Sikap PSSI Tentang Hasil Laporan Komnas HAM Perihal Tragedi Kanjuruhan

Sikap PSSI Tentang Hasil Laporan Komnas HAM Perihal Tragedi Kanjuruhan Anggota Komite Eksekutif PSSI yakni Ahmad Riyadh memberikan komentar tentang hasil laporan investigasi Komnas HAM terkait kejadian Tragedi di Kanjuruhan.

Komnas HAM sudah merilis hasil penyelidikan Tragedi Kanjuruhan pada hari Rabu (2/11/2022) lalu.

Dalam laporannya, Komnas HAM tersebut menyimpulkan bahwasannya peristiwa di Kanjuruhan merupakan peristiwa pelanggaran HAM sebab kesalahan tata kelola sepak bola.

“Kesimpulannya ialah peristiwa Kanjuruhan merupakan pelanggaran HAM yang terjadi akibat tata kelola yang diselenggarakan dengan cara tidak menjalankan, menghormati serta memastikan prinsip dan norma keselamatan dan keamanan,” ucap Komisaris HAM yakni Choirul Anam.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Riyadh mengatakan laporan Komnas HAM tak berbeda jauh dengan hasil temuan para Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan.

Dia juga mengatakan pihaknya sudah menjalankan seluruh rekomendasi Komnas HAM terpaut peristiwa memilukan selepas pertandingan  Arema FC vs Persebaya.

“Selama itu baik semua, telah dilakukan PSSI,” ucap ia.

“Saat ini tim ‘task force’ jalan. Rekomendasi Komnas HAM isinya hampir sama dengan TGIPF kayak pertandingan dapat berjalan asal ada aturan perihal keselamatan dan juga keamanan yang menjamin semua pihak aman serta nyaman,” jelasnya.

Riyadh melanjutkan, salah satu rekomendasi yang kini berlangsung ialah membuat peraturan pengamanan sepak bola.

Baca Juga: Shin Tae-yong Jauh Lebih Paham Perihal Anaknya Gabung TC Timnas U-20 Indonesia

Menurut dia, tim dari Kementerian Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, tengah mematangkan hal tersebut.

Begitu juga para pihak kepolisian yang masih mematangkan aturan terkait akan pengamanan ketika pertandingan sepak bola.

“Saat ini tim dari Kementerian Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Kesehatan yang tengah mematangkan sejumlah aturan, termasuk pihak kepolisian yang mematangkan aturan terkait pengamanan ketika pertandingan sepak bola,” ujar Ahmad Riyadh.

Disinggung kembali perihal rekomendasi mundurnya Ketua Umum PSSi dan jajarannya sebagai tanggung jawab moral, Ahmad Riyadh menegaskan PSSI juga sudah menjawabnya.

Pihaknya akan memmpercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa pada bulan Januari 2023 mendatang.

“Kan sudah dibilang ada KLB pada tanggal 7 Januari 2023 dengan agenda pemilihan Ketua Komite Banding dan Ketua Pemilihan. KPU-nya dipilih dahulu, baru dari situ delapan minggu tahapan menuju KLB,” tuturnya.

“Sampai saat ini ada dua klub yang mengajukan KLB, Persis dan Persebaya. Itu tidak apa-apa karena exco yang menentukan. Exco sudah mengirim surat ke FIFA terkait pemberitahuan adanya KLB,” ujarnya.