Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di Timnas

Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di Timnas

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di TImnas. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Indra Sjafri Akan Rangkap Jabatan Di TImnas

Indra Sjafri akhirnya buka suara perihal penunjukkan dirinya sebagai Direktur Teknik PSSI, yang memantik isu-isu negatif. Pelatih asal Sumatra Barat itu menyebut dirinya sudah sejak Desember 2019, menerima tawaran tersebut.Indra Sjafri secara mendadak dimutasi sebagai Direktur Teknik PSSI pada pertengahan Februari 2020. PSSI berdalih Indra Sjafri bisa membantu kinerja Danurwindo, yang selama ini terganggu dengan kesehatannya.Namun, penunjukkan itu belakangan menimbulkan isu-isu negatif. Mulai Indra Sjafri yang dianggap tidak cocok dengan Shin Tae-yong, dan juga adanya isu pemain titipan di Timnas Indonesia.

“Jadi setelah SEA Games, bahkan ketika SEA Games, Ketua Umum PSSI sudah menawari saya untuk posisi itu. Baru saya iyakan setelah SEA Games,” kata Indra Sjafri di Jakarta, Senin (24/2/2020).”Beliau memiliki beberapa wacana untuk membantu kinerja PSSI. Alternatif-alternatifnya itu disampaikan ke saya,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu.Indra Sjafri mengaku merasa tertantang dengan jabatan barunya di PSSI. Menurut Indra, ini merupakan kesempatan yang tak boleh disia-siakan demi mencari pengalaman baru.”Untuk saya, jabatan ini membuat tambahan bagi proses untuk lebih memahami sepak bola secara utuh. Selama ini kan saya hanya di lapangan sejak 2011 sampai sekarang, saya masuk ke pekerjaan yang saya suka. Saya pikir ini menantang,” kata Indra Sjafri.

Indra Sjafri mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun sebagai Direktur Teknik PSSI. Indra yakin bisa menuntaskan tugas yang diamanatkan kepadanya.”Kita tidak pernah bisa meramal apa yang terjadi di depan. Tapi, setiap pekerjaan yang diberikan ke saya, kan tidak pernah tidak saya tuntaskan. Saya selalu semangat untuk pantang menyerah,” tegas eks pelatih Timnas Indonesia U-22 itu.Hanya enam dari 34 pemain yang diyakini murni pilihan Shin Tae-yong pada pemusatan latihan (training centre) Timnas Indonesia, yang berakhir pada Minggu (23/2/2020). Sisanya, merupakan rekomendasi dari asisten pelatih lokal seperti Indra Sjafri.

Empat dari enam pemain tersebut adalah Muhammad Adi Satrio, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan Alif, dan Irfan Jauhari. Keempatnya pemain Timnas Indonesia U-19 yang dilatih Shin Tae-yong saat TC di Chiang Mai, Thailand, pada akhir Januari lalu.Dua nama lainnya adalah Asep Berlian dan Koko Ari Araya. Keduanya merupakan hasil pantauan Shin Tae-yong di Piala Gubernur Jatim 2020. Asep dan Koko Ari baru bergabung dengan TC Timnas Indonesia pada hari ketiga.”Jujur, kemampuan keempat pemain Timnas Indonesia U-19 ini tidak sehebat pemain senior. Namun, di Thailand, mereka mampu menunjukkan kualitas. Saya memanggil mereka untuk mempersiapkan mereka juga menyongsong Piala Dunia U-20 2021 dan meningkatkan kualitas keempatnya,” ujar Shin Tae-yong, bicara seputar penyebab pemanggilan empat pemain timnas U-19 ke TC Timnas Indonesia, Jumat (21/2/2020).

Setelah Timnas Indonesia dihabisi Persita Tangerang 1-4 pada partai uji coba di Stadion Madya, Jumat (21/2/2020), Shin Tae-yong mengungkapkan ia disodori 75 pemain oleh asisten pelatih lokalnya, sebelum dikerucutkan menjadi 34 nama untuk TC pada 13-23 Februari 2020.”Pemain yang mengikuti TC Timnas Indonesia sebenarnya bukan pilihan saya, tapi asisten pelatih lokal. Setelah itu, saya sengaja mengadakan pertandingan uji coba ini untuk melihat kelebihan dan kekurangan pemain. Saya sudah melihatnya dan tahu kemampuan merekan,” jelas Shin Tae-yong.”TC kali ini sangat berguna untuk saya. Pelatih lokal memberikan data 75 pemain. Setelah diskusi, kami pilih 34 nama. Melalui TC ini, saya banyak mengetahui kemampuan pemain,” tuturnya.

Baca Juga : Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Rekomendasi dari pelatih lokal, termasuk dari Indra Sjafri, adalah hal yang wajar. Pasalnya, Shin Tae-yong belum genap dua bulan berada di Indonesia. Pelatih berusia 50 tahun ini bisa jadi masih awam dengan kemampuan pemain.Pada hari pertama TC Timnas Indonesia, 13 Februari lalu, Indra Sjafri tidak muncul. Padahal, mantan pelatih Bali United ini seharusnya menemani Shin Tae-yong selama latihan.Indra Sjafri telah mendampingi Shin Tae-yong sejak TC Timnas Indonesia U-19 di Thailand. Dari kabar yang beredar, keduanya terlibat kesalahpahaman yang berujung perselisihan.

Namun, Indra Sjafri membantah dan PSSI membuat klarifikasi mengenai absennya Indra Sjafri pada TC Timnas Indonesia. Pria berusia 57 tahun itu diangkat sebagai Direktur Teknik PSSI, menggeser Danurwindo.Kabar yang menyebutkan bahwa Indra Sjafri akan menduduki posisi sebagai Direktur Teknik Bhayangkara FC menuai reaksi dari Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. Pria yang karib dipanggil Iwan Bule ini menolak keras kemungkinan tersebut.Iwan Bule baru saja mengangkat Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI menggantikan Danurwindo. Sebelumnya, pria berusia 56 tahun ini merupakan asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

Iwan Bule bahkan sempat terkejut saat mendengar bahwa Indra Sjafri diincar Bhayangkara FC untuk mengisi pos direktur teknik. “Kabar dari mana itu. Tidak bisa. Saya belum dengar malah,” ujar Iwan Bule.Bhayangkara FC berniat untuk menunjuk Indra Sjafri sebagai direktur teknik tim sebagai penerus Yeyen Tumena. Namun, larangan dari Iwan Bule dapat membuat tim berjulukan The Guardian ini pusing tujuh keliling.”Saya sudah memutuskan. Saya pikir, dia jadi Direktur Teknik PSSI saja tak usah yang lain. Bhayangkara FC mencari orang lain saja,” kata Iwan Bule.”Saya butuh Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI untuk berdiskusi setiap harinya. Komunikasi kami berjalan terus. Dia harus full time di PSSI,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) tersebut.

Iwan Bule enggan konsentrasi Indra Sjafri terpecah jika rangkap jabatan baik di Timnas Indonesia dan Bhayangkara FC. Terlebih, mantan pelatih Bali United ini disebutnya sangat dibutuhkan oleh PSSI untuk menemani Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.”Saya sudah klop dengan Indra Sjafri sebab tak ada kandidat lain untuk menjadi Direktur Teknik PSSI. Danurwindo sudah sepuh jadi kesulitan untuk menemani Shin Tae-yong saat pertemuan,” imbuh Iwan Bule.”Shin Tae-yong sempat bertanya ke kami kenapa Danurwindo jarang hadir pada pertemuan. Satu sisi, kami tak bisa memaksakan Danurwindo. Maka dari itu, kami percaya Indra Sjafri,” jelasnya.

Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pemain Persebaya Comeback Dari Timnas

Tiga pemain Persebaya Surabaya sudah bergabung dengan tim setelah mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia. Ketiganya adalah Hansamu Yama Pranata, Koko Ari Araya, dan Rachmat Irianto.Namun, menurut pelatih Persebaya, Aji Santoso, ketiga pemain tersebut masih harus beradaptasi lagi dengan tim. Terutama terkait sentuhan bola yang sedikit menurun.”Saya lihat pemain-pemain yang di timnas setelah satu minggu tidak latihan dengan tim kayaknya perlu sedikit adaptasi lagi,” kata Aji Santoso, Senin (24/2/2020).Menurut arsitek asal Malang tersebut, menurunnya sentuhan pemain karena selama di timnas mereka ditempa fisiknya. Dan, kata dia, hal itu wajar.

“Di jakarta kemarin mungkin kayaknya menekankan kondisi fisik, kalau saat latihan fisik sentuhan menurun itu normal,” Aji menambahkan.Lebih lanjut, kata Aji, tiga pemain tersebut sedikit kaku saat memegang bola. Tapi, dia yakin dalam waktu yang tidak lama sudah kembali nyetel.”Mungkin dua tiga hari mulai normal,” tegas mantan juru taktik Arema FC tersebut.Seperti diketahui, Hansamu Yama dan Rachmat Irianto bergabung dengan timnas sejak 13 Februari. Sementara Koko Araya bergabung tiga hari setelahnya.Kakang Rudianto menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di Garuda Select angkatan kedua. Selama menjalani rangkaian uji coba di Inggris, ia mencatatkan waktu bermain terbanyak dengan 766 menit.

Di balik penampilannya yang apik, Kakang ternyata punya panutan. Sebagai seorang bek tengah, ia sangat mengidolai pemain Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata.”Sebagai pemain belakang, Hansamu mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik untuk rekan setimnya, terutama lini belakang,” ujar Kakang, dalam rilis yang diterima .Hansamu memang dikenal sebagai pemain bertahan yang lugas dan tanpa kompromi saat berduel dengan penyerang lawan. Melihat permainan Kakang bersama Garuda Select yang sepintas memiliki gaya yang sama, rasanya wajar jika ia mengidolainya.

Baca Juga : Sejarah dan Tips Mesin Slot Joker123 Gaming Online

Soal Van Dijk
Selain Hansamu, Kakang juga punya sosok lain di level internasional. Pilihannya jatuh pada bek Liverpool asal Belanda, Virgil van Dijk.”Saya mengagumi Virgil van Dijk karena selain tangguh dalam duel perebutan bola, ia selalu tampil tenang dan dapat mengambil keputusan yang tepat,” imbuh Kakang.Adapun, kakang sempat absen ketika Garuda Select menghadapi Torino U-17 di Lapangan Lascaris, Turin, Rabu (8/1/2020). Namun, ia diprediksi akan diturunkan saat melawan Juventus U-17 di Vinovo, pada 16 Januari mendatang.Kemenangan berhasil diraih Garuda Select pada laga uji coba pertama di Italia melawan Torino U-17. Pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Lascaris, Turin, Rabu (8/1/2020) waktu setempat, tim racikan duet Dennis Wise dan Des Walker itu menang telak 3-0.Salah satu pemain yang mencuri perhatian tim pelatih pada laga tersebut ialah sang kapten, David Maulana. Pasalnya, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu terlibat dalam proses terciptanya dua dari tiga gol Garuda Select.

Pertama, tendangan akuratnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau kiper Torino U-17, Ramon Virano. Kedua, David dengan jeli mengirim bola ke Rafli Asrul yang berdiri dalam posisi strategis, dan langsung menyontek bola.“David tampil sangat luar biasa. Sejak kembali bergabung, perlahan tapi pasti kualitasnya terus meningkat. Di pertandingan ini umpan-umpannya sangat bagus meskipun kualitas lapangan di sini sangat buruk. Saya senang melihat apa yang sudah ia lakukan sejauh ini,” ujar Dennis Wise.

Komentar David
Sementara itu kata David, penampilan apiknya pada laga tersebut tak lepas dari bagusnya permainan timnya. Umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi skema andalan sejak awal pertandingan berfungsi dengan baik dan membuat lini belakang Torino U-17 kerepotan.“Kami bermain sangat baik di pertandingan kali ini. Saya melihat pemain yang lain juga menikmati pertandingan. Tidak ada beban di mata mereka. Gol yang saya cetak juga berkat kinerja pemain yang lain,” imbuh David.Kemenangan atas Torino U-17 jadi modal bagus jelang laga uji coba melawan Juventus U-17. Rencananya, pertandingan tersebut bakal digelar di Juventus Training Center, Vinovo, pada 16 Januari mendatang.

Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia Dan Sport Science

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia U-19 fokus menjalani pemusatan latihan di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand. Memasuki hari ketiga, Kamis (23/1/2020), tim pelatih memanfaatkan teknologi sport science berupa alat GPS Sport Vest di dada setiap pemain.”Dalam pemusatan latihan ini kami menerapkan program untuk meningkatkan daya tahan fisik pemain, seperti yang saya katakan di awal saya menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia, saya akan fokus di situ. Saya juga mendatangkan tim fisik dari Korea Selatan,” ujar manajer pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong dinukil dari laman PSSI”Kami juga mengadakan tes fisik untuk pemain. Hasilnya memuaskan. Akan terus ditingkatkan sepanjang pemusatan latihan di sini. Penggunaan GPS untuk tes fisik juga digunakan,” tutur Shin Tae-yong.

Penggunaan alat GPS Sport Vest itu merupakan hasil kerja sama Australian Institute of Sport (AIS) dan Cooperative Research Centres (CRC). Awalnya, teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan performa atlet Australia.GPS Sport Vest pertama kali diperkenalkan di Melboune, Australia pada 2006. Alat ini berbentuk kotak yang diletakkan pada bagian belakang GPS Sport Vest.Alat ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan pemain, jarak tempuh berlari, dan kecepatan. Data-data tersebut nantinya dikirim ke aplikasi yang terhubung di smartphone.Di bawah kendali Shin Tae-yong, Timnas Indonesia U-19 akan mengoptimalkan teknologi yang berkembang di sepak bola, untuk menunjang latihan.

Baca Juga :Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Penggunaan GPS Sport Vest
GPS Sport Vest berguna untuk mengukur kemampuan seorang pemain dalam mengikuti sesi latihan. Alat ini bisa meningkatkan performa seorang pemain, meminimalkan cedera, dan mendukung proses pemulihan cedera.Biasanya, dalam satu tim tak semua pemain menggunakan alat tersebut. Namun, karena ini pemusatan latihan pertama untuk semua pemain hasil seleksi, maka tim pelatih Timnas Indonesia U-19 memasangnya di semua pemain.Staf pelatih juga memiliki tenaga yang lengkap, mulai pelatih fisik, dokter, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan bagian peneliti.Tujuannya adalah secara bersama mewujudkan program latihan, atau sebuah materi, untuk membentuk skuat yang fit, bugar, dan bebas cedera dalam menghadapi pertandingan.Selain penjelasan di atas, latihan lain juga diberikan oleh Shin Tae-yong beserta jajaran pelatih lainnya. Latihan dasar, seperti passing dan juga latihan bebas selama kurang lebih 10 menit.

 

Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

ligaindonesia.asia Sebagai manajer baru untuk timnas Indonesia,mulai menunjukan taringnya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, mulai menunjukkan kualitasnya sebagai manager. Sejumlah manuver menggelitik dilakukan Shin Tae-yong untuk membuat Timnas Indonesia U-19 tampil sesuai ekspektasi.Shin Tae-yong resmi mejabat sebagai pelatih kepada di Timnas Indonesia pada akhir Desember 2019. Saat ini, Shin tengah disibukkan membina Timnas Indonesia U-19.Para pemain Garuda Nusantara bakal mencicipi sejumlah laga uji coba melawan tim-tim lokal Thailand hingga Korea Selatan. PSSI memproyeksi hingga 1 Februari, Timnas Indonesia U-19 setidaknya menjalani enam kali laga uji coba.

Shin Tae-yong mengaku cukup terkejut dengan skuat binaan Fakhri Huasini tersebut. Meski mereka telah lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2020, komposisi Garuda Muda itu dinilainya tidak begitu spesial. Mereka dianggap masih butuh binaan lebih lanjut untuk bisa mengoptimalkan kemampuan.Mengacu pada hal tersebut, Shin Taeyong mulai menerapkan kebijakan untuk memperbaiki performa pemain Timnas Indonesia U-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan sejumlah kebijakan baru.Jika Anda penasaran dengan kebijakan menggelitik ala Shin Tae-yong.

1. Aturan Makan
Shin Tae-yong dikabarkan mulai membatasi asupan makanan tak bergizi untuk pemain Timnas Indonesia U-19. Di sepanjang TC di Chiang Mai, para pemain Tim Garuda Muda tak boleh makan sembarangan.Mereka dilarang menyantap makanan goreng-gorengan. Kebijakan itu bukan tanpa alasan. Gorengan biasanya mengandung kalori tinggi.Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin berat badan pemain Timnas Indonesia U-19 akan mudah naik. Padahal, gorengan merupakan makanan yang memiliki godaan tersendiri, apalagi untuk warga Indonesia. Kebijakan tersebut bakal menjadi tantangan untuk Bagas Kahfa ddk.

Baca Juga : Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

2. Batasi Media Sosial
Shin Tae-yong mengaku tidak punya akun media sosial, termasuk Instagram, Twitter, dan sebagainya. Bukan apa-apa. Menurut Shin Tae-yong, beraktivitas di media sosial dapat mengganggu konsentrasinya.Kebijakan itu juga yang diterapkan Shin kepada pemain Timnas Indonesia U-19. Aturan diyakini bakal semakin ketat jelang pertandingan. Para pemain bahkan dilarang untuk beredar di lini masa. “Jujur, saya sama sekali tidak menggunakan media sosial. Oleh karena itu, saya bisa fokus ke pertandingan,” ujar Shin Tae-yong disadur dari wawancaranya dengan PSSI.”Jadi ini juga menjadi pesan kepada pemain. Untuk tidak bermain media sosial saat menjelang pertandingan,” jelasnya.

3. Ajari Teknik Dasar Terlebih Dahulu
Bukan hanya soal kebijakan, Shin tae-yong juga melakukan manuver tentang teknik melatihnya. Alih-alih mengajari teknik baru kepada pemain Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong justru menyuruh mereka memahami teknik dasar terlebih dahulu.”Kami fokus menjalani sesi latihan bagaimana para pemain nanti bisa mengoper bola dengan baik dan benar. Baik umpan pendek atau panjang,” ungkap Shin Tae-yong.Keputusan Shin tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemain harus ahli dalam teknik dasar sebagai modal improvisai teknik lanjutan.

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

ligaindonesia.asia Pelatih Persib,Robert Alberts menyetujui perpanjangan kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Esteban Dan Gian Zola Masih Dipertahankan Persib

Persib Bandung resmi memperpanjang kontrak Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh, setelah mendapat rekomendasi pelatih Robert Alberts.Robert menyebut, Vizcarra dan Zola merupakan dua pemain yang masuk skema untuk Liga 1 2020 yang rencananya digelar pada awal Maret nanti”Vizcarra sudah perpanjang kontrak dan Zola juga. Mereka memang sudah menjadi kerangka tim. Apalagi Zola adalah talenta dari Bandung dan kami ingin menjaga para talenta lokal,” jelas Robert usai memimpin sesi latihan di lapangan SPOrT Arcamanik, Bandung, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga : Persib Uji Coba Match 6 Kali

Sementara, untuk dua pemain asal Brasil, Wander Luiz dan Joel Vinicius, pelatih asal Belanda ini akan memutuskan pada saat yang tepat.”Ketika kami berlatih di Arcamanik, tidak adil untuk menentukan nasib pemain hanya dari satu pertandingan. Kami masih memberi waktu untuk menentukan apakah mereka cukup baik untuk Persib atau tidak,” papar Robert.”Kami butuh waktu lebih karena tidak ingin salah merekrut, apalagi musim ini target Persib Bandung juara,” tambah Robert.Wander Luiz dan Joel Vinicius dikabarkan sudah teken kontrak dengan Persib, atas rekomenasi Robert. Persib membutuhkan pemain setelah kehilangan striker andalan Ezechiel N’douassel yang memilih mundur dengan alasan ingin mencari suasana baru.Namun, manajemen belum membenarkan kabar tersebut. Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, mengatakan, dua pemain itu masih menjalani trial.

Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

ligaindonesia.asia Angggota Menpora,Titip pesan seandainya Shin Tae Yong Resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menpora Amali Pesan Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas

Menpora Zainudin Amali menyampaikan pesan kepada PSSI dan masyarakat jika Shin Tae yong jadi pelatih Timnas Indonesia. Jangan di-bully.Menteri asal Gorontalo itu berkaca pada kasus-kasus sebelumnya terkait pelatih Timnas. Ketika satu pelatih dianggap gagal maka pelatih itu langsung diusir, bahkan di-bully. Yang terbaru menimpa Simon McMenemy.

Baru saja, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menyebut PSSI telah sepakat Tae-yong menjadi pelatih baru skuat Garuda. Dia bilang pengesahan tinggal menunggu teken kontrak pekan depan.Keputusan PSSI itu direspons positif oleh Amali. Kepada netizen, dia berpesan agar mendukung Tae-yong, jangan sedikit-sedikit melontarkan kritik. Termasuk, jika Tae-yong bertindak keras kepada pemain”Nah, itu keras. Mental masyarakat kita harus disiapkan. Jangan sampai begitu dia keras (kemudian) media sosial main, wah ini keras, ini usir orang asing, kan biasa begitu. Nah, tak boleh begitu. Jika kita ingin bagus,” kata Amali di Media Center Kemenpora, Senin (23/12/2019).

Baca Juga : Persib Tandangi Borneo Dalam Rumah

“(Untuk itu) masyarakat kita juga harus diberi pengertian karena karakter pelatih Korea keras baik dalam ucapan maupun dalam tindakan. Jangan sampai begitu dalam perjalanan kepelatihannya ada yang agak dikerasin, kemudian kita demi rasa nasionalisme terus mem-bully. Wah ini usir, ini apa, biasanya seperti itu. Nah, itu tolong jangan sampai karena dia maunya baik,” dia mengimbau.Tak hanya itu, Amali berkeyakinan, Tae-yong bakal memberi perubahan positif bagi Timnas Indonesia. Tapi, memang tak bisa instan.”Vietnam itu sepuluh tahun dilatih keras seperti itu. Nah, mental anak-anak, kecepatan, power-nya, saya punya keyakinan seandainya Tae-yong terpilih,” dia menuturkan.

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

ligaindonesia.asia – Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menilai timnya sering telat panas ketika tampil pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung Indosiar. Pasalnya Green Force selalu tertinggal pada babak pertama.

Menurut juru taktik yang akrab disapa Djanur ini, kondisi tersebut akan menjadi salah satu yang akan dievaluasi menjelang babak delapan besar. Sebab, ia menganggap terlalu berbahaya, jika Persebaya selalu tertinggal lebih dulu.

“Kurang panas, betul kita akui, bahkan selalu ketinggalan, lawan Serui ketinggalan 2-0, lawan Persib ketinggalan 1-0,” ungkap Djanur usai latihan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Selasa (19/03).

“Itu termasuk salah satu yang akan dievaluasi, tidak boleh terlena,” tegas mantan aristek Persib Bandung.

Baca juga : Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Namun, sekalipun selalu tertinggal lebih dulu, Persebaya sebenarnya tetap bisa mengatasi dengan melakukan comeback pada babak kedua. Tapi Djanur, tetap tidak ingin kondisi seperti itu kembali terjadi pada pertandingan selanjutnya.

“Walaupun kita ada kebangkitan, tapi saya pikir terlalu riskan, kalau bisa kita harus siap dari awal,” jelas pelatih asal Majalengka ini.

Salah satu yang akan dilakukan untuk mencegah kebobolan pada babak pertama, Djanur akan membenahi pertahanan. Meskipun ia tidak menampik bakal adanya perubahan komposisi setelah kembalinya beberapa pemain dari timnas.

Kemasukan empat gol dari tiga pertandingan yang membuat Djanur merasa perlu untuk membenahi lini belakang. Terlebih tiga diantaranya terjadi pada babak pertama.

“Walaupun orangnya selalu berbeda, akan datang orang-orang dari timnas, tapi tetap harus kita drill,” tandasnya.

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

ligaindonesia.asia – Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, PSSI kembali melakukan pergantian pucuk pimpinan. Jika sebelumnya jabatan Pelaksana Tugas [Plt] Ketua Umum PSSI dijabat oleh Joko Driyono, maka kini jabatan tersebut beralih ke tangan Gusti Randa.

Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, menjabat Plt Ketua PSSI menggantikan posisi Edy Rahmayadi. Pergantian itu terjadi pada Februari 2019 lalu dalam forum Kongers PSSI di Bali. Namun, Jokdri kini berstatus non aktif dan digantikan oleh Gusti Randa.

“Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini,” kata Gusti kepada wartawan, Selasa,(19/3/2019).

Gusti menyebut ada dua tugas berat yang akan dia tanggung dalam kapasitas sebagai Plt Ketua PSSI. Dua tersebut yakni menyiapkan kompetisi musim 2019 dan juga menggelar Kongers Luar Biasa [KLB]. Gusti akan melakukan koordinasi dengan Komite Eksekutif guna mematangkan dua agenda tersebut.

Baca juga : Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

“Saya ingin memastikan Liga 1 on the track. Karena waktu sudah dekat. Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum,” ucap Gusti Randa.

Sebelumnya, Gusti Randa juga menjabat sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi di Indonesia. Gusti mengemban jabatan tersebut berdasar pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedua PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 28 Februari 2019.

Sementara itu, Joko Driyono sendiri saat ini terlibat dalam sejumlah kasus hukum. Pria asal Ngawi tersebut menjadi tersangka dalam kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019, Piala Presiden 2019 dihiasi banyak kejutan. Sejumlah klub besar justru tersingkir lebih awal. Tim-tim seperti Persib Bandung, Bali United, Persipura dan PSM Makassar gagal menembus putaran berikutnya.

Piala Presiden kali ini justru melahirkan banyak kuda hitam. Tira Persikabo berhasil menyingkirkan Persib di Grup A. Sensasi Kalteng Putra di Grup C begitu mengejutkan. Tim berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut mengungguli Persipura dan PSM untuk menjadi penguasa grup.

Satu kuda hitam lainnya yang patut diperhitungkan kiprahnya adalah Persela Lamongan. Bersaing dengan tuan rumah Arema FC, Barito Putera, dan Persita Tangerang di Grup E, pasukan Aji Santoso membuat kejutan dengan keluar sebagai jawara grup.

Baca juga : 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

Ketiga klub tersebut akan bersaing dengan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Madura United, dan Arema FC pada babak delapan besar Piala Presiden.

Kiprah mereka, kecuali Persela, akan sangat berat di fase ini. Sebab, Tira Persikabo dan Kalteng Putra tidak kedapatan bagian menjadi tuan rumah.

Kalteng Putra (juara Grup C) gagal masuk ke daftar empat juara grup terbaik yang berhak menjadi tuan rumah di babak delapan besar Piala Presiden. Begitu pula dengan Tira Persikabo, yang hanya menjadi runner up Grup A di bawah Persebaya.

Meski begitu, perjuangan keduanya sepanjang penyisihan grup tetap layak diacungi jempol. Masih menurut Bola.com, inilah kunci Kalteng Putra dan Tira Persikabo yang berhasil keluar dari persaingan keras.

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019, Babak penyisihan Piala Presiden 2019 yang disiarkan secara eksklusif Indosiar sudah usai digelar. Babak delapan besar pun sudah di depan mata. Dan berikut adalah lima calon pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2019.

Persebaya Surabaya, Tira-Persikabo, Bhayangkara FC, Kalteng Putra, Persija Jakarta, Madura United, Persela Lamongan, dan Arema FC menjadi delapan tim yang akan terus berlaga di Piala Presiden 2019 pada 29 dan 31 Maret mendatang.

Dan berikut adalah lima pemain yang memiliki potensi menjadi top skor Piala Presiden 2019 seperti dilansir Bola.com. Simak di bawah ini ya Bolaneters!

Baca juga : Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat

Bruno Matos (Persija Jakarta)
Playmaker asing Persija Jakarta yang satu ini telah membuktikan kualitas yang luar biasa dalam setiap pertandingan yang dijalani oleh Macan Kemayoran di setiap kompetisi. Kehadirannya sebagai mesin gol pun mampu menutupi lubang yang ditinggalkan Marko Simic yang masih berada di Australia untuk urusan hukum.

Bruno Matos pun memperlihatkan performa luar biasa selama membela Persija di Piala Presiden 2019. Dalam tiga pertandingan yang dijalani Persija di fase grup, pemain asal Brasil itu tak pernah absen mencetak gol untuk Macan Kemayoran.

Gol pertama Bruno Matos di Piala Presiden 2019 dicetak saat Persija menang telak 5-0 atas Borneo FC di laga pertama. Pemain asal Brasil itu kembali mencetak satu gol dari dua gol Persija saat bermain imbang 2-2 dengan Madura United di laga kedua.

Persija sempat terbang ke Myanmar untuk menjalani laga Piala AFC 2019, di mana Bruno Matos mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 yang diraih Persija atas Shan United. Kembali dari Myanmar dan langsung menghadapi PSS Sleman di laga terakhir Grup D Piala Presiden 2019, Bruno Matos mencetak dua gol Persija dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Grup D Piala Presiden 2019 itu.

Saat ini, Bruno Matos yang paling berpeluang untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019, mengingat jumlah empat gol yang sudah dicetaknya hingga sejauh ini hanya bisa disamakan oleh pemain Bali United, Melvin Platje, yang sudah tak mungkin menambah lagi pundi-pundi golnya setelah Bali United tersingkir.

Anderson Salles (Bhayangkara FC)
Seperti halnya Bruno Matos di Persija Jakarta, kompatriotnya di Bhayangkara FC, Anderson Salles, juga memperlihatkan performa yang luar biasa bersama The Guardians di turnamen pramusim pertamanya sejak tiba di Indonesia. Seperti rekan senegaranya, Bruno Matos, Anderson Salles juga selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dijalani Bhayangkara FC di Grup B Piala Presiden 2019.

Anderson Salles langsung tampil menggebrak di pertandingan pertama Bhayangkara FC di Piala Presiden 2019. Dalam laga kontra Semen Padang yang berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk Bhayangkara FC, Anderson Salles merupakan pencetak gol pembuka saat laga baru berjalan sembilan menit.

Bek tengah asal Brasil itu pun dipercaya oleh pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera, untuk menjadi eksekutor penalti. Dua gol yang dicetak Anderson Salles di laga kontra Mitra Kukar dan Bali United pun berasal dari titik putih.

Dengan tiga gol yang sudah dicetaknya hingga saat ini, di mana Bhayangkara FC juga tercatat sebagai satu-satunya tim yang lolos dengan catatan sempurna, Anderson Salles masih berpotensi untuk bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019.

Kerap maju dalam situasi sepak pojok dan tendangan bebas, Anderson Salles punya banyak opsi untuk mencetak gol, termasuk lagi-lagi dari titik putih. Dengan kondisi tersebut, bukan tidak mungkin Anderson bisa melampaui catatan yang dimiliki Bruno Matos.

Osas Saha (Tira Persikabo)
Striker naturalisasi yang kini membela Tira-Persikabo ini telah memperlihatkan ketajamannya dalam dua laga pertama Grup A Piala Presiden 2019. Dengan keberhasilan Tira-Persikabo lolos ke perempat final Piala Presiden 2019, gerbang Osas Saha untuk terus memperlihatkan ketajamannya masih terbuka lebar.

Osas Saha langsung tampil mengejutkan ketika Tira-Persikabo harus menghadapi Persib Bandung dalam laga pembuka Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Dua gol yang dicetaknya membawa Tira-Persikabo menang 2-1 atas tim tuan rumah.

Ketajaman Osas Saha berlanjut di laga kedua, di mana timnya kembali menang atas Perseru Serui. Osas Saha mencetak gol pembuka kemenangan Tira-Persikabo meski pada akhirnya mendapatkan kartu merah dan harus absen di pertandingan terakhir Grup A Piala Presiden 2019.

Namun, laga perempat final Piala Presiden 2019 akan menjadi comeback yang tepat bagi Osas Saha untuk kembali memperlihatkan ketajamannya. Pemain kelahiran Nigeria itu pun bisa menjadi pencetak gol terbanyak seiring perjalanan Tira-Persikabo melaju jauh di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.