Penampilan Elisa Yahya Basna di undur

Penampilan Elisa Yahya Basna di undur

Penampilan Elisa Yahya Basna di undur – Tampaknya Penampilan Elisa Yahya Basna di undur sampai babak 32 besar Piala Indonesia. Sebab pemain tengah dari Papua itu belum sah untuk di tampilkan dalam lapangan tersebut.

Menurut pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, belum teregistrasinya mantan pemain Persipura itu karena masa pendaftaran sudah ditutup ketika yang bersangkutan tiba di Surabaya. “Terlambat mendaftarkan, karena batas waktunya tanggal 30 Januari, Basna datang setelah tanggal 30,” ungkap Djanur, sapaan akrabnya, usai memimpin latihan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Kamis 07/02.

Sedangkan untuk pemain anyar lainnya seperti Hansamu Yama Pranata, Novan Setya Sasongko dan Imam Arief Fadilah sudah terdaftar. Termasuk eks pemain PSMS Medan, M. Alwi Slamat. Sementara pemain yang didaftarkan oleh Persebaya pada turnamen antar divisi tersebut berjumlah 18 orang. Dengan beberapa diantaranya merupakan jebolan klub internal yang diberi kesempatan oleh tim pelatih.

“Kita jangan sampai kurang di bench, termasuk pemain junior,” Djanur menambahkan. Sedangkan di lini depan, Persebaya tetap akan menggunakan skema false nine. Sebab tim kebanggaan Arek Suroboyo ini belum memiliki striker, Osvaldo Haay pun masih meninggalkan tim ke Spanyol.

“Kita punya pemain depan hanya Irfan Jaya, Ovan Oktafianus Fernando, sama Alwi Slamat. Alwi pun geser ke depan,” tegas Djanur.

Otavio Dutra, gabung latihan persebaya

Otavio Dutra, gabung latihan persebaya

Otavio Dutra, gabung latihan persebaya – Pemaian belakang asal Persebaya Surabaya, menjelaskan penyebab dirinya baru menjalani latihan bersama tim. Meskipun pemain berpaspor Brasil ini sudah hampir sepekan berada di kota Surabaya.

Menurut Dutra, ada beberapa urusan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum bergabung dengan tim. Salah satunya adalah proses perpanjangan kontrak dengan manajemen Persebaya. “Sebelumnya saya hanya bikin pra kontrak, dan kemarin saya datang untuk selesaikan kontrak dengan official Persebaya,” kata Dutra usai latihan di Lapangan Jenggolo, Kamis 07/02

“Nanti kalian bisa lihat sendiri di Instragramnya official Persebaya,” mantan pemain Bhayangkara FC ini menambahkan. Selain menyelesaikan proses kontrak dengan Persebaya, Dutra juga butuh istirahat setelah menempuh perjalanan jauh dari Brasil. Ia juga perlu beradaptasi dengan perbedaan waktu dan cuaca.

Tetapi pemain yang pernah berseragam Persipura Jayapura ini berharap dalam waktu yang tidak lama sudah bisa berlatih normal dengan tim. “Saya juga masih ada jetlag ya, saya sudah tiga hari kurang tidur, karena di Brasil ini masih hari Rabu, di sini sudah hari Kamis,” imbuh Dutra.

“Jadi saya masih ada kesulitan, mudah-mudahan dalam waktu dekat, saya kembali pada kondisi saya yang fit,” pungkasnya.

Kehadiran Dendi Santoso terancam

Kehadiran Dendi Santoso terancam

Kehadiran Dendi Santoso terancam – Pemain berusia muda ini masih belum pulih dari cederanya dan terancam absen pada laga uji coba ini.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengaku tak terlalu paham soal cedera yang diderita anak asuhnya tersebut. Namun, pelatih asal Bosnia mengaku bahwa Dendi menderita cedera engkel usai mendapat benturan pada laga kontra Persita Tangerang, akhir pekan lalu.

“Cederanya tak terlalu parah. Namun, sepertinya, ia harus istirahat dan tidak berlatih selama dua sampai tiga hari,” ucap Milo. Milo menyebut, dengan kondisi saat ini, Dendi belum bisa dipastikan bisa bermain pada pertandingan kontra Timnas U-22. Menurut pelatih berusia 54 tahun, semua tergantung pada kondisi Dendi.

“Semua tergantung rekomendasi dokter. Namun, kami tak mau memaksakan dan ambil risiko,” tuturnya. Milo sendiri mengaku tak risau dengan kemungkinan bakal absennya Dendi pada pertandingan judi bola ini. Pasalnya, menurut pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut ada beberapa pemain yang bisa dipasangnya untuk mengisi posisi Dendi Santoso.

“Sunarto mampu tampil dengan sangat bagus. Kemungkinan saya akan memasangnya jika Dendi memang harus absen pada pertandingan ini. Selain itu, kami juga masih punya Rivaldy Bawuo. Saya juga akan memberinya kesempatan bermain,” kata Milo.

Senada dengan Milo, asisten Pelatih Arema C, Kuncoro, menyebut bahwa kemungkinan besar Dendi tak akan dimainkan pada pertandingan lawan Timnas U-22. Pasalnya, jika diturunkan ada risiko cedera Dendi kian parah.

“Padahal, kami masih membutuhkan tenaganya pada Piala Indonesia, Piala Presiden, dan tentu saja kompetisi,” tutur Kuncoro. “Apalagi, ini kan uji coba. Tentu yang harus kita uji dan coba adalah pemain-pemain yang selama ini kurang mendapat kesempatan bermain,” ucapnya.