Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

Persija Jakarta kembali dapat memakai dua pemainnya, Andritany Ardhiyasa dan Osvaldo Haay. Sebelumnya, dua pemain itu dipanggil menjalani pemusatan latihan (training centre) Timnas Indonesia.

Tim berjulukan Macan Kemayoran ini kehilangan keduanya mulai pertandingan ketiga penyisihan grup hingga partai final turnamen pramusim Piala Gubernur JatimAndritany dan Osvaldo harus bergabung dengan TC Timnas Indonesia mulai 10 Februari 2020.Bertepatan dengan berakhirnya TC Timnas Indonesia pada Minggu (23/2/2020), Persija Jakarta bisa memainkan keduanya saat menjamu Geylang International dalam partai uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.Pelatih Persija, Sergio Farias, menilai faktor kekalahan tim besutannya dengan skor 1-4 dari Persebaya Surabaya pada partai puncak Piala Gubernur Jatim karena ketiadaan Andritany dan Osvaldo.Itulah mengapa, pelatih asal Brasil ini senang dengan kepulangan keduanya, mengingat Liga 1 2020 tinggal dalam hitungan hari.

“Yang paling sulit untuk kami adalah ketika dua pemain kami dipanggil ke Timnas Indonesia. Padahal, turnamen itu menjadi momen penting bagi kami,” kata Sergio Farias.”Sekarang, Andritany dan Osvaldo bisa kembali bermain. Mereka pemain penting bagi kami untuk persiapan menuju Liga 1 2020,” ujar Sergio Farias.Setelah skuatnya kembali lengkap, Sergio Farias bisa tenang dan fokus mempersiapkan tim asuhannya untuk menghadapi pekan pertama Liga 1 2020 melawan Borneo FC pada 1 Maret 2020. Total untuk musim ini, Persija Jakarta mengandalkan 29 pemain.”Kami punya persiapan dan berada di level bagus untuk mengarungi kompetisi. Kami masih punya waktu satu pekan lagi untuk berlatih taktik,” jelasnya.Lini pertahanan Persija Jakarta mulai mendapat sorotan. Dari dua laga terakhir mereka, tim Macan Kemayoran kebobolan hingga lima gol.

Empat gol bersarang di gawang Persija Jakarta ketika kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya pada final Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (20/2/2020).Ketika itu, Macan Kemayoran terpaksa bermain dengan 10 orang setelah bek Ryuji Utomo diusir wasit saat sedang dalam posisi tertinggal 0-1.Terbaru, Persija gagal mencatatkan clean sheet setelah kebobolan sebiji gol, kendati berhasil mencetak tiga gol ke gawang klub Singapura, Geylang International, pada partai uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (23/2/2020).Pada dua pertandingan itu, Persija tidak bisa memainkan bek naturalisasi, Otavio Dutra, akibat cedera. Alhasil, pelatih Persija, Sergio Farias, menduetkan dua palang pintu lokal, Ryuji Utomo dan Maman Abdurrahman.Persija Jakarta hanya punya tiga bek murni di musim ini yang terdiri dari Dutra, Ryuji, dan Maman. Riskan, mengingat nama pertama dan terakhir telah berusia uzur, 36 dan 37 tahun. Idealnya, setiap tim minimal memiliki empat bek tengah.

Permainan Persija Jakarta cenderung biasa saja ketika menghadapi klub Singapura, Geylang International pada rangkaian acara launching tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (23/2/2020).Launching tim Persija dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan awalan perkenalan seragam dan komposisi pemain untuk Liga 1 2020. Dua jam berselang, Persija menghadapi Geylang dan mampu memetik kemenangan 3-1.Tiga gol tim Macan Kemayoran dicetak oleh Osvaldo Haay pada menit ke-6, Marko Simic ke-49, dan Heri Susanto ke-82. Tim tamu hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat penalti Panagiotis Linardos pada menit ke-68.

“Kami tak punya waktu untuk menghadapi Geylang. Kami hanya punya dua hari setelah bermain di final Piala Gubernur Jatim 2020,” ujar pelatih Persija, Sergio Farias.”Kami memang menang, hanya agak sedikit kepayahan. Kelelahan membuat penampilan kami seperti ini,” kata Sergio Farias.Pelatih asal Brasil ini mengakui beberapa pemain Persija kekurangan tenaga saat bertanding. Padahal, laga melawan Geylang terbilang penting karena berbarengan dengan launching tim.Di Piala Gubernur Jatim, Persija Jakarta tampil lima kali dalam sepuluh hari. Termasuk, saat kalah dari Persebaya Surabaya 1-4 pada 20 Februari 2020.”Beberapa pemain kurang stamina karena jadwal padat. Tetapi, saya tetap minta ke pemain untuk bermain serius,” imbuhnya.

Baca Juga : Edudardo Perez Siap Digantikan

Persija Jakarta tidak hadir dan hanya diwakili oleh manajer Bambang Pamungkas dalam seremoni terakhir Piala Gubernur Jatim 2020 berupa pengalungan medali. Mengenai situasi tersebut, pelatih Persija, Sergio Farias, menyebut hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan skuat Macan Kemayoran.

Dalam setiap kejuaraan atau turnamen, sudah menjadi kebiasaan tim yang menjadi runner-up akan lebih dulu naik podium untuk pengalungan medali. Namun, itu tidak dilakukan oleh Persija Jakarta yang menjadi runner-up Piala Gubernur Jatim 2020 setelah kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2/2020) sore WIB.Seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim Persija berada di ruang ganti. Hanya Persebaya yang naik podium untuk menerima medali. Bicara mengenai hal ini, pelatih Persija Sergio Farias, mengaku harus melakukannya karena permintaan dari panitia penyelenggara pertandingan.

“Ini untuk menjaga kami agar tidak terjadi apa-apa. Mereka menyelamatkan kami,” ujar Sergio Farias.Hal tersebut memang masuk akal mengingat rivalitas suporter Persebaya dan Persija Jakarta yang tidak begitu harmonis bisa berdampak kurang menyenangkan seandainya para pemain Persija berada di lapangan.Keputusan Persija Jakarta untuk tidak ada di lapangan saat seremoni itu sudah tepat. Apalagi pada akhirnya memang ribuan Bonek masuk ke lapangan saat Persebaya mengangkat trofi juara.

Akibatnya, para pemain, ofisial dan jajaran pelatih Persebaya tak bisa berlama-lama mengangkat trofi yang mereka dapatkan. Semua elemen Persebaya pun diarahkan masuk ke ruang ganti pemain.Maklum, para suporter tak hanya turut merayakan keberhasilan Persebaya menjadi juara, tapi juga ada yang meminta paksa kostum dan perlengkapan pemain Persebaya.“Jangan sarung tangan saya. Ini masih saya pakai, tolong jangan ditarik,” kata Rivky Mokodompit, kiper Persebaya.“Iya mas, kaus saya diminta sama suporter. Ditarik-tarik sampai saya tidak bisa masuk bersama teman-teman,” kata Oktafianus Fernando.

Edudardo Perez Siap Digantikan

Edudardo Perez Siap Digantikan

ligaindonesia.asia  Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Edudardo Perez Siap Digantikan. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Edudardo Perez Siap Digantikan

PSS Sleman seperti dikejar waktu. Dalam enam hari sebelum Liga 1 2020, manajemen klub berjulukan Elang Jawa ini harus mendapatkan pelatih anyar, menggantikan Eduardo Perez yang mundur pada Minggu (23/2/2020)Kepastian pengunduran diri Eduardo Perez diumumkan secara resmi PSS Sleman pada Senin (24/2/2020).Dari informasi yang diperoleh Bola.com, pengunduran diri Eduardo Perez disebabkan faktor teknis kepelatihan dan performa tim.Dalam persiapan menghadapi kompetisi, PSS telah menggelar tiga uji coba. Hasilnya, menang 3-2 atas tim Liga 2, Tiga Naga Riau, kalah 0-2 dari Persib Bandung, dan Imbang melawan Persipura Jayapura 1-1.Namun, faktor desakan suporter juga ditengarai membuat pelatih asal Spanyol itu berpikir ulang untuk membesut tim pujaan Slemania serta Brigata Curva Sud (BCS) itu. Suporter diyakini masih menginginkan pelatih musim lalu, Seto Nurdiyantoro.

CEO PSS Sleman, Fatih Chabanto, menegaskan pihaknya segera mencari pengganti Eduardo Perez mengingat kompetisi sudah makin dekat.Ia optimistis PSS segera memiliki pelatih kepala baru, yang akan langsung dikenalkan dalam beberapa hari ke depan.”Meski terbilang mepet, PSS tetap klub yang menarik bagi banyak pelatih. Saya harap suporter bisa memaklumi situasi yang ada. Kami akan bergerak cepat,” ujar Fatih Chabanto.Sesuai jadwal, PSS Sleman akan melakoni pertandingan pekan pertama Liga 1 2020 dengan melawat ke markas PSM Makassar pada Minggu (1/3/2020).

Eduardo Perez mengambil keputusan mengejutkan. Ia memilih meletakkan jabatan sebagai pelatih kepala PSS Sleman. Manajemen klub mengumumkan keputusan mundur Eduardo ke publik pada Senin (24/2/2020).Eduardo mundur dari tim Elang Jawa, hanya enam hari menjelang bergulirnya Shopee Liga 1 2020, tepatnya pada Minggu (23/2/2020).Eduardo justru menulis pesan pada akun Instagram pribadinya. Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu mengaku sedih harus berpisah dari PSS Sleman.Ia bangga sudah menjadi bagian dari PSS, meski hanya sebentar.Eduardo Perez bekerja sebulan bersama PSS, sejak dikenalkan sebagi pengganti Seto Nurdiyantoro pada 15 Januari lalu.

“Saya sangat sedih mengambil keputusan ini. Tapi, ada beberapa hal teknis yang tidak sesuai menjadi alasannya,” demikian tulis Eduardo Perez.”Saya ucapkan terima kasih kepada pendukung, pemain saya yang luar biasa, dan semua staf pelatih. Saya berharap yang terbaik untuk PSS,” lanjut pelatih asal Spanyo itu.Manajemen PSS Sleman sudah berjanji mencari pengganti Eduardo Perez secepatnya. Pasalnya, pada Sabtu (1/3/2020), mereka harus melakoni laga tandang melawan PSM Makassar di laga pertama Shipee Liga 1 2020.Situasi pelik dihadapi PSS Sleman jelang sepak mula Liga 1 2020. Klub berjuluk Super Elang Jawa itu ditinggal sang pelatih, Eduardo Perez, Senin (24/2/2020).

Juru taktik asal Spanyol itu memutuskan melepas jabatan sebagai pelatih utama hanya kurang dari satu minggu sebelum bergulirnya Liga 1 2020. Belum diketahui secara pasti alasan Eduardo Perez memilih mundur.Eduardo Perez hanya mampu bertahan dalam waktu satu bulan, setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS Sleman. Selama kurun waktu satu bulan, Eduardo sempat memimpin pemusatan latihan PSS di Jakarta dan dua kali uji coba tim Elang Jawa.Seperti diketahui, penunjukkan Eduardo Perez mendapat reaksi keras dari dua kelompok suporter, baik Slemania atau Brigata Curva Sud (BCS). Dua kelompok suporter tersebut menginginkan Seto Nurdiyantoro bertahan sebagai pelatih utama.

Alhasil, pasca Eduardo Perez ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS, para suporter langsung bereaksi di media sosial. Tak hanya itu, latihan perdana PSS Sleman bersama Eduardo Perez juga diwarnai aksi protes dari sejumlah suporter.Beberapa pendukung PSS melancarkan protes dengan mendatangi tempat latih Bagus Nirwanto dkk. Kejadian tersebut lantas membuat skuat PSS Sleman melakukan latihan di luar Yogyakarta, yakni di Jakarta selama kurang lebih dua pekan.

Baca Juga : Sepak Terjang Persik Kediri Di Liga Shopee

Kini, jelang bergulirnya Liga 1 2020 PSS Sleman harus mendapat masalah karena ditinggal Eduardo Perez. Sebelumnya, para Sleman fans mengancam memboikot seluruh laga PSS Sleman jika beberapa tuntutan belum dipenuhi manajemen klub.Mundurnya Eduardo Perez dari kursi pelatih PSS Sleman langsung menuai reaksi dari para suporter.PSS Sleman harus menghadapi masalah bertubi-tubi, hanya kurang dari satu pekan menjelang sepak mula Liga 1 2020. Selain masih diboikot oleh pendukungnya, giliran pelatih Eduardo Perez Moran, memutuskan mengundurkan diri.Pelatih asal Spanyol ini berpamitan dengan seluruh skuatnya pada Minggu sore (24/2/2020). Padahal, Eduardo masih memimpin latihan pada Minggu pagi.Belum ada penjelasan detail dari klub, perihal alasan apa yang menyebabkan Eduardo Perez memilih mundur. Sang pelatih juga belum buka suara.Namun, rumor yang beredar menyebut tidak adanya persamaan visi dan misi di antara manajemen klub dan Eduardo Perez.Selain itu, keberadaan Eduardo di PSS Sleman juga terlihat tidak diinginkan oleh kalangan suporter, yang masih condong ke pelatih musim lalu, Seto Nurdiyantoro.

Kalangan suporter masih mengingat prestasi yang ditorehkan Seto Nurdiyantoro pada musim lalu.Desakan untuk Eduardo Perez agar mundur, sempat mengalir deras di dunia maya.Praktis, karier mantan asisten pelatih Timnas Indonesia ini di PSS Sleman hanya seumur jagung.Ia hanya mampu bertahan dalam waktu satu bulan, setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS. Ia sempat memimpin pemusatan latihan PSS di Jakarta dan dua kali uji coba tim Elang Jawa.Dua partai uji coba itu, yakni kalah 0-2 dari Persib Bandung (17/2/2020) dan ditahan 1-1 oleh Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (22/2/2020).

“Tentu hal ini sangat kami sayangkan, tapi keputusan beliau harus dihargai. Kami berterima kasih atas kehadiran Eduardo, semoga apa yang diberikan dalam waktu tak lama ini bermanfaat bagi tim,” beber Muhammad Eksan, Plt. manajer PSS Sleman, Senin (24/2/2020).Pemain PSS, Asyraq Gufron, juga cukup menyayangkan keputusan mundur yang diambil Eduardo Perez. Pasalnya, kompetisi tinggal dalam hitungan hari dan pemain merasa mulai menemukan chemistry di bawah arahannya.”Tapi, apa pun itu, sebagai pemain profesional, kami harus menghormati keputusannya. Harapannya, kami juga bisa segera menyatu dengan pelatih baru, demi prestasi PSS,” kata Asyraq.PSS dijadwalkan menghadapi PSM Makassar dalam laga pekan pertama Liga 1 2020 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (1/3/2020).

Titus Bonai Dengan Bhayangkara FC

Titus Bonai Dengan Bhayangkara FC

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Titus Bonai Dengan Bhayangkara FC. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Titus Bonai Dengan Bhayangkara FC

Sempat menggantung, masa depan Titus Bonai bersama Bhayangkara FC menemui titik terang. Kontrak penyerang berusia 30 tahun tersebut dibatalkan.

Sebelumnya, Bhayangkara FC dikabarkan berhasil menggaet Tibo, panggilan Titus Bonai. Namun, tim berjulukan The Guardians ini tidak kunjung memperkenalkan dan mengumumkannya secara resmi.

Tersiar kabar bahwa Bhayangkara FC akan meminjamkan Tibo ke klub lain. Pasalnya, The Guardians terbentur regulasi maksimal 30 pemain, sebelum direvisi oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjadi 33 nama.

“Kontrak Tibo direvisi bersama kami. Sehingga, dia tidak jadi bergabung dengan Bhayangkara FC,” ujar Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji.

“Jadi kami membatalkan kontrak Tibo. Dia yang meminta kontraknya dibatalkan sehingga kami melakukannya,” tutur pria berpangkat Komisaris Besar Polisi tersebut.

Sesungguhnya, Bhayangkara FC telah memiliki stok ideal di lini depan. Selain masih mempertahankan Herman Dzumafo dan Dendy Sulistyawan, The Guardians juga mendatangkan Ezechiel N’Douassel dan Ahmad Nur Hardianto.

Belum lagi Rangga Muslim, pemain yang baru digaet dari PSS Sleman, bisa diplot sebagai penyerang sayap. Jadi, The Guardians tidak terlalu membutuhkan kontribusi dari Tibo.

Pada musim lalu, Tibo membukukan 13 gol bersama Persipura Jayapura. Torehan itu menjadikannya pemain asli Indonesia tersubur di Liga 1 2019.

Hingga saat ini, Bhayangkara FC tak kunjung meresmikan kedatangan Titus Bonai. Kabarnya, penyerang berusia 30 tahun itu bakal dipinjamkan ke klub lain.

Status Tibo, panggilannya, masih menggantung di Bhayangkara FC. Pasalnya, tim berjulukan The Guardians itu telah surplus pemain.

Baca Juga : Evan Dimas Back To The Game

Saat ini, skuat Bhayangkara FC berjumlah 31 pemain, belum termasuk Tibo. Sementara, The Guardians masih membutuhkan satu tambahan bek tengah.

Maka dari itu, ada opsi mengirimkan Tibo ke klub lain. Apalagi, Bhayangkara FC juga berencana mendatangkan Achmad Jufriyanto. Praktis, kans Tibo masuk ke dalam 30 pemain The Guardians makin menipis.

“Soal status Titus Bonai, pelatih Paul Munster yang akan menentukan nanti bagaimana. Akan dipinjamkan atau dipertahankan,” ujar Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC.Ada musim lalu, Tibo memperkuat Persipura Jayapura. Ia adalah pemain asli Indonesia tersubur dengan torehan 13 gol.

Sementara itu, Sumardji bilang bahwa timnya masih bernegosiasi dengan Jupe, panggilan Jufriyanto. Kemungkinan, mantan pemain Persib Bandung itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

Bhayangkara FC memang mencari seorang palang pintu lagi untuk mengantisipasi kerawanan lini belakang. Saat ini, The Guardian telah punya empat bek tengah meliputi Lee Won-jae, Indra Kahfi, Jajang Mulyana, dan Nurhidayat Haji Haris.

Dua di antaranya, Indra dan Jajang, rawan berkutat dengan cedera sehingga Bhayangkara FC terpaksa mencari bek tengah kelima.

“Kedatangan Achmad Jufriyanto masih dalam proses ke Bhayangkara FC,” kata Sumardji.

Evan Dimas Back To The Game

Evan Dimas Back To The Game

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Evan Dimas Back To The Game. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Evan Dimas Back To The Game

Cedera engkel Evan Dimas Darmono mulai pulih. Karena itu, gelandang berusia 24 tahun ini akan beraksi bersama Persija Jakarta di Piala Gubernur Jatim.

Evan Dimas dihantam cedera engkel ketika membela Timnas Indonesia U-22 di final SEA Games 2019 melawan Vietnam pada 10 Desember lalu. Saat itu, eks pemain Barito Putera ini divonis absen selama tiga pekan.

Lancarnya pemulihan cedera Evan Dimas membuat Persija Jakarta semringah. Sebelum mentas di Liga 1 2020, mantan gelandang Selangor FA tersebut tentu membutuhkan atmosfer pertandingan.

“Saya sangat siap untuk bermain di Piala Gubernur Jatim. Jika pelatih memercayai saya, kapan pun saya siap,” ujar Evan Dimas.

Di Piala Gubernur Jatim, Persija Jakarta berada satu grup dengan Arema FC, Persela Lamongan, dan wakil Malaysia Sabah FA. Turnamen pramusim tersebut bakal berlangsung pada 10-20 Februari 2020.

Evan Dimas juga mengaku terpukau dengan kepemimpinan pelatihnya di Persija Jakarta, Sergio Farias. Menurutnya, peracik strategi asal Brasil tersebut memberikan warna baru dalam karier sepak bolanya.

“Sergio Farias merupakan pelatih yang sangat baik dan tegas. Saya lihat, dia juga pelatih yang sangat berpangalaman,” imbuh Evan Dimas.

“Jadi saya sangat senang dapat dilatih oleh Sergio Farias yang punya pengalaman segudang dan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Penghuni lini tengah Persija Jakarta penuh sesak. Bayangkan tim ini sudah punya Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, dan Sandi Darman Sute. Terbaru tim berjulukan Macan Kemayoran ini menambah kedalaman dengan mendatangkan Evan Dimas Darmono dan Marc Anthony Klok.

Alhasil pelatih Sergio Farias akan pusing tujuh keliling meracik lini tengah Persija Jakarta. Apalagi, beberapa pemain punya tipe permainan yang mirip. Rohit dengan Klok, misalnya. Namun sebagai wajah impor, keduanya tentu mendapatkan garansi starter.

Sebagai pemain yang terbiasa berperan sebagai gelandang box to box, Evan Dimas juga memiliki karakteristik yang serupa dengan Rohit. Tapi, keduanya plus Klok juga dapat dipasang bersamaan.

Tentang persaingan tembus starter tim, pemain berusia 24 tahun ini mengaku rileks. Bahkan, rela bermain dari bangku cadangan.

Baca Juga : Bek Bali United Bertekad Memikat Shin Tae Yong

“Yang pertama, kedatangan Marc Klok membuat saya senang karena bisa menambah kekuatan dari tim. Tapi, untuk menembus starter itu hanya pelatih yang bisa menentukan,” ujar Evan Dimas.

“Kalau saya pribadi dalam latihan dan pertandingan akan menunjukkan yang terbaik. Kalau pun saya berangkat dari bangku cadangan saya juga sangat siap,” kata Evan Dimas.

Adapun untuk kali pertama dengan status pemain Persija Jakarta, Evan Dimas berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Latihan itu berlangsung pada Jumat (7/2/2020) sore WIB setelah sang pemain melakoni kegiatan yang bertajuk gathering marketing.

“Saya senang sekali bisa latihan di SUGBK bersama Persija Jakarta. Sebelumnya, saya mungkin hanya bersama Timnas Indonesia berlatih di sini,” jelas mantan pemain Barito Putera itu.

“Di sini, SUGBK, akan menjadi kandang saya dan Persija Jakarta. Jadi rasanya saya senang sekali,” tutur gelandang dengan atribut hampir lengkap ini.

Bek Bali United Bertekad Memikat Shin Tae Yong

Bek Bali United Bertekad Memikat Shin Tae Yong

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bek Bali United Bertekad Memikat Shin Tae Yong. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bek Bali United Bertekad Memikat Shin Tae Yong

Bek Bali United, Gavin Kwan Adsit mengaku bangga dengan pemanggilan dirinya ke Timnas Indonesia oleh manajer pelatih Shin Tae-yong. Pemain berusia 23 tahun ini akan memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

“Suatu kebanggaan dan kehormatan bisa kembali dipanggil ke Timnas Indonesia oleh pelatih Shin Tae-yong. Terima kasih untuk kepercayaannya memanggil saya kembali,” ujar Gavin.”Tentunya, bermain untuk Timnas Indonesia selalu menjadi kebanggaan untuk saya dan motivasi buat saya dan alasan saya untuk bermain sepak bola itu menembus Timnas Indonesia.”

Gavin juga dapat merebut hati Shin Tae-yong agar menjadi langganan Timnas Indonesia. Pada akhir Maret 2020, tim Garuda bakal menghadapi dua partai putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia melawan Thailand dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Jadi mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik dan masuk tim inti. Semoga kami semua bisa sukses karena semua pasti memberi yang terbaik untuk negara,” tutur Gavin.

Selain kerja keras, Gavin juga punya cara lain untuk memikat Shin Tae-yong. Karakteristik pelatih asal Korea Selatan itu menyukai pemain dengan fisik kuat, jadi bek berusia 24 tahun ini bertekad memperkuat daya tahan tubuh.

“Saya tahu yang kami perlukan adalah kondisi fisik. Jadi, saya juga mempersiapkan kondisi fisik di luar latihan rutin,” imbuh Gavin.

“Pada pagi hari, saya latihan gym plus menambah latihan lari karena saya tahu coach Shin Tae-yong suka pemain dengan fisik yang bagus. Yang saya baca di media dan media sosial, kami perlu fokus terhadap kondisi fisik. Jadi saya juga siapkan itu di luar lapangan,” kata pemain yang musim lalu berseragam Barito Putera tersebut.

Pengetahuan Gavin Kwan Adsit tentang karakteristik sepak bola Vietnam dapat menguntungkan Bali United. Saat menghadapi partai pertama Piala AFC 2020 Grup G melawan Than Quang Ninh, bek berusia 23 tahun itu bisa menjadi informan bagi timnya.

Gavin telah berulang kali melawan Timnas Vietnam saat berseragam Timnas Indonesia. Menurutnya, kekuatan Than Quang Ninh, yang merupakan wakil Negeri Paman Ho di Piala AFC, terletak pada umpan-umpan pendek.

Baca Juga : Jadwal Piala Gubernur Jatim 2020 Februari

“Selama beberapa kali main di Timnas Indonesia, saya beberapa kali bertemu dengan Vietnam. Permainan Than Quang Ninh bisa dilihat dari pola permainan timnas mereka. Yang saya tahu mereka sering memainkan umpan pendek dan cepat. Tentu ini yang akan kami antisipasi ketika bertemu mereka nanti,” ujar Gavin dinukil dari laman klub.

Gavin adalah bagian dari Timnas Indonesia ketika menghadapi Vietnam pada putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Namun, pada pertandingan yang berlangsung 15 Oktober 2019 itu, eks pemain Barito Putera ini hanya duduk di bangku cadangan.

Saat menjamu Than Quang Ninh nanti, Gavin berpeluang menjadi starter. Pelatih Stefano Cugurra Teco diyakini lebih memilihnya di pos bek sayap kanan Bali United dibanding I Made Andhika.

“Sejauh ini sesi latihan berjalan dengan sangat baik. Awal latihan memang lebih kepada latihan fisik, tapi saat ini intensitas latihan fisik sudah mulai menurun. Saya rasa hal ini baik untuk menjaga daya tahan tubuh kami agar bisa bermain selama 90 menit,” kata Gavin.

“Kami juga sudah mulai memasuki tahap latihan small set game untuk memantapkan kerja sama tim. Semua pemain menikmati proses latihan yang selama ini diberikan tim pelatih,” imbunya.

Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

Lerby Eliandry menunjukkan kerja keras supaya nantinya bisa berkontribusi maksimal bagi Bali United. Penyerang asal Samarinda ini bukan sekadar mengikuti program latihan, melainkan juga menambah porsi secara sukarela.Lerby menyadari besarnya harapan yang digantungkan para suporter kepada Bali United. Masyarakat Pulau Dewata ingin mereka lebih berprestasi lagi musim ini.Harapan inilah yang memotivasi pemain untuk bekerja ekstra. Sebagai penyerang, dia selalu melatih sentuhan akhir dengan tambahan latihan. Saat di Lapangan Trisakti, Legian, Badung, Sabtu (8/2/20), Lerby tampak dibantu M Rian Firmansyah dan Fahmi Al Ayyubi.

“Kalau hanya mengandalkan latihan saja, paling dapat 10 sampai 15 kali tembakan. Kalau tambah sendiri bisa 100, 150, bahkan 200 kali. Saya memerlukan hal ini untuk melatih naluri gol,” kata Lerby Eliandry.Lerby berpotensi menjalani debut resmi ketika Bali United menjamu wakil Vietnam, Thanh Quang Ninh, dalam laga pembuka Piala AFC 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (11/2/20). Suporter Bali United tentu sudah menantikan gol perdananya setelah terakhir pada 2015.Sekeras apa pun usaha, kalau Tuhan belum kasih tentu tak akan terjadi. Tapi, kalau memang sudah waktunya, jangankan satu, dua, atau tiga kali dalam satu pertandingan. Saya cukup menjalani latihan dengan maksimal dan menyerahkan sisanya kepada Yang Di Atas,” pungkas Lerby Eliandry.

Di sektor depan, Bali United juga memiliki Melvin Platje dan Ilija Spasojevic. Kemungkinan Platje akan ditempatkan di pos sayap kiri, dengan Spaso menjadi ujung tombak. Bila mengalami kebuntuan, barulah Lerby masuk sebagai alternatif.Penyerang Bali United, Lerby Eliandry menilai strategi bola atas bisa menjadi salah satu opsi untuk mengalahkan Than Quang Ninh pada pembuka Piala AFC 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (11/2/20) malam. Eksekusi bola mati menjadi materi latihan Bali United, Sabtu (8/2/20). Materi ini merupakan salah satu opsi untuk menjebol gawang Than Quang Ninh. Bali United memiliki Ilija Spasojevic dan Wilian Pacheco yang unggul dalam duel udara.Selain Spaso dan Pacheco, ada pula Lerby Eliandry. Penyerang yang menyumbang 16 gol untuk Borneo FC di musim 2019 ini punya tinggi 190 sentimeter. Beberapa golnya dicetak dari sundulan.

Lerby cukup setuju bila strategi bola atas jadi opsi Bali United. Para pemain Vietnam biasanya kerap unggul dalam bola bawah, karena punya kecepatan dan organisasi permainan yang bagus.”Pastinya coach Teco sudah analisis semua. Kalau lewat bawah, mereka punya kecepatan juga. Mungkin yang dilihat coach Teco untuk postur tubuh tidak terlalu tinggi. Jadi ada celah,” ucap Lerby, Sabtu (8/2/20) siang.Lerby masih teringat saat menghadapi Timnas Vietnam, pada leg pertama final Piala AFF 2016. Kala itu, Indonesia menang 2-1 atas Vietnam. Satu gol Indonesia tercipta lewat proses sepak pojok yang kemudian disundul Hansamu Yama Pranata.

“Ini menjadi opsi. Siapa tahu dari crossing sayap, atau bola mati, bisa berbuah gol,” tutur Lerby.Lerby siap jika dipercaya turun dalam laga itu. Dia pun akan mendukung penuh ketika Melvin Platje atau Ilija Spasojevic dijadikan target man.Musibah kemalingan dialami penggawa Bali United saat berlatih di Lapangan Samudra, Legian, Badung, Jumat (07/02/20) sore. Ada beberapa penggawa Bali United yang kehilangan uang di dompetnya.Peristiwa ini tak disadari para pemain sesuai latihan. Pasalnya, dompet para pemain masih utuh di dalam tas. Begitu pula dengan barang berharga, seperti ponsel yang ditinggal di ruang ganti.Namun para pemain ini sadar saat hendak berbelanja. Ternyata, uang yang ada di dompet telah raib. Uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah hilang digondol maling

Baca Juga : Keunggulan Game Poker Online Dari Game Lainnya

Peristiwa ini pertama kali disadari oleh Lerby Eliandry. Dia kehilangan uang ratusan ribu yang ada di dompetnya. Setelah Lerby cerita, kemudian Hariono juga cerita kehilangan uang dalam jumlah tak sedikit.”Ada beberapa pemain yang kehilangan uang. Saya tidak tahu persis angkanya berapa, setiap pemain berbeda-beda. Ada Rp100 ribu, adaRp 250 ribu,” ucap pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, Sabtu (8/2/20).Peristiwa ini membuat Bali United akan meningkatkan pengamanan akan barang bawaan pemain. Tim pelatih akan berkoordinasi lagi ketika Bali United berlatih di Lapangan Samudra.”Nanti kita pasti bicara sama manajemen. Saat latihan di Samudra, ruang ganti akan ditutup agar orang-orang tak masuk,” tutur Teco.Baru kali ini penggawa Bali United kemalingan saat berlatih di Lapangan Samudra. Selama ini, latihan berjalan lancar. Barang bawaan pemain yang ada di ruang ganti pun tak kemalingan.

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

ligaindonesia.asia Pelatih Persib,Robert Alberts menyetujui perpanjangan kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Persib Bandung resmi memperpanjang kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh, setelah mendapat rekomendasi pelatih Robert Alberts.Robert menyebut, Vizcarra dan Zola merupakan dua pemain yang masuk skema untuk Liga 1 2020 yang rencananya digelar pada awal Maret nanti”Vizcarra sudah perpanjang kontrak dan Zola juga. Mereka memang sudah menjadi kerangka tim. Apalagi Zola adalah talenta dari Bandung dan kami ingin menjaga para talenta lokal,” jelas Robert usai memimpin sesi latihan di lapangan SPOrT Arcamanik, Bandung, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga : Persib Uji Coba Match 6 Kali

Sementara, untuk dua pemain asal Brasil, Wander Luiz dan Joel Vinicius, pelatih asal Belanda ini akan memutuskan pada saat yang tepat.”Ketika kami berlatih di Arcamanik, tidak adil untuk menentukan nasib pemain hanya dari satu pertandingan. Kami masih memberi waktu untuk menentukan apakah mereka cukup baik untuk Persib atau tidak,” papar Robert.”Kami butuh waktu lebih karena tidak ingin salah merekrut, apalagi musim ini target Persib Bandung juara,” tambah Robert.Wander Luiz dan Joel Vinicius dikabarkan sudah teken kontrak dengan Persib, atas rekomenasi Robert. Persib membutuhkan pemain setelah kehilangan striker andalan Ezechiel N’douassel yang memilih mundur dengan alasan ingin mencari suasana baru.Namun, manajemen belum membenarkan kabar tersebut. Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, mengatakan, dua pemain itu masih menjalani trial.

Persib Uji Coba Match 6 Kali

Persib Uji Coba Match 6 Kali

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Persib Uji Coba Match 6 Kali Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Persib Uji Coba Match 6 Kali

Persib Bandung berencana menggelar uji coba sebanyak enam kali sebagai persiapan Liga 1 2020.”Jika Liga benar digelar 1 Maret kami butuh minimal lima sampai enam laga uji coba. Itu menjadi kabar yang baik dan setiap tim bisa melakukan persiapan serius dengan waktu sekitar lima pekan,” ujar pelatih Persib, Robert Alberts usai memimpin sesi latihan di lapangan SPOrT Jabar, Arcamanik, Bandung, Kamis (23/1/2020).Bila Liga 1 digelar 1 Maret, Persib langsung menyusun rencana dan target sebelum kick-off.

“Kami punya rencana untuk pramusim, kami sudah memulai hari pertama latihan lengkap dan kami tahu apa yang harus dilakukan,” kata Robert.Berbicara mengenai target, pelatih asal Belanda ini menegaskan, Persib tak main-main. Pemain dan manajemen akan duduk bersama untuk mencapai target tersebut.”Kami akan berdiskusi dengan pemain setelah ini. Di Indonesia ada 18 klub dan banyak yang ingin menjadi juara. Pada musim lalu, ada 15 pelatih dipecat dan itu hal biasa di Indonesia, seakan menjadi rekor dunia soal pemecatan pelatih,” tutur Robert.

Baca Juga : Fold Bukan Berarti Kalah Dalam Permainan Poker Online

Persib Harus Berani
Robert menegaskan, sebagai klub besar, Persib Bandung harus berani mematok target tinggi.”Tentunya target kami juara,” ucap pelatih berusia 65 tahun ini.Seperti diketahui pada musim 2019, Robert mendapat target membawa Persib finis di lima besar. Namun, pencapaian meleset. Persib hanya mampu berada di posisi keenam.

Seto Ucap Terima Kasih Ke Pemain PSS

Seto Ucap Terima Kasih Ke Pemain PSS

ligaindonesia.asia PSS Gilas Tira Persikabo buat Seto ucapkan terima kasih ke Pemain PSS. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seto Ucap Terima Kasih Ke Pemain PSS. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seto Ucap Terima Kasih Ke Pemain PSS

PSS Sleman menutup Liga I dengan poin penuh usai menggilas TIRA Persikabo dengan skor 5-2. Seto enggan memberi tanggapan detail terkait laga ini, ia hanya mengucapkan terimakasih kepada anak asuhnya, manajemen dan supporter.”Kita syukuri kemenangan sore ini, yang jelas tadi sudah saya sampaikan ke pemain bahwa pertandingan hari ini kita khususkan,” kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro saat jumpa pers di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Minggu (22/12/2019).Menurut Seto, pertandingan ini khusus didedikasikan untuk supporter yang selalu mendukung PSS Sleman saat berlaga baik di kandang maupun tandang. Menyoal permainan anak asuhnya, Seto mengucapkan terima kasih.

“Sebenarnya saya tidak mau komentar tentang pertandingan, tapi saya ganti dengan ucapan terimakasih. Yang pertama untuk PT dan manajemen PSS karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar di PSS,” katanya.”Terimakasih juga untuk staff pelatih yang lainnya, di situ ada pelatih, ada medis, ada analisis. Dan terutama terimakasih kepada pemain terutama,” imbuh Seto.Ditambahkan Seto, selama melatih PSS Sleman dirinya mendapatkan pengalaman luar biasa. PSS Sleman disebut selayaknya keluarga yang luar biasa.”Mereka sangat kompak dan mungkin tidak bisa saya temukan lagi di tahun-tahun berikutnya, bisa jadi. Tapi, ini sangat luar biasa. Terimakasih juga buat suporter yang selalu setia mendukung,” ucapnya.

Baca Juga : Djanur Punya Rencana Jalan Sama Barito

“PSS Sleman pernah patah sayapnya, dan di beberapa tahun ini mulai tumbuh dan mulai kuat. Harapan saya ke depan mudah-mudahan makin kuat dan dengan bulu-bulu yang tumbuh, semakin terbang tinggi,” sambung Seto.Salah satu pemain PSS Sleman, Irkham Zahrul Mila, mengungkapkan rasa syukurnya berhasil memenangkan pertandingan terakhir dengan kemenangan yang manis. Selain itu, ia juga sangat bahagia dapat mencetak gol setelah absen panjang membela PSS.”Pertama-tama saya bersyukur atas kemenangan hari ini. Ini semua berkat kerja keras teman-teman yang sudah berjuang hari ini,” katanya.”Terus gol pertama tadi saya syukuri, saya sangat bahagia bisa mencetak gol di Maguwoharjo ini di pertandingan terakhir. Apalagi setelah sekian lama (tidak bermain) dengan PSS karena tugas negara,” imbuh Mila.