Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Striker Baru Bali United Cetak Gol Di AFC

Lerby Eliandry menunjukkan kerja keras supaya nantinya bisa berkontribusi maksimal bagi Bali United. Penyerang asal Samarinda ini bukan sekadar mengikuti program latihan, melainkan juga menambah porsi secara sukarela.Lerby menyadari besarnya harapan yang digantungkan para suporter kepada Bali United. Masyarakat Pulau Dewata ingin mereka lebih berprestasi lagi musim ini.Harapan inilah yang memotivasi pemain untuk bekerja ekstra. Sebagai penyerang, dia selalu melatih sentuhan akhir dengan tambahan latihan. Saat di Lapangan Trisakti, Legian, Badung, Sabtu (8/2/20), Lerby tampak dibantu M Rian Firmansyah dan Fahmi Al Ayyubi.

“Kalau hanya mengandalkan latihan saja, paling dapat 10 sampai 15 kali tembakan. Kalau tambah sendiri bisa 100, 150, bahkan 200 kali. Saya memerlukan hal ini untuk melatih naluri gol,” kata Lerby Eliandry.Lerby berpotensi menjalani debut resmi ketika Bali United menjamu wakil Vietnam, Thanh Quang Ninh, dalam laga pembuka Piala AFC 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (11/2/20). Suporter Bali United tentu sudah menantikan gol perdananya setelah terakhir pada 2015.Sekeras apa pun usaha, kalau Tuhan belum kasih tentu tak akan terjadi. Tapi, kalau memang sudah waktunya, jangankan satu, dua, atau tiga kali dalam satu pertandingan. Saya cukup menjalani latihan dengan maksimal dan menyerahkan sisanya kepada Yang Di Atas,” pungkas Lerby Eliandry.

Di sektor depan, Bali United juga memiliki Melvin Platje dan Ilija Spasojevic. Kemungkinan Platje akan ditempatkan di pos sayap kiri, dengan Spaso menjadi ujung tombak. Bila mengalami kebuntuan, barulah Lerby masuk sebagai alternatif.Penyerang Bali United, Lerby Eliandry menilai strategi bola atas bisa menjadi salah satu opsi untuk mengalahkan Than Quang Ninh pada pembuka Piala AFC 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (11/2/20) malam. Eksekusi bola mati menjadi materi latihan Bali United, Sabtu (8/2/20). Materi ini merupakan salah satu opsi untuk menjebol gawang Than Quang Ninh. Bali United memiliki Ilija Spasojevic dan Wilian Pacheco yang unggul dalam duel udara.Selain Spaso dan Pacheco, ada pula Lerby Eliandry. Penyerang yang menyumbang 16 gol untuk Borneo FC di musim 2019 ini punya tinggi 190 sentimeter. Beberapa golnya dicetak dari sundulan.

Lerby cukup setuju bila strategi bola atas jadi opsi Bali United. Para pemain Vietnam biasanya kerap unggul dalam bola bawah, karena punya kecepatan dan organisasi permainan yang bagus.”Pastinya coach Teco sudah analisis semua. Kalau lewat bawah, mereka punya kecepatan juga. Mungkin yang dilihat coach Teco untuk postur tubuh tidak terlalu tinggi. Jadi ada celah,” ucap Lerby, Sabtu (8/2/20) siang.Lerby masih teringat saat menghadapi Timnas Vietnam, pada leg pertama final Piala AFF 2016. Kala itu, Indonesia menang 2-1 atas Vietnam. Satu gol Indonesia tercipta lewat proses sepak pojok yang kemudian disundul Hansamu Yama Pranata.

“Ini menjadi opsi. Siapa tahu dari crossing sayap, atau bola mati, bisa berbuah gol,” tutur Lerby.Lerby siap jika dipercaya turun dalam laga itu. Dia pun akan mendukung penuh ketika Melvin Platje atau Ilija Spasojevic dijadikan target man.Musibah kemalingan dialami penggawa Bali United saat berlatih di Lapangan Samudra, Legian, Badung, Jumat (07/02/20) sore. Ada beberapa penggawa Bali United yang kehilangan uang di dompetnya.Peristiwa ini tak disadari para pemain sesuai latihan. Pasalnya, dompet para pemain masih utuh di dalam tas. Begitu pula dengan barang berharga, seperti ponsel yang ditinggal di ruang ganti.Namun para pemain ini sadar saat hendak berbelanja. Ternyata, uang yang ada di dompet telah raib. Uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah hilang digondol maling

Baca Juga : Keunggulan Game Poker Online Dari Game Lainnya

Peristiwa ini pertama kali disadari oleh Lerby Eliandry. Dia kehilangan uang ratusan ribu yang ada di dompetnya. Setelah Lerby cerita, kemudian Hariono juga cerita kehilangan uang dalam jumlah tak sedikit.”Ada beberapa pemain yang kehilangan uang. Saya tidak tahu persis angkanya berapa, setiap pemain berbeda-beda. Ada Rp100 ribu, adaRp 250 ribu,” ucap pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, Sabtu (8/2/20).Peristiwa ini membuat Bali United akan meningkatkan pengamanan akan barang bawaan pemain. Tim pelatih akan berkoordinasi lagi ketika Bali United berlatih di Lapangan Samudra.”Nanti kita pasti bicara sama manajemen. Saat latihan di Samudra, ruang ganti akan ditutup agar orang-orang tak masuk,” tutur Teco.Baru kali ini penggawa Bali United kemalingan saat berlatih di Lapangan Samudra. Selama ini, latihan berjalan lancar. Barang bawaan pemain yang ada di ruang ganti pun tak kemalingan.

Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Ligaindonesia.asia – Bali United saat ini kokoh di puncak klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan raihan 51 poin hingga pekan ke-24. Mereka bahkan sudah menempati posisi itu sejak pekan ke-14 atau dalam 11 pekan terakhir. Itu merupakan rekor terlama bagi sebuah tim bisa menduduki puncak klasemen di Liga 1 sejak 2017. Bali United bakal tetap berada di posisi tersebut sampai tiga pekan ke depan sampai pekan ke-27.

Penyebabnya, Madura United yang berada di posisi runner-up baru mengoleksi 41 poin. Selisih keduanya terpaut mencapai 10 poin. Dengan situasi ini, publik mulai meyakini Bali United bakal menggondol titel Liga 1 2019 dengan mudah.

Selain selisih poin yang cukup jauh, Bali United juga masih memiliki dua laga tunda. Mereka baru memainkan 22 pertandingan, berbeda dengan Madura United yang sudah melakoni 24 laga. Hal itu bisa membuat Bali United memperlebar jarak menjadi 16 poin dengan Madura United.

Dengan begitu, Bali United perlu memenangi tujuh dari 12 laga tersisa untuk memastikan gelar juara. Setidaknya, mereka bisa menutup peluang klub lain saat telah melakoni 29 pertandingan dengan catatan memenangi tujuh laga berikutnya.

Peluang Bali United untuk terkejar oleh tim lain memang sangat kecil. Sebab, mereka merupakan tim yang cukup konsisten selama tampil di Liga 1 2019. Bahkan, Serdadu Tridatu mencatat rekor fantantis dengan selalu menang dalam 11 laga kandang.

Meski demikian, bukan tidak mungkin jika Madura United bisa mengejar Bali United yang cukup tangguh. Meski hasil pertandingan naik turun, Laskar Sape Kerap merupakan klub yang berambisi besar menjadi yang terbaik musim ini.

Raihan itu bisa dicapai seandainya Madura United mampu konsisten memenangi laga tersisa sambil berharap Bali United terpeleset atau kalah. Dengan catatan itu, Madura United merupakan penantang serius Bali United untuk meraih gelar juara. Dilansir dari berbagai sumber,  ada beberapa alasan Madura United Jadi Penantang serius Bali United dalam perburuan gelar juara Liga 1 2019. Simak ulasannya berikut ini:

Posisi Runner-Up
Seperti yang dijelaskan, Madura United adalah klub yang memiliki perolehan poin terdekat dengan Bali United. Artinya, klub asal Pulau Garam itu saat ini menjadi klub yang paling berpeluang mendekati sang pemuncak klasemen.

Meski, mereka juga harus hati-hari dengan Borneo FC di peringkat ketiga (40 poin) yang baru melakoni 23 pertandingan. Lalu, Persipura Jayapura pun merangsek ke peringkat keempat (37 poin) dengan menjalani 22 pertandingan.

Kedua tim itu berpotensi menggantikan posisi Madura United jika terpeleset. Namun, tim arahan Rasiman itu tetap menjadi yang teratas untuk menantang Bali United. Langkah itu harus dilewati dengan memenangi dua laga kandang berikutnya saat menjamu Tira Persikabo dan Persipura.

Berisi Pemain Top
Madura United mendapat julukan Los Galacticos Indonesia pada awal musim ini karena mendatangkan sejumlah pemain bintang. Sebut saja Beto Goncalves, Jaimerson Xavier, Andik Vermansah, Zulfiandi, Aleksandar Rakic, Fandry Imbiri, dll.

Para pemain itu tidak bisa dianggap sebelah mata. Selain gaji mereka yang diduga berharga tinggi, nama-nama tersebut memiliki kualitas yang apik dengan pengalaman di kasta tertinggi Indonesia. Seperti Rakic dan Beto misalnya yang merupakan striker ganas dengan gelar top scorer.

Keberadaan mereka bakal sangat memengaruhi performa Madura United untuk menjegal upaya Bali United. Dengan catatan, mereka tetap harus berhasil mengangkat mental dan memenangi laga berikutnya setelah tersungkur di markas PSM Makassar dengan skor 0-1 (24/10/2019).

Baca Juga : Robert Berikan Pembelaan Soal Penalti Ezechiel

Ambisi Kuat Juara
Sejak awal musim, Madura United sudah menargetkan satu trofi dari tiga ajang yang mereka ikuti musim ini. Di antaranya adalah Piala Indonesia 2018, Piala Presiden 2019, dan Liga 1 2019.

Dua trofi turnamen yang disebut pertama itu lepas dari genggaman mereka. Madura United kalah di babak semifinal masing-masing dari PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.

Dengan kegagalan itu, Laskar Sape Kerap sangat berambisi untuk memenangi Liga 1 2019. Alasannya, mereka sangat ngotot ingin tampil di kompetisi Asia musim depan selain mencatatkan prestasi baru di ajang resmi.

Mental Juara
Dengan nama-nama yang mentereng, Madura United merupakan klub memiliki sekuat dengan mental juara. Para pemain itu telah memenangi beberapa trofi bersama klub yang pernah mereka bela sebelumnya.

Sebut saja Jaimerson Xavier yang musim lalu membawa Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Lalu, Beto Goncalves juga pernah mempersembahkan gelar ISL 2008-2009 untuk Persipura Jayapura.

Andik Vermansah pun menjuarai Piala Malaysia 2015 bersama Selangor FA. Kemudian, Fandry Imbiri mampu menggondol trofi Liga 2 2017 untuk Persebaya Surabaya.

Jangan lupakan Zulfiandi yang merupakan bagian skuat Timnas Indonesia U-19 saat meraih trofi Piala AFF U-19 2013. Masih ada pula kiper Satria Tama yang menjadi andalan Timnas Indonesia U-22 yang menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

Dengan pengalaman itu, para pemain memiliki mental juara yang kuat. Kini, mereka tinggal perlu mengaplikasikannya di Madura United dan berkamuan keras memenangi setiap pertandingan tersisa.