) malam nanti. Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan (RD), menyebut timnya akan melakoni laga berat kontra Borneo FC. Menurut RD, Borneo FC mempunyai kekuatan pemain yang merata. Mereka juga mempunyai catatan bagus 10 kali pertandingan tak terkalahkan sebelum dipatahkan Bali United, Rabu (28/8/2019).

RD memperingatkan anak asuhnya tampil disiplin sepanjang pertandingan karena Borneo FC dinilainya sebagai tim kuat.

Tidak Mudah

“Melawan Borneo FC menurut saya adalah pertandingan yang tidak mudah. Borneo FC dalam 10 pertandingan baru kalah satu kali dari Bali United dengan skor 2-1. Itu pun Bali United bermain dengan baik dan Borneo mengimbanginya dengan permainan yang penuh motivasi dan sangat kompak,” kata Rahmad Darmawan, pada sesi konferensi pers, di Bogor, Sabtu (31/08/2019).

Baca Juga : Kapten PSM Tak Mau Remehkan Persela

“Jadi kami butuh bermain baik, kompak dan tidak kalah motivasi. Secara keseluruhan kami sudah membuat skema dalam menghadapi Borneo, tentu dengan mempertimbangkan kelebihan yang mereka punya dan pemain untuk pertandingan besok sudah siap,” imbuh pelatih Tira Persikabo berusia 52 tahun tersebut.

Wajib Waspada

Rahmad Darmawan mengatakan ada beberapa pemain Borneo FC yang perlu diwaspadai oleh Tira Persikabo. Menurutnya Renan Silva harus mendapatkan perhatian khusus, serta beberapa pemain lokal seperti Lerby Eliandry dan Terrens Puhiri.

“Renan Silva akan dapat perhatian ekstra. Tapi, bukan hanya Renan ada Terens Puhiri yang kembali lagi, lalu kemudian Umanairo. Belum lagi dia punya fullback yang muda dan kreatif dan gelandang yang baik, disamping Renan Silva tadi,” ujar RD.

Itulah beberapa informasi atau berita mengenai tim tira persikabo yang akan menghadapi Borneo FC nanti, pertandingan ini tentunya akan menjadi pertandingan yang sangat menarik dilihat dari Borneo FC yang hanya mengalami kekalahan satu kali di dalam 10 pertandingan terakhirnya.