Cyrus Margono Dikontrak Panathinaikos

1

Cyrus Margono Dikontrak Panathinaikos – Kiper berdarah Indonesia, Cyrus Margono di kontrak oleh klub raksasa Panathinaikos. Cyrus dikabarkan resmi menjadi bagian dari keluarga besar Panathinaikos. Meskipun kabarnya begitu, Cyrus tidak akan langsung turun bgermain di FC Panathinaikos. Namun siapa sih Cyros sampai bisa di panggil tim raksasa?  Berikut adalah pembahasannya

Profil Cyrus Margono

Berdasarkan hasil wawancara dengan jurnalis Christos Dimopoulos, Cyrus Margono ternyata lahir di New York, Amerika Serikat. Akan tetapi ayahnya memang asli orang Indonesia, sedangkan ibunya berasal dari Persia.

Miley Cyrus Reaches Out to DaBaby: ‘[Let’s] See How We Can Learn From Each Other’
“Saya lahir di New York, di mana saya mulai bermain sepak bola pada usia baru 4 tahun. Ayah dari Indonesia dan ibu dari Persia (Iran modern),” kata Cyrus Margono seperti dilansir dari Prasinostypos.

Sejak berumur 4 tahun bermain sepak bola, Cyrus Margono langsung memiliki mimpi untuk menjadi pesepak bola profesional. Makanya di usia 11 tahun, Cyrus Margono pun serius menekuni sepak bola untuk posisi sebagai kiper.

“Sebagai kiper, saya memiliki refleks cepat, keseimbangan badan bagus serta kaki yang aktif dalam membangun serangan dari belakang,” lanjut cerita Cyrus Margono.

Jika mengacu pada pernyataannya, Cyrus Margono termasuk dalam kategori kiper modern yang nyaman mengontrol bola dengan kaki. Berbekal kemampuan itu, Cyrus Margono pun memendam impian ingin jadi kiper sehebat idolanya yaitu David De Gea dan Iker Casillas.

Setelah lulus dari Universitas Denver dan sempat diuji pada akademi Inter di tahun 2015, Cyrus Margono pun terbang ke Eropa untuk mengembangkan kemampuannya. Perjalanannya ke Eropa pada awal Juli kemudian membawanya untuk bergabung dengan Panathinaikos.

Baca Juga :Nasionalisme di Timnas Indonesia

 

“Ketika sedang berlatih dengan pelatih kiper top, Maarten Arts, yang juga merekomendasikan saya ke Panathinaikos. Saya pun diundang untuk trial selama 2 minggu hingga mendapat kontrak dengan Panathinaikos,” kata Cyrus Margono secara gamblang.

Kini Cyrus Margono berhasil menapaki langkah pertamanya untuk menjadi kiper profesional dengan gabung Panathinaikos. Sebagai informasi, Panathinaikos bukanlah klub sembarangan, jagoan Yunani ini cukup sering main di Liga Champions.

Tapi tentu bergabung dengan Panathinaikos U-23 barulah awal dari perjuangan Cyrus Margono menjadi kiper profesional. Tapi setidaknya, keberhasilan Cyrus Margono dikontrak Panathinaikos bakal menjadi bukti dan contoh untuk anak-anak Indonesia.

Cyrus Margono menjadi contoh kalau anak-anak Indonesia bisa mewujudkan mimpinya main di Eropa. Asalkan memiliki motivasi yang besar seperti Cyrus Margono.

Nasionalisme di Timnas Indonesia

1

Nasionalisme di Timnas Indonesia – Indra Sjafri selaku direktur PSSI, memiliki sebuah pandangan terntang nasionalisme di timnas Indonesia. Pria kelahiran Batang Kapas, Sumatra Barat, itu mengawali kariernya sebagai pelatih pada 2011. Dia dipercaya menangani Timnas Indonesia U-16 untuk tampil pada kualifikasi Piala Asia 2012 di Thailand pada September 2011.

Namun, Tim Garuda Muda gagal lolos ke putaran final. Tergabung di Grup G, Timnas Indonesia U-16 hanya mampu menghuni peringkat ketiga dengan poin sembilan hasil dari tiga kemenangan dan dua kali kalah.

Proses Seleksi Tak Jelas
Para pemain Timnas Indonesia U-19 serius mendengarkan arahan pelatih Indra Sjafri di Paju Football Center, Korea Selatan, 2/11/2017). Indonesia akan melawan Korea Selatan Sabtu 4 November 2017.(Bola.com/Dok.PSSI/Bandung Saputra)
Kegagalan Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala Asia 2012 tidak lepas dari buruknya proses seleksi pemain. Indra Sjafri menyebut ketika itu parameter dalam seleksi pemain tidak jelas karena hanya didominasi pemain yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

“Ketika di awal melatih timnas pada 2011, saya gagal. Tetapi, saya tidak dipecat, mungkin itu takdir dan keberkahan untuk saya. Awalnya, tim nasional itu terdiri dari pemain-pemain yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya,” kata Indra Sjafri.

“Dari 56 pemain yang diberikan kepada saya pada Februari 2011, hampir 90 persen adalah anak-anak dari Jakarta dan sekitarnya. Tidak jelas parameter pemilihan pemain karena sama sekali tidak berdasarkan level dunia, Asia, bahkan Asia Tenggara.”

“Hanya dua dari 56 itu yang lanjut menjalani karier di sepak bola, yaitu Hargianto dan Bagas Adi,” tutur mantan pelatih Bali United tersebut.

Baca Juga   :Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

Melakukan Blusukan
Kegagalan pada kualifikasi Piala Asia U-16 2012 membuat Indra Sjafri melakukan evaluasi. Dia akhirnya melakukan blusukan ke-34 provinsi di Tanah Air untuk menemukan bakat-bakat pesepak bola muda Indonesia.

Indra Sjafri berhasil mendapatkan pemain-pemain berkualitas yang berasal dari penjuru Indonesia. Mulai Zulfiandi (Aceh), Hendra Sandi (Aceh), Paulo Sitanggang (Sumatra Utara), Hansamu Yama (Jawa Timur), Evan Dimas (Jawa Timur), hingga Ilham Udin Armaiyn (Ternate).

Berkat tangan dingin Indra Sjafri, nama-nama tersebut menjadi tumpuan Timnas Indonesia U-19. Menerapkan gaya bermain Pepepa (umpan pendek-pendek-panjang), Tim Garuda Muda berhasil menjuarai Piala AFF U-19 2013.

“Setelah saya melakukan evaluasi, di situ saya merasa ada yang tidak benar. Masak tim sepak bola Indonesia hanya dari Jakarta dan sekitarnya, itu tidak memperlihatkan ke Indonesiaan,” ucap Indra Sjafri.

“Saya akhirnya blusukan dari Sabang sampai Merauke ke-34 provinsi, hingga akhirnya terbentuk Evan Dimas Cs. Itu benar-benar menunjukkan ke Indonesiaan karena ada pemain dari Aceh hingga Papua,” jelasnya.

“Memang tidak mewakili semua provinsi, tetapi ada keadilan dalam pembentukan tim, ada kejujuran dan parameter nya jelas. Hingga akhirnya timnas yang saya bentuk berhasil menjadi juara,” lanjutnya.

Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di Timnas

Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di Timnas

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di TImnas. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di TImnas

Indra Sjafri akhirnya buka suara perihal penunjukkan dirinya sebagai Direktur Teknik PSSI, yang memantik isu-isu negatif. Pelatih asal Sumatra Barat itu menyebut dirinya sudah sejak Desember 2019, menerima tawaran tersebut.Indra Sjafri secara mendadak dimutasi sebagai Direktur Teknik PSSI pada pertengahan Februari 2020. PSSI berdalih Indra Sjafri bisa membantu kinerja Danurwindo, yang selama ini terganggu dengan kesehatannya.Namun, penunjukkan itu belakangan menimbulkan isu-isu negatif. Mulai Indra Sjafri yang dianggap tidak cocok dengan Shin Tae-yong, dan juga adanya isu pemain titipan di Timnas Indonesia.

“Jadi setelah SEA Games, bahkan ketika SEA Games, Ketua Umum PSSI sudah menawari saya untuk posisi itu. Baru saya iyakan setelah SEA Games,” kata Indra Sjafri di Jakarta, Senin (24/2/2020).”Beliau memiliki beberapa wacana untuk membantu kinerja PSSI. Alternatif-alternatifnya itu disampaikan ke saya,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu.Indra Sjafri mengaku merasa tertantang dengan jabatan barunya di PSSI. Menurut Indra, ini merupakan kesempatan yang tak boleh disia-siakan demi mencari pengalaman baru.”Untuk saya, jabatan ini membuat tambahan bagi proses untuk lebih memahami sepak bola secara utuh. Selama ini kan saya hanya di lapangan sejak 2011 sampai sekarang, saya masuk ke pekerjaan yang saya suka. Saya pikir ini menantang,” kata Indra Sjafri.

Indra Sjafri mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun sebagai Direktur Teknik PSSI. Indra yakin bisa menuntaskan tugas yang diamanatkan kepadanya.”Kita tidak pernah bisa meramal apa yang terjadi di depan. Tapi, setiap pekerjaan yang diberikan ke saya, kan tidak pernah tidak saya tuntaskan. Saya selalu semangat untuk pantang menyerah,” tegas eks pelatih Timnas Indonesia U-22 itu.Hanya enam dari 34 pemain yang diyakini murni pilihan Shin Tae-yong pada pemusatan latihan (training centre) Timnas Indonesia, yang berakhir pada Minggu (23/2/2020). Sisanya, merupakan rekomendasi dari asisten pelatih lokal seperti Indra Sjafri.

Empat dari enam pemain tersebut adalah Muhammad Adi Satrio, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan Alif, dan Irfan Jauhari. Keempatnya pemain Timnas Indonesia U-19 yang dilatih Shin Tae-yong saat TC di Chiang Mai, Thailand, pada akhir Januari lalu.Dua nama lainnya adalah Asep Berlian dan Koko Ari Araya. Keduanya merupakan hasil pantauan Shin Tae-yong di Piala Gubernur Jatim 2020. Asep dan Koko Ari baru bergabung dengan TC Timnas Indonesia pada hari ketiga.”Jujur, kemampuan keempat pemain Timnas Indonesia U-19 ini tidak sehebat pemain senior. Namun, di Thailand, mereka mampu menunjukkan kualitas. Saya memanggil mereka untuk mempersiapkan mereka juga menyongsong Piala Dunia U-20 2021 dan meningkatkan kualitas keempatnya,” ujar Shin Tae-yong, bicara seputar penyebab pemanggilan empat pemain timnas U-19 ke TC Timnas Indonesia, Jumat (21/2/2020).

Setelah Timnas Indonesia dihabisi Persita Tangerang 1-4 pada partai uji coba di Stadion Madya, Jumat (21/2/2020), Shin Tae-yong mengungkapkan ia disodori 75 pemain oleh asisten pelatih lokalnya, sebelum dikerucutkan menjadi 34 nama untuk TC pada 13-23 Februari 2020.”Pemain yang mengikuti TC Timnas Indonesia sebenarnya bukan pilihan saya, tapi asisten pelatih lokal. Setelah itu, saya sengaja mengadakan pertandingan uji coba ini untuk melihat kelebihan dan kekurangan pemain. Saya sudah melihatnya dan tahu kemampuan merekan,” jelas Shin Tae-yong.”TC kali ini sangat berguna untuk saya. Pelatih lokal memberikan data 75 pemain. Setelah diskusi, kami pilih 34 nama. Melalui TC ini, saya banyak mengetahui kemampuan pemain,” tuturnya.

Baca Juga : Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Rekomendasi dari pelatih lokal, termasuk dari Indra Sjafri, adalah hal yang wajar. Pasalnya, Shin Tae-yong belum genap dua bulan berada di Indonesia. Pelatih berusia 50 tahun ini bisa jadi masih awam dengan kemampuan pemain.Pada hari pertama TC Timnas Indonesia, 13 Februari lalu, Indra Sjafri tidak muncul. Padahal, mantan pelatih Bali United ini seharusnya menemani Shin Tae-yong selama latihan.Indra Sjafri telah mendampingi Shin Tae-yong sejak TC Timnas Indonesia U-19 di Thailand. Dari kabar yang beredar, keduanya terlibat kesalahpahaman yang berujung perselisihan.

Namun, Indra Sjafri membantah dan PSSI membuat klarifikasi mengenai absennya Indra Sjafri pada TC Timnas Indonesia. Pria berusia 57 tahun itu diangkat sebagai Direktur Teknik PSSI, menggeser Danurwindo.Kabar yang menyebutkan bahwa Indra Sjafri akan menduduki posisi sebagai Direktur Teknik Bhayangkara FC menuai reaksi dari Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. Pria yang karib dipanggil Iwan Bule ini menolak keras kemungkinan tersebut.Iwan Bule baru saja mengangkat Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI menggantikan Danurwindo. Sebelumnya, pria berusia 56 tahun ini merupakan asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

Iwan Bule bahkan sempat terkejut saat mendengar bahwa Indra Sjafri diincar Bhayangkara FC untuk mengisi pos direktur teknik. “Kabar dari mana itu. Tidak bisa. Saya belum dengar malah,” ujar Iwan Bule.Bhayangkara FC berniat untuk menunjuk Indra Sjafri sebagai direktur teknik tim sebagai penerus Yeyen Tumena. Namun, larangan dari Iwan Bule dapat membuat tim berjulukan The Guardian ini pusing tujuh keliling.”Saya sudah memutuskan. Saya pikir, dia jadi Direktur Teknik PSSI saja tak usah yang lain. Bhayangkara FC mencari orang lain saja,” kata Iwan Bule.”Saya butuh Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI untuk berdiskusi setiap harinya. Komunikasi kami berjalan terus. Dia harus full time di PSSI,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) tersebut.

Iwan Bule enggan konsentrasi Indra Sjafri terpecah jika rangkap jabatan baik di Timnas Indonesia dan Bhayangkara FC. Terlebih, mantan pelatih Bali United ini disebutnya sangat dibutuhkan oleh PSSI untuk menemani Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.”Saya sudah klop dengan Indra Sjafri sebab tak ada kandidat lain untuk menjadi Direktur Teknik PSSI. Danurwindo sudah sepuh jadi kesulitan untuk menemani Shin Tae-yong saat pertemuan,” imbuh Iwan Bule.”Shin Tae-yong sempat bertanya ke kami kenapa Danurwindo jarang hadir pada pertemuan. Satu sisi, kami tak bisa memaksakan Danurwindo. Maka dari itu, kami percaya Indra Sjafri,” jelasnya.

Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Tiga pemain Persebaya Surabaya sudah bergabung dengan tim setelah mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia. Ketiganya adalah Hansamu Yama Pranata, Koko Ari Araya, dan Rachmat Irianto.Namun, menurut pelatih Persebaya, Aji Santoso, ketiga pemain tersebut masih harus beradaptasi lagi dengan tim. Terutama terkait sentuhan bola yang sedikit menurun.”Saya lihat pemain-pemain yang di timnas setelah satu minggu tidak latihan dengan tim kayaknya perlu sedikit adaptasi lagi,” kata Aji Santoso, Senin (24/2/2020).Menurut arsitek asal Malang tersebut, menurunnya sentuhan pemain karena selama di timnas mereka ditempa fisiknya. Dan, kata dia, hal itu wajar.

“Di jakarta kemarin mungkin kayaknya menekankan kondisi fisik, kalau saat latihan fisik sentuhan menurun itu normal,” Aji menambahkan.Lebih lanjut, kata Aji, tiga pemain tersebut sedikit kaku saat memegang bola. Tapi, dia yakin dalam waktu yang tidak lama sudah kembali nyetel.”Mungkin dua tiga hari mulai normal,” tegas mantan juru taktik Arema FC tersebut.Seperti diketahui, Hansamu Yama dan Rachmat Irianto bergabung dengan timnas sejak 13 Februari. Sementara Koko Araya bergabung tiga hari setelahnya.Kakang Rudianto menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di Garuda Select angkatan kedua. Selama menjalani rangkaian uji coba di Inggris, ia mencatatkan waktu bermain terbanyak dengan 766 menit.

Di balik penampilannya yang apik, Kakang ternyata punya panutan. Sebagai seorang bek tengah, ia sangat mengidolai pemain Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata.”Sebagai pemain belakang, Hansamu mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik untuk rekan setimnya, terutama lini belakang,” ujar Kakang, dalam rilis yang diterima .Hansamu memang dikenal sebagai pemain bertahan yang lugas dan tanpa kompromi saat berduel dengan penyerang lawan. Melihat permainan Kakang bersama Garuda Select yang sepintas memiliki gaya yang sama, rasanya wajar jika ia mengidolainya.

Baca Juga : Sejarah dan Tips Mesin Slot Joker123 Gaming Online

Soal Van Dijk
Selain Hansamu, Kakang juga punya sosok lain di level internasional. Pilihannya jatuh pada bek Liverpool asal Belanda, Virgil van Dijk.”Saya mengagumi Virgil van Dijk karena selain tangguh dalam duel perebutan bola, ia selalu tampil tenang dan dapat mengambil keputusan yang tepat,” imbuh Kakang.Adapun, kakang sempat absen ketika Garuda Select menghadapi Torino U-17 di Lapangan Lascaris, Turin, Rabu (8/1/2020). Namun, ia diprediksi akan diturunkan saat melawan Juventus U-17 di Vinovo, pada 16 Januari mendatang.Kemenangan berhasil diraih Garuda Select pada laga uji coba pertama di Italia melawan Torino U-17. Pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Lascaris, Turin, Rabu (8/1/2020) waktu setempat, tim racikan duet Dennis Wise dan Des Walker itu menang telak 3-0.Salah satu pemain yang mencuri perhatian tim pelatih pada laga tersebut ialah sang kapten, David Maulana. Pasalnya, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu terlibat dalam proses terciptanya dua dari tiga gol Garuda Select.

Pertama, tendangan akuratnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau kiper Torino U-17, Ramon Virano. Kedua, David dengan jeli mengirim bola ke Rafli Asrul yang berdiri dalam posisi strategis, dan langsung menyontek bola.“David tampil sangat luar biasa. Sejak kembali bergabung, perlahan tapi pasti kualitasnya terus meningkat. Di pertandingan ini umpan-umpannya sangat bagus meskipun kualitas lapangan di sini sangat buruk. Saya senang melihat apa yang sudah ia lakukan sejauh ini,” ujar Dennis Wise.

Komentar David
Sementara itu kata David, penampilan apiknya pada laga tersebut tak lepas dari bagusnya permainan timnya. Umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi skema andalan sejak awal pertandingan berfungsi dengan baik dan membuat lini belakang Torino U-17 kerepotan.“Kami bermain sangat baik di pertandingan kali ini. Saya melihat pemain yang lain juga menikmati pertandingan. Tidak ada beban di mata mereka. Gol yang saya cetak juga berkat kinerja pemain yang lain,” imbuh David.Kemenangan atas Torino U-17 jadi modal bagus jelang laga uji coba melawan Juventus U-17. Rencananya, pertandingan tersebut bakal digelar di Juventus Training Center, Vinovo, pada 16 Januari mendatang.

Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia Dan Sport Science

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia U-19 fokus menjalani pemusatan latihan di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand. Memasuki hari ketiga, Kamis (23/1/2020), tim pelatih memanfaatkan teknologi sport science berupa alat GPS Sport Vest di dada setiap pemain.”Dalam pemusatan latihan ini kami menerapkan program untuk meningkatkan daya tahan fisik pemain, seperti yang saya katakan di awal saya menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia, saya akan fokus di situ. Saya juga mendatangkan tim fisik dari Korea Selatan,” ujar manajer pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong dinukil dari laman PSSI”Kami juga mengadakan tes fisik untuk pemain. Hasilnya memuaskan. Akan terus ditingkatkan sepanjang pemusatan latihan di sini. Penggunaan GPS untuk tes fisik juga digunakan,” tutur Shin Tae-yong.

Penggunaan alat GPS Sport Vest itu merupakan hasil kerja sama Australian Institute of Sport (AIS) dan Cooperative Research Centres (CRC). Awalnya, teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan performa atlet Australia.GPS Sport Vest pertama kali diperkenalkan di Melboune, Australia pada 2006. Alat ini berbentuk kotak yang diletakkan pada bagian belakang GPS Sport Vest.Alat ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan pemain, jarak tempuh berlari, dan kecepatan. Data-data tersebut nantinya dikirim ke aplikasi yang terhubung di smartphone.Di bawah kendali Shin Tae-yong, Timnas Indonesia U-19 akan mengoptimalkan teknologi yang berkembang di sepak bola, untuk menunjang latihan.

Baca Juga :Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Penggunaan GPS Sport Vest
GPS Sport Vest berguna untuk mengukur kemampuan seorang pemain dalam mengikuti sesi latihan. Alat ini bisa meningkatkan performa seorang pemain, meminimalkan cedera, dan mendukung proses pemulihan cedera.Biasanya, dalam satu tim tak semua pemain menggunakan alat tersebut. Namun, karena ini pemusatan latihan pertama untuk semua pemain hasil seleksi, maka tim pelatih Timnas Indonesia U-19 memasangnya di semua pemain.Staf pelatih juga memiliki tenaga yang lengkap, mulai pelatih fisik, dokter, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan bagian peneliti.Tujuannya adalah secara bersama mewujudkan program latihan, atau sebuah materi, untuk membentuk skuat yang fit, bugar, dan bebas cedera dalam menghadapi pertandingan.Selain penjelasan di atas, latihan lain juga diberikan oleh Shin Tae-yong beserta jajaran pelatih lainnya. Latihan dasar, seperti passing dan juga latihan bebas selama kurang lebih 10 menit.

 

Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

ligaindonesia.asia Sebagai manajer baru untuk timnas Indonesia,mulai menunjukan taringnya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, mulai menunjukkan kualitasnya sebagai manager. Sejumlah manuver menggelitik dilakukan Shin Tae-yong untuk membuat Timnas Indonesia U-19 tampil sesuai ekspektasi.Shin Tae-yong resmi mejabat sebagai pelatih kepada di Timnas Indonesia pada akhir Desember 2019. Saat ini, Shin tengah disibukkan membina Timnas Indonesia U-19.Para pemain Garuda Nusantara bakal mencicipi sejumlah laga uji coba melawan tim-tim lokal Thailand hingga Korea Selatan. PSSI memproyeksi hingga 1 Februari, Timnas Indonesia U-19 setidaknya menjalani enam kali laga uji coba.

Shin Tae-yong mengaku cukup terkejut dengan skuat binaan Fakhri Huasini tersebut. Meski mereka telah lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2020, komposisi Garuda Muda itu dinilainya tidak begitu spesial. Mereka dianggap masih butuh binaan lebih lanjut untuk bisa mengoptimalkan kemampuan.Mengacu pada hal tersebut, Shin Taeyong mulai menerapkan kebijakan untuk memperbaiki performa pemain Timnas Indonesia U-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan sejumlah kebijakan baru.Jika Anda penasaran dengan kebijakan menggelitik ala Shin Tae-yong.

1. Aturan Makan
Shin Tae-yong dikabarkan mulai membatasi asupan makanan tak bergizi untuk pemain Timnas Indonesia U-19. Di sepanjang TC di Chiang Mai, para pemain Tim Garuda Muda tak boleh makan sembarangan.Mereka dilarang menyantap makanan goreng-gorengan. Kebijakan itu bukan tanpa alasan. Gorengan biasanya mengandung kalori tinggi.Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin berat badan pemain Timnas Indonesia U-19 akan mudah naik. Padahal, gorengan merupakan makanan yang memiliki godaan tersendiri, apalagi untuk warga Indonesia. Kebijakan tersebut bakal menjadi tantangan untuk Bagas Kahfa ddk.

Baca Juga : Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

2. Batasi Media Sosial
Shin Tae-yong mengaku tidak punya akun media sosial, termasuk Instagram, Twitter, dan sebagainya. Bukan apa-apa. Menurut Shin Tae-yong, beraktivitas di media sosial dapat mengganggu konsentrasinya.Kebijakan itu juga yang diterapkan Shin kepada pemain Timnas Indonesia U-19. Aturan diyakini bakal semakin ketat jelang pertandingan. Para pemain bahkan dilarang untuk beredar di lini masa. “Jujur, saya sama sekali tidak menggunakan media sosial. Oleh karena itu, saya bisa fokus ke pertandingan,” ujar Shin Tae-yong disadur dari wawancaranya dengan PSSI.”Jadi ini juga menjadi pesan kepada pemain. Untuk tidak bermain media sosial saat menjelang pertandingan,” jelasnya.

3. Ajari Teknik Dasar Terlebih Dahulu
Bukan hanya soal kebijakan, Shin tae-yong juga melakukan manuver tentang teknik melatihnya. Alih-alih mengajari teknik baru kepada pemain Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong justru menyuruh mereka memahami teknik dasar terlebih dahulu.”Kami fokus menjalani sesi latihan bagaimana para pemain nanti bisa mengoper bola dengan baik dan benar. Baik umpan pendek atau panjang,” ungkap Shin Tae-yong.Keputusan Shin tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemain harus ahli dalam teknik dasar sebagai modal improvisai teknik lanjutan.

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

ligaindonesia.asia Pelatih Persib,Robert Alberts menyetujui perpanjangan kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Persib Bandung resmi memperpanjang kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh, setelah mendapat rekomendasi pelatih Robert Alberts.Robert menyebut, Vizcarra dan Zola merupakan dua pemain yang masuk skema untuk Liga 1 2020 yang rencananya digelar pada awal Maret nanti”Vizcarra sudah perpanjang kontrak dan Zola juga. Mereka memang sudah menjadi kerangka tim. Apalagi Zola adalah talenta dari Bandung dan kami ingin menjaga para talenta lokal,” jelas Robert usai memimpin sesi latihan di lapangan SPOrT Arcamanik, Bandung, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga : Persib Uji Coba Match 6 Kali

Sementara, untuk dua pemain asal Brasil, Wander Luiz dan Joel Vinicius, pelatih asal Belanda ini akan memutuskan pada saat yang tepat.”Ketika kami berlatih di Arcamanik, tidak adil untuk menentukan nasib pemain hanya dari satu pertandingan. Kami masih memberi waktu untuk menentukan apakah mereka cukup baik untuk Persib atau tidak,” papar Robert.”Kami butuh waktu lebih karena tidak ingin salah merekrut, apalagi musim ini target Persib Bandung juara,” tambah Robert.Wander Luiz dan Joel Vinicius dikabarkan sudah teken kontrak dengan Persib, atas rekomenasi Robert. Persib membutuhkan pemain setelah kehilangan striker andalan Ezechiel N’douassel yang memilih mundur dengan alasan ingin mencari suasana baru.Namun, manajemen belum membenarkan kabar tersebut. Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, mengatakan, dua pemain itu masih menjalani trial.

Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

ligaindonesia.asia Angggota Menpora,Titip pesan seandainya Shin Tae Yong Resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

Menpora Zainudin Amali menyampaikan pesan kepada PSSI dan masyarakat jika Shin Tae yong jadi pelatih Timnas Indonesia. Jangan di-bully.Menteri asal Gorontalo itu berkaca pada kasus-kasus sebelumnya terkait pelatih Timnas. Ketika satu pelatih dianggap gagal maka pelatih itu langsung diusir, bahkan di-bully. Yang terbaru menimpa Simon McMenemy.

Baru saja, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menyebut PSSI telah sepakat Tae-yong menjadi pelatih baru skuat Garuda. Dia bilang pengesahan tinggal menunggu teken kontrak pekan depan.Keputusan PSSI itu direspons positif oleh Amali. Kepada netizen, dia berpesan agar mendukung Tae-yong, jangan sedikit-sedikit melontarkan kritik. Termasuk, jika Tae-yong bertindak keras kepada pemain”Nah, itu keras. Mental masyarakat kita harus disiapkan. Jangan sampai begitu dia keras (kemudian) media sosial main, wah ini keras, ini usir orang asing, kan biasa begitu. Nah, tak boleh begitu. Jika kita ingin bagus,” kata Amali di Media Center Kemenpora, Senin (23/12/2019).

Baca Juga : Persib Tandangi Borneo Dalam Rumah

“(Untuk itu) masyarakat kita juga harus diberi pengertian karena karakter pelatih Korea keras baik dalam ucapan maupun dalam tindakan. Jangan sampai begitu dalam perjalanan kepelatihannya ada yang agak dikerasin, kemudian kita demi rasa nasionalisme terus mem-bully. Wah ini usir, ini apa, biasanya seperti itu. Nah, itu tolong jangan sampai karena dia maunya baik,” dia mengimbau.Tak hanya itu, Amali berkeyakinan, Tae-yong bakal memberi perubahan positif bagi Timnas Indonesia. Tapi, memang tak bisa instan.”Vietnam itu sepuluh tahun dilatih keras seperti itu. Nah, mental anak-anak, kecepatan, power-nya, saya punya keyakinan seandainya Tae-yong terpilih,” dia menuturkan.

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

ligaindonesia.asia – Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menilai timnya sering telat panas ketika tampil pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung Indosiar. Pasalnya Green Force selalu tertinggal pada babak pertama.

Menurut juru taktik yang akrab disapa Djanur ini, kondisi tersebut akan menjadi salah satu yang akan dievaluasi menjelang babak delapan besar. Sebab, ia menganggap terlalu berbahaya, jika Persebaya selalu tertinggal lebih dulu.

“Kurang panas, betul kita akui, bahkan selalu ketinggalan, lawan Serui ketinggalan 2-0, lawan Persib ketinggalan 1-0,” ungkap Djanur usai latihan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Selasa (19/03).

“Itu termasuk salah satu yang akan dievaluasi, tidak boleh terlena,” tegas mantan aristek Persib Bandung.

Baca juga : Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Namun, sekalipun selalu tertinggal lebih dulu, Persebaya sebenarnya tetap bisa mengatasi dengan melakukan comeback pada babak kedua. Tapi Djanur, tetap tidak ingin kondisi seperti itu kembali terjadi pada pertandingan selanjutnya.

“Walaupun kita ada kebangkitan, tapi saya pikir terlalu riskan, kalau bisa kita harus siap dari awal,” jelas pelatih asal Majalengka ini.

Salah satu yang akan dilakukan untuk mencegah kebobolan pada babak pertama, Djanur akan membenahi pertahanan. Meskipun ia tidak menampik bakal adanya perubahan komposisi setelah kembalinya beberapa pemain dari timnas.

Kemasukan empat gol dari tiga pertandingan yang membuat Djanur merasa perlu untuk membenahi lini belakang. Terlebih tiga diantaranya terjadi pada babak pertama.

“Walaupun orangnya selalu berbeda, akan datang orang-orang dari timnas, tapi tetap harus kita drill,” tandasnya.

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

ligaindonesia.asia – Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, PSSI kembali melakukan pergantian pucuk pimpinan. Jika sebelumnya jabatan Pelaksana Tugas [Plt] Ketua Umum PSSI dijabat oleh Joko Driyono, maka kini jabatan tersebut beralih ke tangan Gusti Randa.

Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, menjabat Plt Ketua PSSI menggantikan posisi Edy Rahmayadi. Pergantian itu terjadi pada Februari 2019 lalu dalam forum Kongers PSSI di Bali. Namun, Jokdri kini berstatus non aktif dan digantikan oleh Gusti Randa.

“Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini,” kata Gusti kepada wartawan, Selasa,(19/3/2019).

Gusti menyebut ada dua tugas berat yang akan dia tanggung dalam kapasitas sebagai Plt Ketua PSSI. Dua tersebut yakni menyiapkan kompetisi musim 2019 dan juga menggelar Kongers Luar Biasa [KLB]. Gusti akan melakukan koordinasi dengan Komite Eksekutif guna mematangkan dua agenda tersebut.

Baca juga : Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

“Saya ingin memastikan Liga 1 on the track. Karena waktu sudah dekat. Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum,” ucap Gusti Randa.

Sebelumnya, Gusti Randa juga menjabat sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi di Indonesia. Gusti mengemban jabatan tersebut berdasar pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedua PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 28 Februari 2019.

Sementara itu, Joko Driyono sendiri saat ini terlibat dalam sejumlah kasus hukum. Pria asal Ngawi tersebut menjadi tersangka dalam kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola