Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

ligaindonesia.asia Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Sergio Farias Dan Kisahnya Bersama Persija

Persija Jakarta kembali dapat memakai dua pemainnya, Andritany Ardhiyasa dan Osvaldo Haay. Sebelumnya, dua pemain itu dipanggil menjalani pemusatan latihan (training centre) Timnas Indonesia.

Tim berjulukan Macan Kemayoran ini kehilangan keduanya mulai pertandingan ketiga penyisihan grup hingga partai final turnamen pramusim Piala Gubernur JatimAndritany dan Osvaldo harus bergabung dengan TC Timnas Indonesia mulai 10 Februari 2020.Bertepatan dengan berakhirnya TC Timnas Indonesia pada Minggu (23/2/2020), Persija Jakarta bisa memainkan keduanya saat menjamu Geylang International dalam partai uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.Pelatih Persija, Sergio Farias, menilai faktor kekalahan tim besutannya dengan skor 1-4 dari Persebaya Surabaya pada partai puncak Piala Gubernur Jatim karena ketiadaan Andritany dan Osvaldo.Itulah mengapa, pelatih asal Brasil ini senang dengan kepulangan keduanya, mengingat Liga 1 2020 tinggal dalam hitungan hari.

“Yang paling sulit untuk kami adalah ketika dua pemain kami dipanggil ke Timnas Indonesia. Padahal, turnamen itu menjadi momen penting bagi kami,” kata Sergio Farias.”Sekarang, Andritany dan Osvaldo bisa kembali bermain. Mereka pemain penting bagi kami untuk persiapan menuju Liga 1 2020,” ujar Sergio Farias.Setelah skuatnya kembali lengkap, Sergio Farias bisa tenang dan fokus mempersiapkan tim asuhannya untuk menghadapi pekan pertama Liga 1 2020 melawan Borneo FC pada 1 Maret 2020. Total untuk musim ini, Persija Jakarta mengandalkan 29 pemain.”Kami punya persiapan dan berada di level bagus untuk mengarungi kompetisi. Kami masih punya waktu satu pekan lagi untuk berlatih taktik,” jelasnya.Lini pertahanan Persija Jakarta mulai mendapat sorotan. Dari dua laga terakhir mereka, tim Macan Kemayoran kebobolan hingga lima gol.

Empat gol bersarang di gawang Persija Jakarta ketika kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya pada final Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (20/2/2020).Ketika itu, Macan Kemayoran terpaksa bermain dengan 10 orang setelah bek Ryuji Utomo diusir wasit saat sedang dalam posisi tertinggal 0-1.Terbaru, Persija gagal mencatatkan clean sheet setelah kebobolan sebiji gol, kendati berhasil mencetak tiga gol ke gawang klub Singapura, Geylang International, pada partai uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (23/2/2020).Pada dua pertandingan itu, Persija tidak bisa memainkan bek naturalisasi, Otavio Dutra, akibat cedera. Alhasil, pelatih Persija, Sergio Farias, menduetkan dua palang pintu lokal, Ryuji Utomo dan Maman Abdurrahman.Persija Jakarta hanya punya tiga bek murni di musim ini yang terdiri dari Dutra, Ryuji, dan Maman. Riskan, mengingat nama pertama dan terakhir telah berusia uzur, 36 dan 37 tahun. Idealnya, setiap tim minimal memiliki empat bek tengah.

Permainan Persija Jakarta cenderung biasa saja ketika menghadapi klub Singapura, Geylang International pada rangkaian acara launching tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (23/2/2020).Launching tim Persija dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan awalan perkenalan seragam dan komposisi pemain untuk Liga 1 2020. Dua jam berselang, Persija menghadapi Geylang dan mampu memetik kemenangan 3-1.Tiga gol tim Macan Kemayoran dicetak oleh Osvaldo Haay pada menit ke-6, Marko Simic ke-49, dan Heri Susanto ke-82. Tim tamu hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat penalti Panagiotis Linardos pada menit ke-68.

“Kami tak punya waktu untuk menghadapi Geylang. Kami hanya punya dua hari setelah bermain di final Piala Gubernur Jatim 2020,” ujar pelatih Persija, Sergio Farias.”Kami memang menang, hanya agak sedikit kepayahan. Kelelahan membuat penampilan kami seperti ini,” kata Sergio Farias.Pelatih asal Brasil ini mengakui beberapa pemain Persija kekurangan tenaga saat bertanding. Padahal, laga melawan Geylang terbilang penting karena berbarengan dengan launching tim.Di Piala Gubernur Jatim, Persija Jakarta tampil lima kali dalam sepuluh hari. Termasuk, saat kalah dari Persebaya Surabaya 1-4 pada 20 Februari 2020.”Beberapa pemain kurang stamina karena jadwal padat. Tetapi, saya tetap minta ke pemain untuk bermain serius,” imbuhnya.

Baca Juga : Edudardo Perez Siap Digantikan

Persija Jakarta tidak hadir dan hanya diwakili oleh manajer Bambang Pamungkas dalam seremoni terakhir Piala Gubernur Jatim 2020 berupa pengalungan medali. Mengenai situasi tersebut, pelatih Persija, Sergio Farias, menyebut hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan skuat Macan Kemayoran.

Dalam setiap kejuaraan atau turnamen, sudah menjadi kebiasaan tim yang menjadi runner-up akan lebih dulu naik podium untuk pengalungan medali. Namun, itu tidak dilakukan oleh Persija Jakarta yang menjadi runner-up Piala Gubernur Jatim 2020 setelah kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2/2020) sore WIB.Seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim Persija berada di ruang ganti. Hanya Persebaya yang naik podium untuk menerima medali. Bicara mengenai hal ini, pelatih Persija Sergio Farias, mengaku harus melakukannya karena permintaan dari panitia penyelenggara pertandingan.

“Ini untuk menjaga kami agar tidak terjadi apa-apa. Mereka menyelamatkan kami,” ujar Sergio Farias.Hal tersebut memang masuk akal mengingat rivalitas suporter Persebaya dan Persija Jakarta yang tidak begitu harmonis bisa berdampak kurang menyenangkan seandainya para pemain Persija berada di lapangan.Keputusan Persija Jakarta untuk tidak ada di lapangan saat seremoni itu sudah tepat. Apalagi pada akhirnya memang ribuan Bonek masuk ke lapangan saat Persebaya mengangkat trofi juara.

Akibatnya, para pemain, ofisial dan jajaran pelatih Persebaya tak bisa berlama-lama mengangkat trofi yang mereka dapatkan. Semua elemen Persebaya pun diarahkan masuk ke ruang ganti pemain.Maklum, para suporter tak hanya turut merayakan keberhasilan Persebaya menjadi juara, tapi juga ada yang meminta paksa kostum dan perlengkapan pemain Persebaya.“Jangan sarung tangan saya. Ini masih saya pakai, tolong jangan ditarik,” kata Rivky Mokodompit, kiper Persebaya.“Iya mas, kaus saya diminta sama suporter. Ditarik-tarik sampai saya tidak bisa masuk bersama teman-teman,” kata Oktafianus Fernando.

Related posts