Daniele Rugani Incaran Banyak Klub Besar

Daniele Rugani Incaran Banyak Klub Besar

Ligaindonesia.asiaDaniele Rugani diperkirakan hendak kesusahan bersaing memperebutkan tempat awal di klasemen akhir Juventus. Sebab itu, pemain berumur 25 tahun wajib bersaing dengan banyak pemain serta mempunyai mutu yang terbaik.

Bek Juventus, Daniele Rugani, rupanya menjadi incaran banyak klub. Setelah Manchester United dan Arsenal, klub Inggris lain menyatakan minat padanya.
Selain Leo Bonucci dan Giorgio Chiellini, Rugani juga harus bersaing dengan Mattihjs de Ligt. Pemaib berusia 19 tahun itu baru saja didatangkan dari Ajax dan diprediksi akan jadi pilihan utama.

Tawaran dari Wolves
Pasca Manchester United dan Arsenal, kini giliran Wolverhampton yang tertarik untuk membeli Daniele Rugani. Kali ini, niat Wolves dinilai cukup serius dan mereka akan melayangkan tawaran dalam waktu dekat. Wolves sudah cukup lama mengincar Daniele Rugani. Tetapi, mereka baru akan mengajukan tawaran dalam waktu dekat ini. Tidak banyak waktu yang dimiliki. Wolves bakal mengajukan tawaran senilai 30 juta euro kepada pihak Juventus. Nilai yang dirasa oleh pihak Wolves jauh lebih baik dari tawaran yang diajukan oleh United dan Arsenal. Arsenal sendiri hanya mengajukan tawaran peminjaman pada pihak Juventus. The Gunners berniat untuk meminjam Daniele Rugani selama dua musim, dengan opsi pembelian permanen di akhir kontrak.

Baca juga : Gareth Bale Pastih Lebih Berkembang Di Tangan Klopp

Bagaimana dengan Sikap Juventus?
Juventus menyadari bahwa mereka punya stok pemain yang cukup untuk posisi bek tengah. Apalagi, masih ada nama Merih Demiral yang juga baru didatangkan pada bursa transfer musim panas 2019. Akan tetapi, Juventus tetap tak akan melepas Daniele Rugani ke klub mana pun. Faktor Maurizio Sarri yang menentukan masa depan pemain berusia 25 tahun tetap di Turin. Daniele Rugani pernah bekerja sama dengan Sarri ketika masih di Empoli. Saat Sarri melatih Chelsea, dia sempat mengajukan nama Daniele Rugani untuk dibeli. Tetapi, Juventus menolak melepas sang pemain.

Nainggolan Memilih Bergabung Dengan Klub Cagliari

Nainggolan Memilih Bergabung Dengan Klub Cagliari

Ligaindonesia.asia – Nainggolan telah belajar kalau ia tidak tercantum dalam rencana pelatih baru Inter, Antonio Conte. Sebab itu, Nainggolan menciptakan klub baru bursa transfer masa panas ini.

Gelandang Inter Milan Radja Nainggolan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Cagliari dengan status pinjaman hingga akhir musim. Nainggolan sebelumnya menghabiskan empat tahun bersama Cagliari. Nainggolan melakukan debut seniornya bersama klub Italia Piacenza pada 2006 setelah menghabiskan dua tahun bersama tim junior mereka. Dia pindah ke Cagliari pada tahun 2010. Pada periode pertamanya bersama Cagliari, Nainggolan membuat 137 penampilan dan mencetak 7 gol. Setelah itu, dia bergabung dengan AS Roma pada tahun 2014. Setelah empat tahun bersama AS Roma, Nainggolan pindah ke Inter Milan. Pada musim 2018-19, mantan pemain internasional Belgia itu membuat 36 penampilan dan mencetak 7 gol.

Pernyataan Cagliari
Cagliari secara resmi mengumumkan bahwa mereka sudah merekrut Radja Nainggolan dengan status pinjaman hingga akhir musim. Pemain berusia 31 tahun itu kembali ke Cagliari sejak meninggalkan tim untuk AS Roma pada 2014.

Baca juga : Idola Baru Aremania di Sektor Bek Sayap Arema

Senang Kembali
Nainggolan merasa sangat senang bisa kembali ke Cagliari. Sang gelandang memang punya rencana untuk kembali ke klub tetapi tidak menyangka kepindahannya akan terjadi pada musim panas ini.

“Saya senang, ada antusiasme yang luar biasa,” kata Nainggolan.

“Saya selalu ingin kembali tetapi saya tidak berpikir kembalinya akan terjadi tahun ini, tetapi saya senang hal itu terjadi. Tidak sulit untuk memilih Cagliari walaupun saya memiliki tawaran yang lain.”

Top Skor Piala Presiden 2019

Top Skor Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – Top Skor Piala Presiden 2019, Pertandingan final leg pertama Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya vs Arema FC tidak membuat perubahan besar dalam daftar top skor sementara.

Sebelum dihelatnya duel antara Persebaya vs Arema di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (07/04), puncak daftar top skor masih ditempati oleh dua pemain. Mereka adalah gelandang Persija Jakarta Bruno Matos serta penyerang tim Bajul Ijo, Manuchekhr Dzhalilov. Keduanya sama-sama mengoleksi lima gol.

Dari kedua pemain itu, jelas hanya Dzhalilov yang masih aktif bermain. Namun di babak final, ia tak bisa mencetak gol.

Baca juga : Djanur Kecewa Persebaya Ditahan Imbang Arema di Kandang

Gol Persebaya Surabaya dicetak oleh Irfan Jaya dan Penalti Damian Lizio. Sementara itu Arema membalas melalui gol Hendro Siswanto dan Makan Konate.

Dengan demikian, Dzhalilov masih aman di puncak daftar top skor. Sementara itu, berkat sumbangan satu golnya, Konate kini total mencetak empat gol. Ia pun berpeluang menyamai atau bahkan menggeser Dzhalilov karena final leg kedua akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Selain itu dua penggawa Arema lainnya yakni Dedik Setiawan serta Ricky Kayame juga berpeluang menjadi top skor. Sebab mereka kini sudah mengemas empat gol.

Daftar Top Skor Sementara Piala Presiden 2019

Berikut daftar top skor sementara Piala Presiden 2019:

5 Gol

Bruno Matos – Persija Jakarta
Manuchekhr Dzhalilov – Persebaya Surabaya
4 Gol

Amido Balde – Persebaya Surabaya
Dedik Setiawan – Arema FC
Osas Saha – Tira Persikabo
Ricky Kayame – Arema FC
Makan Konate – Arema FC
Melvin Platje – Bali United
Aleksandar Rakic – Madura United
3 Gol

Anderson Salles – Bhayangkara FC
Washington Brandao – Persela Lamongan
Alberto Goncalves – Madura United
Gavin Kwan Adsit – Barito Putera
Patrich Wanggai – Kalteng Putra

Djanur Kecewa Persebaya Ditahan Imbang Arema di Kandang

Djanur Kecewa Persebaya Ditahan Imbang Arema di Kandang

ligaindonesia.asia – Djanur Kecewa Persebaya Ditahan Imbang Arema di Kandang, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman kecewa dengan hasil pertandingan leg pertama babak final piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar. Pasalnya Green Force mampu ditahan imbang Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Persebaya ditahan Arema dengan kedudukan akhir 2 – 2. Gol tuan rumah dicetak oleh Irfan Jaya dan Damian Lizio. Sementara gol balasan Arema dilesakkan oleh Hendro Siswanto dan Makan Konate.

Menurut Djanur, sapaan akrab Djadjang, hasil imbang di kandang cukup merugikan bagi Persebaya. Sebab, pada putaran kedua, mereka harus melakoni laga tandang ke markas Arema FC.

Baca juga : Arema dan Persebaya Berbagi Angka, Tanggapan CEO Arema FC

“Saya pikir ini hasil yang cukup membuat kecewa Bonek Mania barangkali, termasuk di tim juga enggak happy dengan hasil ini,” ungkap Djanur, usai pertandingan.

Persebaya akan bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, markas Arema FC pada Jumat (12/04). Dengan modal hasil imbang, tentu Persebaya wajib menang di markas tim Singa Mengepal.

Tetapi, dengan hasil yang diraih di kandang, Djanur tetap optimistis menatap putaran kedua. Meskipun, mantan arsitek Persib Bandung ini mengakui bahwa usaha timnya akan lebih berat.

“Sekali lagi, ini belum berakhir, kita masih bisa balas di Malang, dan kita optimis. Di Madura saja kita bisa, kenapa nanti di Malang tidak, artinya kami masih optimis menatap leg kedua nanti,” lanjut Djanur.

“Memang bukan pekerjaan gampang, tapi tidak ada yang tidak mungkin, kami bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraih juara Piala Presiden tahun ini,” pungkasnya.

Arema dan Persebaya Berbagi Angka, Tanggapan CEO Arema FC

Arema dan Persebaya Berbagi Angka, Tanggapan CEO Arema FC

ligaindonesia.asia – Arema dan Persebaya Berbagi Angka, Tanggapan CEO Arema FC, CEO Arema FC, Ir. Agoes Soerjanto, angkat bicara soal hasil laga leg pertama Final Piala Presiden 2019, antara timnya dan Persebaya Surabaya. Menurut Agoes, dalam laga ini, kedua tim menunjukkan sportivitas dalam permainan mereka.

“Apa pun hasilnya, kedua tim sangat sportif dalam bertanding,” ucap Agoes.

Kami optimistis, dengan pertandingan hari ini, ke depan sepak bola Jawa Timur khususnya dan Indonesia akan berlangsung kondusif. Pertandingan hanya 90 menit, setelahnya adalah persaudaraan yang mengedepankan prestasi,” sambungnya.

Baca juga : Delegasi FIFA dan AFC Segera Kunjungi Indonesia, PSSI Bermasalah

Sebelumnya, Arema dan Persebaya bermain imbang pada laga leg pertama Final Piala Presiden 2019. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (09/04), kedua tim bermain imbang 2-2.

Dalam pertandingan ini, Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui Irfan Jaya. Namun, Arema mampu menyamakan kedudukan melalui Hendro Siswanto. Pada babak kedua, Persebaya kembali unggul melalui sepakan penalti Damian Lizio, sebelum Makan Konate, melalui sepakan bebasnya, membawa Arema kembali menyamakan kedudukan.

Arema dan Persebaya akan kembali bertemu pada leg kedua. Pertandingan, yang bakal disiarkan langsung oleh Indosiar, ini bakal dihelat di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/04) mendatang.

Ucapkan Terima Kasih Pada Seluruh Pihak
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan rasa terima kasihnya pada panitia pelaksana (Panpel) Persebaya, yang telah proaktif memberikan pelayanan terbaik untuk Arema FC. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada pendukung Persebaya, yang memberikan dukungan luar biasa hingga menjadikan laga antara Persebaya dan Arema sebagai momen sepak bola yang berkualitas.

Selain itu, mewakili manajemen Arema, Agoes juga berterima kasih kepada Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, dan Gubernur Jatim. Ia menilai, para pejabat tinggi di Jawa Timur ini begitu luar biasa dalam bahu-membahu untuk memberikan keamanan dan ketertiban selama pertandingan.

“Tak ketinggalan, terima kasih bagi Aremania dan Aremanita yang selalu memberikan dukungan dan doa melalui acara nonton bareng, yang diadakan di berbagai tempat,” tuturnya.

Siap Menjamu Persebaya pada Leg Kedua
Sementara itu, Agoes menyebut, Arema siap menjamu Persebaya pada leg kedua. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku siap menunjukkan bahwa mereka bisa memberikan dukungan positif dan damai.

“Kita jumpa di Stadion Kanjuruhan, pada 12 April mendatang, dengan tetap membawa misi sepak bola sebagai pemersatu. Tidak ada yang juara dalam Piala Presiden. bagi kami, juaranya adalah kedua suporter yang mampu memberikan dukungan yang kreatif, atraktif dan menghibur,” tutur Agoes.

“Selain itu, juaranya juga adalah PSSI, yang mampu bersinergi dengan negara dan komponennya sehingga mampu menghadirkan hiburan masyarakat di tengah kita membangun kepercayaan publik agar sepak bola makin berkualitas,” ia menandaskan.

Delegasi FIFA dan AFC Segera Kunjungi Indonesia, PSSI Bermasalah

Delegasi FIFA dan AFC Segera Kunjungi Indonesia, PSSI Bermasalah

ligaindonesia.asia – Delegasi FIFA dan AFC Segera Kunjungi Indonesia, PSSI Bermasalah, Sebuah titik terang mulai terlihat mengenai situasi PSSI saat ini. Federasi Sepakbola Dunia, FIFA dan Federasi Sepakbola Asia AFC akan segera mengirimkan Delegasi mereka untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Sebagaimana diketahui, beberapa petinggi PSSI saat ini tengah tersandung kasus hukum terkait pengaturan skor. Selain itu, federasi sepak bola di Tanah Air itu juga berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih pengurus baru.

Baca juga : Belum Pikirkan Liga 1, Persija Jakarta Fokus ke Piala AFC

Beberapa waktu yang lalu, pihak PSSI sempat dikabarkan menghadapi ke markas FIFA. Mereka meminta bantuan dan arahan dari Federasi Sepakbola Dunia itu terkait dengan Kongres Luar Biasa dan sejumlah persoalan PSSI lainnya.

FIFA sendiri akhirnya menyanggupi untuk membantu mencari jalan keluar atas apa yang tengah terjadi di PSSI. Namun, konfirmasi kehadiran delegasi FIFA dan AFC tidak didapat dari PSSI, tetapi melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto.

Dua Hari di Indonesia
Kepada awak media, Selasa (9/4/2019), Gatot mengungkapkan jika delegasi FIFA dan AFC akan berada di Jakarta selama dua hari. Hal itu berdasarkan surat elektronik resmi yang dikirimkan Head of Member Associations Governance Services Secretary General Division, Luca Nicola tertanggal 5 April kepada Gatot.

“Kami menyampaikan konfirmasi bahwa delegasi gabungan FIFA dan AFC akan datang ke Jakarta pada tanggal 10 dan 11 April 2019 dalam rangka membantu PSSI mengatasi sejumlah masalah yang saat ini terjadi,” tulis surat FIFA tersebut.

“Kami mohon dengan sangat pada Anda untuk menyampaikan informasi ini kepada Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha terkait dengan program kunjungan delegasi ini. Kami menunggu konfirmasi dari Anda jika suatu pertemuan memang diperlukan,” lanjutnya.

Adapun sebelumnya Gatot memang mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Fatma samba Diouf Samoura selaku perwakilan Pemerintah Indonesia. Dalam suratnya, Gatot menanyakan apakah ada kemungkinan jika perwakilan FIFA melakukan pertemuan dengan Pemerintah Indonesia saat berkunjung ke Jakarta untuk membahas permasalahan PSSI.

Belum Pikirkan Liga 1, Persija Jakarta Fokus ke Piala AFC

Belum Pikirkan Liga 1, Persija Jakarta Fokus ke Piala AFC

ligaindonesia.asia – Belum Pikirkan Liga 1, Persija Jakarta Fokus ke Piala AFC, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 2019 telah merilis draf jadwal pertandingan selama satu musim. Dari draft tersebut, diketahui jika laga antara Persija Jakarta versus Semen Padang pada 8 Mei mendatang bakal jadi partai pembuka.

Namun meski draft jadwal sudah dirilis, pelatih Persija, Ivan Venkov Kolev belum ingin memikirkan Liga 1. Sebab, fokusnya saat ini adalah mempersiapkan tim untuk menghadapi wakil Filipina, Ceres Negros pada matchday keempat Grup G Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada 23 April mendatang.

Baca juga : Top Skor Piala Presiden 2019

“Bagus tentunya jika draft jadwal kompetisi Liga 1 2019 sudah keluar. Tapi fokus kami saat ini melawan Ceres Negros. Kami butuh kemenangan untuk bisa menjaga asa lolos ke babak selanjutnya,” ujar Kolev

Pujian untuk Ceres-Negros
Sebelumnya saat kedua tim bentrok pada matchday ketiga, Persija takluk 0-1 di Stadion Panaad, Balocod, Filipina, Rabu (3/4). Pujian pun diberikan oleh Kolev untuk Ceres Negros.

“Ceres memang tim bagus bisa dilihat bagaimana mereka menguasai pertandingan,” kata pelatih asal Bulgaria ini.

“Tapi kami juga punya modal kami bisa menguasai pertandingan di mana statistik penguasaan bola kami 51 persen. Mungkin hanya finishing saja kami coba perbaiki itu dalam persiapan tim,” imbuh Kolev.