Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia Dan Sport Science

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia U-19 fokus menjalani pemusatan latihan di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand. Memasuki hari ketiga, Kamis (23/1/2020), tim pelatih memanfaatkan teknologi sport science berupa alat GPS Sport Vest di dada setiap pemain.”Dalam pemusatan latihan ini kami menerapkan program untuk meningkatkan daya tahan fisik pemain, seperti yang saya katakan di awal saya menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia, saya akan fokus di situ. Saya juga mendatangkan tim fisik dari Korea Selatan,” ujar manajer pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong dinukil dari laman PSSI”Kami juga mengadakan tes fisik untuk pemain. Hasilnya memuaskan. Akan terus ditingkatkan sepanjang pemusatan latihan di sini. Penggunaan GPS untuk tes fisik juga digunakan,” tutur Shin Tae-yong.

Penggunaan alat GPS Sport Vest itu merupakan hasil kerja sama Australian Institute of Sport (AIS) dan Cooperative Research Centres (CRC). Awalnya, teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan performa atlet Australia.GPS Sport Vest pertama kali diperkenalkan di Melboune, Australia pada 2006. Alat ini berbentuk kotak yang diletakkan pada bagian belakang GPS Sport Vest.Alat ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan pemain, jarak tempuh berlari, dan kecepatan. Data-data tersebut nantinya dikirim ke aplikasi yang terhubung di smartphone.Di bawah kendali Shin Tae-yong, Timnas Indonesia U-19 akan mengoptimalkan teknologi yang berkembang di sepak bola, untuk menunjang latihan.

Baca Juga :Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Penggunaan GPS Sport Vest
GPS Sport Vest berguna untuk mengukur kemampuan seorang pemain dalam mengikuti sesi latihan. Alat ini bisa meningkatkan performa seorang pemain, meminimalkan cedera, dan mendukung proses pemulihan cedera.Biasanya, dalam satu tim tak semua pemain menggunakan alat tersebut. Namun, karena ini pemusatan latihan pertama untuk semua pemain hasil seleksi, maka tim pelatih Timnas Indonesia U-19 memasangnya di semua pemain.Staf pelatih juga memiliki tenaga yang lengkap, mulai pelatih fisik, dokter, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan bagian peneliti.Tujuannya adalah secara bersama mewujudkan program latihan, atau sebuah materi, untuk membentuk skuat yang fit, bugar, dan bebas cedera dalam menghadapi pertandingan.Selain penjelasan di atas, latihan lain juga diberikan oleh Shin Tae-yong beserta jajaran pelatih lainnya. Latihan dasar, seperti passing dan juga latihan bebas selama kurang lebih 10 menit.

 

Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

Madura United menyayangkan hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Greg Nwokolo. Kapten Madura United itu mendapat hukuman larangan bertanding sebanyak empat laga.

Hukuman itu merupakan hasil sidang Komdis PSSI, Jumat (6/12/2019), yang dirilis pada 9 Desember 2019.Disebutkan bahwa Greg melakukan pelanggaran dalam pertandingan Madura United kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin (2/12/2019).Dalam laga itu, Greg mendapat kartu merah dari wasit Mustofa Umarella. Penyebabnya, pemain naturalisasi asal Nigeria itu dianggap menanduk kepala wasit dalam laga bertajuk Derbi Suramadu itu.”Saya mendapat dua kesaksian yang berbeda soal insiden itu. Wasit mengatakan ditanduk, sedangkan Greg menyebutkan tertanduk. Itu dua hal berbeda. Seharusnya diklarifikasi dulu,” kata Rasiman, pelatih Madura United, kepada Bola.com, Rabu (11/12/2019).

“Yang saya sayangkan, tidak ada proses sidang yang melibatkan kedua pihak. Tiba-tiba PSSI langsung menjatuhkan hukuman. Mau berapapun jumlah laganya, tetap harus adil dalam membuat putusan seperti ini,” imbuhnya.Akibat sanksi ini, Greg terpaksa mengakhiri musim di Shopee Liga 1 2019 lebih cepat. Sebab, kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini hanya menyisakan tiga pertandingan laga. Greg bahkan harus absen sekali di pekan pertama Liga 1 2020.

Baca Juga : Aryn Williams Grogi Menjelang Pertandingan Besar

Ini merupakan sanksi terberat yang harus didapat Greg, meski tidak ada yang terluka dalam insiden yang dilakukannya. Hukuman kartu merah saja dalam pertandingan ini sudah membuat Madura United kalah 2-3 dari Persebaya.Padahal, Greg merupakan figur pemimpin yang berperan penting untuk Laskar Sape Kerrab. Absennya Greg diprediksi mengganggu upaya Madura United mempertahankan posisi di papan atas.”Greg pilar penting di tim ini. Tentu akan ada sedikit pengaruh saat dia tidak ada di lapangan. Sekarang, kami harus terbiasa bermain tanpa dia,” ucap Rasiman.Selama musim ini, Greg tercatat sudah absen 10 kali dari 31 pertandingan Madura United di Liga 1. Alasannya beragam, mulai mengalami cedera hingga harus membela Timnas Indonesia.

Rafli Dan Firza Absen Sea Games

Rafli Dan Firza Absen Sea Games

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Rafli Dan Firza Absen Sea Games. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Rafli Dan Firza Absen Sea Games.

Muhammad Rafli dan Firza Andika berpotensi absen saat Indonesia berhadapan dengan Vietnam. Keduanya belum pulih total dari cedera pergelangan kaki.

Rafli dan Firza mengalami cedera di pergelangan kaki kiri saat melawan Singapura pada 28 November lalu. Rafli ditarik keluar pada babak pertama dan Firza diganti di babak kedua.Keduanya berlatih terpisah dari tim pada latihan di Rizal Memorial Stadium, Sabtu (30/11/2019) malam, jelang matchday tiga Grup B SEA Games 2019 Filipina. Kaki mereka bahkan masih harus dikompres dengan es batu.

Baca Juga :Persebaya Dapat GBT

“Sama-sama mengalami cedera pergelangan di kaki kiri. Kondisi 70 persen tidak bisa bermain,” kata dokter timnas, Syarif Alwi.
“Besok mereka tidak bisa bermain. Mudah-mudahan dua-tiga hari ke depan mereka pulih. Mungkin lawan Brunei sudah bisa,” sambungnya.

Meski kondisi masih meragukan tampil. Pelatih Indra Syafri menyebut bahwa Rafli dan Firza bakal tetap masuk daftar skuat.

“Secara medis dia sih siap, tapi hari ini memang tidak ikut latihan. Besok 20 pemain ini bakal kami pilih yang terbaik,” Indra menegaskan.

Persebaya Dapat GBT

Persebaya Dapat GBT

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Persebaya Dapat GBT. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Persebaya Dapat GBT.

Persebaya Surabaya mendapatkan lampu hijau untuk kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Itu disampaikan langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

Persebaya terpaksa menggelar dua pertandingan kandang di Liga 1 2019, menjamu PSM Makassar pada 14 November dan Semen Padang pada 28 November di luar Surabaya. Dua laga itu dilangsungkan di Stadion Batakan, Balikpapan.

Tim besutan Aji Santoso itu tak mendapat izin dari kepolisian setelah rusuh suporter di laga dengan PSS Sleman pada 29 Oktober. Selain itu, Stadion GBT harus direnovasi karena sejumlah fasilitas rusak.

Kini, Persebaya berpeluang untuk pulang ke kandang sendiri. Persebaya ditunggu dua laga home setelah bertandang ke markas Madura United, menjamu Bhayangkara FC pada 8 Desember dan Arema FC pada 12 Desember.

Sandi memberikan sinyal untuk mengizinkan laga kandang Persebaya di GBT lagi. Dia sedang meninjau kesiapan venue GBT hingga Persebaya untuk kembali main di GBT.”Nanti kita evaluasi untuk pertandingan berikutnya, mudah-mudahan ada lampu hijau,” kata Sandi ditemui usai penanaman pohon di GBT Surabaya, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga :Bali United Juara Penuh Musim

Sandi juga mengajukan syarat kepada Bonek dan manajemen Persebaya andai surat izin dikeluarkan. Bonek dan manajemen harsu berkomitmen untuk tak mengulangi kerusuhan yang menimbulkan kerugian rusaknya beberapa fasilitas stadion GBT.

“Kita menginginkan bahwa bukan masalah sanksi atau pun tidak boleh bermain di sini. Tetapi yang perlu kita tunjukan adalah perubahan dari masyarakat Surabaya, terutama Bonek-Bonita serta perubahan manajemen Persebaya agar bisa semakin baik lagi dan mempunyai kesadaran tinggi untuk bisa menjaga Kota Surabaya bersama-sama,” Sandi menambahkan.

Merujuk laga yang sudah-sudah, Sandi menyadari laga Persebaya dan Arema berpotensi rusuh lagi. Dia menegaskan tak membedakan izin laga Persebaya dan Bhayangkara atau Persebaya dengan Arema.

“Peluang itu pasti ada, tapi yang jelas kita akan melihat perkembangannya nanti seperti apa,” kata dia.

Sandi mengingatkan pertandingan Persebaya nanti juga menerapkan sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI, yakni digelar tanpa penonton.

Di kesempatan yang sama, Sandi mengimbau masyarakat Surabaya, khususnya Bonek dan Bonita untuk terus berbenah agar sanksi ini tak lagi diberikan pada Persebaya.

“Kita bisa beri izin, asal memastikan bahwa GBT ini bukan hanya miliknya Bonek Bonita ataupun Persebaya saja tapi gbt ini punya masyarakat Surabaya. Kita juga punya tanggungjawab bersama menjaga stadion GBT, terutama jelang Piala Dunia U-20 nanti,” Sandi menambahkan.

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Ligaindonesia.asia – Tiket ke Piala Dunia U-20 2021 telah digengam oleh Indonesia, menyusul keberhasilan dari PSSI memenangkan bidding tuan rumah event tersebut. Tim yang akan mewakili Indonesia nanti kemungkinan besar adalah generasi Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan yang saat ini memperkuat Timnas Indonesia U-19.

Terkait kemungkinan hal itu, pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini buka suara. Siapapun arsiteknya nanti, juru racik asal Aceh ini tetap berharap ada perbaikan dari PSSI, khususnya untuk kompetisi kelompok umur.

“Perbaiki saja kompetisi usia muda kita. Mereka selesai dari Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 ini kembalikan mereka ke klub lagi biar mereka besar di klub, biar mereka besar di kompetisi. Hanya kompetisi saja yang bisa membesarkan pemain itu, tidak ada jalan lain,” ujar Fakhri di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/10).

“Jadi mereka ini harus aktif di kompetisi. Nah mereka kan bermain rata-rata di Elit Pro U-18 dan U-20 ya, tinggal bagaimana PSSI nanti menyusun, mengelola kompetisi itu sehingga bisa melahirkan banyak lagi pemain-pemain, bisa saja seleksi-seleksi berikutnya karena Indonesia ini terlalu luas ya, dari Aceh sampai Papua,” katanya menambahkan.

Baca Juga : Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Semua Pemain Berpeluang Tampil di Piala Dunia U-20
Lanjut Fakhri, peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021 nanti tidak hanya untuk skuatnya. Pemain-pemain lain juga punya kesempatan yang sama mengingat penyelenggaraan event tersebut masih lama.

“Saya yakin mungkin masih ada lagi beberapa pemain-pemain hebat yang belum terpantau oleh kami kemarin. Tapi peluang ini, peluang kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bukan cuma oleh pemain-pemain yang sekarang ini saja, pemain-pemain lain pun masih punya peluang untuk bisa ikut bergabung dengan timnas sepanjang itu memang mereka memenuhi syarat,” tuturnya.

“Kemudian pelatih-pelatih juga. Pelatih-pelatih usia muda juga punya peluang untuk merekomendasikan pemain-pemain terbaik. Tentu rekomendasi yang bisa dipertanggung jawabkanlah,” imbuh Fakhri.

Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Ligaindonesia.asia – Muhammad Rifqi angkat bicara soal kekalahan timnya pada laga lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019. Pemain belakang Semen Padang ini menyebut bahwa timnya kesulitan lepas dari tekanan Arema FC.

“Pertandingan ini sulit bagi kami,” kara Rifqi.

“Sepanjang 90 menit, kami ditekan oleh Arema. Kami gagal mencetak banyak peluang. Kami sempat main bagus sepanjang 75 menit. Namun, kami selalu diserang. Ini membuat kami buruk kala menyerang balik,” sambungnya.

Semen Padang, sebelumnya, harus menelan kekalahan kala menantang Arema pada laga pekan ke-25 Shopee Liga 1 musim 2019. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (28/10), Kabau Sirah -julukan Semen Padang- kalah dengan skor 0-1. Gol semata wayang pada laga, yang juga disiarkan langsung Indosiar, tersebut dicetak Makan Konate melalui titik penalti.

Dengan kekalahan ini, Semen Padang masih belum bergeser dari dasar klasemen. Mereka mengoleksi 22 angka dari 25 laga.

Sementara, kemenangan ini, membawa Arema naik dua peringkat. Saat ini, mereka berada di posisi kelima, dengan raihan 38 poin dari 24 pertandingan. Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga : Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Sempat Optimistis
Sementara itu, Rifqi mengaku timnya sempat mengapungkan optimisme jelang laga kontra Arema. Mereka bahkan optimistis bisa meraih poin penuh pada laga kontra Arema.

“Melawan tim seperti Arema, kami harus menargetkan menang. Jika hanya berharap imbang, kami pasti kalah,” tutur Rifqi.

Namun, hal ini sempat meleset dilakukan para penggawa Semen Padang pada pertandingan. Mereka, menurut eks penggawa Barito Putera ini, sempat bermain terlalu bertahan, dengan menumpuk banyak orang di belakang.

“Padahal, sebelumnya kami nothing to lose,” katanya.

“Kami sebetulnya juga bermain bagus. Namun, masalahnya, kami terlalu banyak diserang,” ia menandaskan.

Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Ligaindonesia.asia – Bali United saat ini kokoh di puncak klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan raihan 51 poin hingga pekan ke-24. Mereka bahkan sudah menempati posisi itu sejak pekan ke-14 atau dalam 11 pekan terakhir. Itu merupakan rekor terlama bagi sebuah tim bisa menduduki puncak klasemen di Liga 1 sejak 2017. Bali United bakal tetap berada di posisi tersebut sampai tiga pekan ke depan sampai pekan ke-27.

Penyebabnya, Madura United yang berada di posisi runner-up baru mengoleksi 41 poin. Selisih keduanya terpaut mencapai 10 poin. Dengan situasi ini, publik mulai meyakini Bali United bakal menggondol titel Liga 1 2019 dengan mudah.

Selain selisih poin yang cukup jauh, Bali United juga masih memiliki dua laga tunda. Mereka baru memainkan 22 pertandingan, berbeda dengan Madura United yang sudah melakoni 24 laga. Hal itu bisa membuat Bali United memperlebar jarak menjadi 16 poin dengan Madura United.

Dengan begitu, Bali United perlu memenangi tujuh dari 12 laga tersisa untuk memastikan gelar juara. Setidaknya, mereka bisa menutup peluang klub lain saat telah melakoni 29 pertandingan dengan catatan memenangi tujuh laga berikutnya.

Peluang Bali United untuk terkejar oleh tim lain memang sangat kecil. Sebab, mereka merupakan tim yang cukup konsisten selama tampil di Liga 1 2019. Bahkan, Serdadu Tridatu mencatat rekor fantantis dengan selalu menang dalam 11 laga kandang.

Meski demikian, bukan tidak mungkin jika Madura United bisa mengejar Bali United yang cukup tangguh. Meski hasil pertandingan naik turun, Laskar Sape Kerap merupakan klub yang berambisi besar menjadi yang terbaik musim ini.

Raihan itu bisa dicapai seandainya Madura United mampu konsisten memenangi laga tersisa sambil berharap Bali United terpeleset atau kalah. Dengan catatan itu, Madura United merupakan penantang serius Bali United untuk meraih gelar juara. Dilansir dari berbagai sumber,  ada beberapa alasan Madura United Jadi Penantang serius Bali United dalam perburuan gelar juara Liga 1 2019. Simak ulasannya berikut ini:

Posisi Runner-Up
Seperti yang dijelaskan, Madura United adalah klub yang memiliki perolehan poin terdekat dengan Bali United. Artinya, klub asal Pulau Garam itu saat ini menjadi klub yang paling berpeluang mendekati sang pemuncak klasemen.

Meski, mereka juga harus hati-hari dengan Borneo FC di peringkat ketiga (40 poin) yang baru melakoni 23 pertandingan. Lalu, Persipura Jayapura pun merangsek ke peringkat keempat (37 poin) dengan menjalani 22 pertandingan.

Kedua tim itu berpotensi menggantikan posisi Madura United jika terpeleset. Namun, tim arahan Rasiman itu tetap menjadi yang teratas untuk menantang Bali United. Langkah itu harus dilewati dengan memenangi dua laga kandang berikutnya saat menjamu Tira Persikabo dan Persipura.

Berisi Pemain Top
Madura United mendapat julukan Los Galacticos Indonesia pada awal musim ini karena mendatangkan sejumlah pemain bintang. Sebut saja Beto Goncalves, Jaimerson Xavier, Andik Vermansah, Zulfiandi, Aleksandar Rakic, Fandry Imbiri, dll.

Para pemain itu tidak bisa dianggap sebelah mata. Selain gaji mereka yang diduga berharga tinggi, nama-nama tersebut memiliki kualitas yang apik dengan pengalaman di kasta tertinggi Indonesia. Seperti Rakic dan Beto misalnya yang merupakan striker ganas dengan gelar top scorer.

Keberadaan mereka bakal sangat memengaruhi performa Madura United untuk menjegal upaya Bali United. Dengan catatan, mereka tetap harus berhasil mengangkat mental dan memenangi laga berikutnya setelah tersungkur di markas PSM Makassar dengan skor 0-1 (24/10/2019).

Baca Juga : Robert Berikan Pembelaan Soal Penalti Ezechiel

Ambisi Kuat Juara
Sejak awal musim, Madura United sudah menargetkan satu trofi dari tiga ajang yang mereka ikuti musim ini. Di antaranya adalah Piala Indonesia 2018, Piala Presiden 2019, dan Liga 1 2019.

Dua trofi turnamen yang disebut pertama itu lepas dari genggaman mereka. Madura United kalah di babak semifinal masing-masing dari PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.

Dengan kegagalan itu, Laskar Sape Kerap sangat berambisi untuk memenangi Liga 1 2019. Alasannya, mereka sangat ngotot ingin tampil di kompetisi Asia musim depan selain mencatatkan prestasi baru di ajang resmi.

Mental Juara
Dengan nama-nama yang mentereng, Madura United merupakan klub memiliki sekuat dengan mental juara. Para pemain itu telah memenangi beberapa trofi bersama klub yang pernah mereka bela sebelumnya.

Sebut saja Jaimerson Xavier yang musim lalu membawa Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Lalu, Beto Goncalves juga pernah mempersembahkan gelar ISL 2008-2009 untuk Persipura Jayapura.

Andik Vermansah pun menjuarai Piala Malaysia 2015 bersama Selangor FA. Kemudian, Fandry Imbiri mampu menggondol trofi Liga 2 2017 untuk Persebaya Surabaya.

Jangan lupakan Zulfiandi yang merupakan bagian skuat Timnas Indonesia U-19 saat meraih trofi Piala AFF U-19 2013. Masih ada pula kiper Satria Tama yang menjadi andalan Timnas Indonesia U-22 yang menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

Dengan pengalaman itu, para pemain memiliki mental juara yang kuat. Kini, mereka tinggal perlu mengaplikasikannya di Madura United dan berkamuan keras memenangi setiap pertandingan tersisa.

Robert Berikan Pembelaan Soal Penalti Ezechiel

Robert Berikan Pembelaan Soal Penalti Ezechiel

Ligaindonesia.asia – Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan kegagalan Ezechiel N’Douassel mencetak gol penalti merupakan hal yang wajar karena pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pernah mengalaminya. Persib Bandung nyaris menangan 3-0 atas Persija Jakarta pada laga pekan ke 25 Shopee Liga 1 2019 di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (28/10/2019). Mereka tak jadi menang sebesar itu karena eksekusi penalti Ezechiel pada menit ke-83 melambung tinggi dari mistar gawang.

Kegagalan Ezechiel mengeksekusi penalti itu membuat bobotoh Persib Bandung, terutama yang datang mendukung langsung ke stadion, merasa kecewa. Bahkan setelah pertandingan, kabarnya Ezechiel sempat adu mulut dengan bobotoh. Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, mengungkap akan melakukan evaluasi atas kegagalan menambah gol dari titik putih tersebut. Terlebih, bukan kali ini saja Ezechiel gagal mengeksekusi penalti.

Ronaldo dan Messi
Akan tetapi Robert juga melakukan pembelaan kepada striker asal Chad itu. Dikatakannya kegagalan itu termasuk hal yang wajar karena pemain level dunia saja juga pernah mengalaminya. “Soal Eze yang gagal penalti, saya pikir Ronaldo dan Messi juga pernah gagal melakukan penalti. Tentu kami pernah lihat juga Eze gagal penalti. Itu akan kami evaluasi,” ujar Robert.

“Saya tahu ketika Eze gagal penalti, ada orang-orang yang berkomentar jahat, tapi kami tak bisa ambil hati soal itu karena kami tak boleh pedulikan itu. Sebagai pelatih, saya harus melindungi pemain. Ketika saya melihat emosi Eze berubah, saya minta dia dan pemain lain untuk tak terganggu dengan hal itu. Saya paham dengan hal itu, tapi yang harus dilakukan adalah respek satu sama lain,” terangnya.

Baca Juga : Hasil Pertandingan Persib Bandung vs Persija

Tak Lepas Tanggung Jawab
Robert mengatakan eksekusi penalti sebenarnya bisa dilakukan pemain lain. Tetapi, hal itu juga tergantung pada latihan dan kebutuhan pemain.

“Tentu kegagalan Eze menendang penalti tidak membuatnya lepas tanggung jawab, dan saya yakin dia tidak ingin lagi melakukan kegagalan yang sama,” tutur pelatih asal Belanda ini.

Seadainya eksekusi penaltinya berhasi, Ezechiel bisa menambah koleksi golnya pada pertandingan ini lantaran pada menit ke-59 ia sudah membobol gawang Persija. Satu gol Persib Bandung lainnya dilesakkan Frets Butuan pada menit ke-52.

Persija sekarang masih tetap mengoleksi 24 poin dan berada di peringkat 14 klasemen. Sementara itu Persib Bandung sekarang mengoleksi 31 poin dan berada di posisi 10 klasemen sementara Shopee Liga 1 2019.

Hasil Pertandingan Persib Bandung vs Persija

Hasil Pertandingan Persib Bandung vs Persija

Ligaindonesia.asia – Persib Bandung berhasil memenangkan partai akbar bertajuk El Clasico Indonesia di pekan ke 25 Shopee Liga 1 2019. Berhadapan dengan rival abadi mereka, Persija Jakarta, Maung Bandung berhasil menang dengan skor 2-0.

Gol Persib Bandung dicetak oleh Frets Butuan dan Ezechiel N’Douassel di babak kedua. Bermain di venue netral, Stadion I Wayan Dipta, Bali, kedua tim langsung tancap gas sejak awal laga. Jual beli serangan terjadi di antara kedua tim tersebut. Baru empat menit laga berjalan, Ezechiel N’Douassel sempat membuat kejutan dengan sundulannya ke gawang Persija. Namun peluang itu dinyatakan offside terlebih dahulu oleh wasit.

Enam menit berselang giliran Persija yang mengancam melalui sundulan Marko Simic, tetapi bola masih melebar dari gawang Persib Bandung. Sepanjang babak pertama ini, kedua tim sama-sama aktif melakukan jual beli serangan. Namun tidak ada peluang yang benar-benar membahayakan gawang Persib maupun persija, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Baca jalannya pertandingan Persib vs Persija di babak kedua di bawah ini.

Babak Kedua
Di babak kedua, baik Persib maupun Persija sama-sama tidak menurunkan tempo serangan mereka. Jual beli serangan terjadi sejak wasit meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan.

Baru enam menit laga berjalan, Persib akhirnya membuka keunggulan mereka atas Persija. Adalah Frets Butuan yang mencatatkan namanya di papan skor setelah ia berhasil mengelabuhi bek Persija dan melepaskan tembakan yang tidak terjangkau oleh Andritany. Skor 1-0 berubah untuk keunggulan Persib.

Unggul satu gol membuat Persib semakin percaya diri menyerang. Sementara Persija juga mencoba meningkatkan tempo serangan untuk menyamakan kedudukan.

Namun di menit 59, Persib lagi-lagi menambah keunggulan mereka. Berawal dari umpan tarik terukur Ardi Idrus, bola berhasil disambar dengan tendangan keras Ezechiel N’Douassel. Maung Bandung unggul 2-0 atas Persija Jakarta.

Baca Juga : Wawan Febriyanto Optimistis di Timnas Indonesia

Persija bukannya tanpa perlawanan. Mereka mencoba keluar untuk membuat peluang, namun mereka gagal untuk menciptakan peluang yang berarti ke gawang Persib.

Petaka malah menghampiri Persija di menit 82 setelah Xandao menjatuhkan N’Douassel di kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Namun sayang, N’Douassel yang mengambil penalti itu malah menendang bola terlalu keras sehingga bola melayang dari gawang Andritany.

Persija sendiri sempat mendapatkan peluang apik untuk memperkecil kedudukan di akhir babak pertama melalui tembakan Marko Simic, namun bola masih melebar dari gawang Made Wirawan. Skor 2-0 bertahan untuk keunggulan Persib Bandung.

Berkat hasil ini, Persib Bandung naik ke peringkat 10 klasemen sementara Shopee Liga 1 dengan raihan 31 poin, sementara Persija tertahan di peringkat 14 poin dengan raihan 24 poin.

Susunan Pemain Kedua Tim :

Persib Bandung (4-3-3): I Made Wirawan (PG), Supardi Nasir (C), Nick Kuipers, Achmad Jufriyanto, Ardi Idrus, Omid Nazari, Abdul Aziz, Frets Listanto Butuan, Kevin van Kippersluis, Febri Hariyadi, Ezechiel N’Douassel.

Pelatih: Robert Rene Alberts

Persija Jakarta (4-2-3-1): Andritany; Novri, Xandao, Fachruddin, Rezaldi Hehanussa; Sandi Sute, Rohit Chand; Ramdhani Lestaluhu, Heri Susanto, Riko Simanjuntak; Marko Simic

Pelatih: Edson Tavares

Wawan Febriyanto Optimistis di Timnas Indonesia

Wawan Febriyanto Optimistis di Timnas Indonesia

Ligaindonesia.asia – Pemain Tira Persikabo, Wawan Febriyanto mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia. Pemain yang cemerlang di Liga 1 2019 ini memastikan tidak akan mengalami kendala dengan Tim Garuda, termasuk soal komunikasi dengan Pelatih Simon Mcmenemy. Wawan Febriyanto dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia jelang laga melawan Uni Emirat Arab dan Vietnam dalam putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Pemain yang sudah mengemas tujuh gol itu pun bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk tim asuhan Simon McMenemy itu.

Wawan mengatakan komunikasi dengan pelatih pasti berjalan dengan baik mengingat Simon Mcmenemy adalah pelatih berpengalaman di Indonesia. Bicara adaptasi dengan tim, Wawan menegaskan akan banyak dibantu teman-temannya yang sebelumnya pernah bersama-sama di SAD Uruguay dan juga Sea Games 2015. “Masalah adaptasi saya dengan coach Simon, saya pikir tidak akan ada kendala mengingat coach Simon berkomunikasi dan pemain bisa berkomunikasi dengan sangat baik. Begitupun adaptasi saya dengan pemain lainnya, Insya Allah akan lancar. Banyak pemain yang pernah bersama saya, baik saat di SAD Uruguay ataupun Sea Games 2015,” kata Wawan Febriyanto

Wawan mengatakan bergabung dengan Timnas Indonesia merupakan cita-citanya sejak dulu. Ia menyadari semua pemain sepak bola di Indonesia tentu berharap mendapat panggilan. Jika nanti dipercaya bermain, pemain Tira Persikabo ini bertekad untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. “Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan lagi dipanggil Timnas Indonesia. Tentu ini kesempatan saya untuk membela negara. Saya akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik jika nanti dipercaya pelatih untuk bermain,” ujar Wawan.

Baca Juga : Arema FC Waspadai Benny Wahyudi

Masih Berpeluang
Saat disinggung soal peluang Timnas Indonesia di turnamen kualifikasi bersama Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 itu, Wawan mengatakan peluang Indonesia masih terbuka.

“Soal peluang, saya rasa tidak ada yang mustahil karena yang terpenting kami harus bekerja keras dulu, disiplin, dan fokus untuk setiap pertandingan. Soal hasil, kami serahkan kepada Allah SWT,” ujar Wawan mengakhiri pembicaraan.