Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

ligaindonesia.asia – Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menilai timnya sering telat panas ketika tampil pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung Indosiar. Pasalnya Green Force selalu tertinggal pada babak pertama.

Menurut juru taktik yang akrab disapa Djanur ini, kondisi tersebut akan menjadi salah satu yang akan dievaluasi menjelang babak delapan besar. Sebab, ia menganggap terlalu berbahaya, jika Persebaya selalu tertinggal lebih dulu.

“Kurang panas, betul kita akui, bahkan selalu ketinggalan, lawan Serui ketinggalan 2-0, lawan Persib ketinggalan 1-0,” ungkap Djanur usai latihan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Selasa (19/03).

“Itu termasuk salah satu yang akan dievaluasi, tidak boleh terlena,” tegas mantan aristek Persib Bandung.

Baca juga : Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Namun, sekalipun selalu tertinggal lebih dulu, Persebaya sebenarnya tetap bisa mengatasi dengan melakukan comeback pada babak kedua. Tapi Djanur, tetap tidak ingin kondisi seperti itu kembali terjadi pada pertandingan selanjutnya.

“Walaupun kita ada kebangkitan, tapi saya pikir terlalu riskan, kalau bisa kita harus siap dari awal,” jelas pelatih asal Majalengka ini.

Salah satu yang akan dilakukan untuk mencegah kebobolan pada babak pertama, Djanur akan membenahi pertahanan. Meskipun ia tidak menampik bakal adanya perubahan komposisi setelah kembalinya beberapa pemain dari timnas.

Kemasukan empat gol dari tiga pertandingan yang membuat Djanur merasa perlu untuk membenahi lini belakang. Terlebih tiga diantaranya terjadi pada babak pertama.

“Walaupun orangnya selalu berbeda, akan datang orang-orang dari timnas, tapi tetap harus kita drill,” tandasnya.

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

ligaindonesia.asia – Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, PSSI kembali melakukan pergantian pucuk pimpinan. Jika sebelumnya jabatan Pelaksana Tugas [Plt] Ketua Umum PSSI dijabat oleh Joko Driyono, maka kini jabatan tersebut beralih ke tangan Gusti Randa.

Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, menjabat Plt Ketua PSSI menggantikan posisi Edy Rahmayadi. Pergantian itu terjadi pada Februari 2019 lalu dalam forum Kongers PSSI di Bali. Namun, Jokdri kini berstatus non aktif dan digantikan oleh Gusti Randa.

“Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini,” kata Gusti kepada wartawan, Selasa,(19/3/2019).

Gusti menyebut ada dua tugas berat yang akan dia tanggung dalam kapasitas sebagai Plt Ketua PSSI. Dua tersebut yakni menyiapkan kompetisi musim 2019 dan juga menggelar Kongers Luar Biasa [KLB]. Gusti akan melakukan koordinasi dengan Komite Eksekutif guna mematangkan dua agenda tersebut.

Baca juga : Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

“Saya ingin memastikan Liga 1 on the track. Karena waktu sudah dekat. Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum,” ucap Gusti Randa.

Sebelumnya, Gusti Randa juga menjabat sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi di Indonesia. Gusti mengemban jabatan tersebut berdasar pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedua PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 28 Februari 2019.

Sementara itu, Joko Driyono sendiri saat ini terlibat dalam sejumlah kasus hukum. Pria asal Ngawi tersebut menjadi tersangka dalam kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019, Piala Presiden 2019 dihiasi banyak kejutan. Sejumlah klub besar justru tersingkir lebih awal. Tim-tim seperti Persib Bandung, Bali United, Persipura dan PSM Makassar gagal menembus putaran berikutnya.

Piala Presiden kali ini justru melahirkan banyak kuda hitam. Tira Persikabo berhasil menyingkirkan Persib di Grup A. Sensasi Kalteng Putra di Grup C begitu mengejutkan. Tim berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut mengungguli Persipura dan PSM untuk menjadi penguasa grup.

Satu kuda hitam lainnya yang patut diperhitungkan kiprahnya adalah Persela Lamongan. Bersaing dengan tuan rumah Arema FC, Barito Putera, dan Persita Tangerang di Grup E, pasukan Aji Santoso membuat kejutan dengan keluar sebagai jawara grup.

Baca juga : 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

Ketiga klub tersebut akan bersaing dengan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Madura United, dan Arema FC pada babak delapan besar Piala Presiden.

Kiprah mereka, kecuali Persela, akan sangat berat di fase ini. Sebab, Tira Persikabo dan Kalteng Putra tidak kedapatan bagian menjadi tuan rumah.

Kalteng Putra (juara Grup C) gagal masuk ke daftar empat juara grup terbaik yang berhak menjadi tuan rumah di babak delapan besar Piala Presiden. Begitu pula dengan Tira Persikabo, yang hanya menjadi runner up Grup A di bawah Persebaya.

Meski begitu, perjuangan keduanya sepanjang penyisihan grup tetap layak diacungi jempol. Masih menurut Bola.com, inilah kunci Kalteng Putra dan Tira Persikabo yang berhasil keluar dari persaingan keras.

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019, Babak penyisihan Piala Presiden 2019 yang disiarkan secara eksklusif Indosiar sudah usai digelar. Babak delapan besar pun sudah di depan mata. Dan berikut adalah lima calon pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2019.

Persebaya Surabaya, Tira-Persikabo, Bhayangkara FC, Kalteng Putra, Persija Jakarta, Madura United, Persela Lamongan, dan Arema FC menjadi delapan tim yang akan terus berlaga di Piala Presiden 2019 pada 29 dan 31 Maret mendatang.

Dan berikut adalah lima pemain yang memiliki potensi menjadi top skor Piala Presiden 2019 seperti dilansir Bola.com. Simak di bawah ini ya Bolaneters!

Baca juga : Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat

Bruno Matos (Persija Jakarta)
Playmaker asing Persija Jakarta yang satu ini telah membuktikan kualitas yang luar biasa dalam setiap pertandingan yang dijalani oleh Macan Kemayoran di setiap kompetisi. Kehadirannya sebagai mesin gol pun mampu menutupi lubang yang ditinggalkan Marko Simic yang masih berada di Australia untuk urusan hukum.

Bruno Matos pun memperlihatkan performa luar biasa selama membela Persija di Piala Presiden 2019. Dalam tiga pertandingan yang dijalani Persija di fase grup, pemain asal Brasil itu tak pernah absen mencetak gol untuk Macan Kemayoran.

Gol pertama Bruno Matos di Piala Presiden 2019 dicetak saat Persija menang telak 5-0 atas Borneo FC di laga pertama. Pemain asal Brasil itu kembali mencetak satu gol dari dua gol Persija saat bermain imbang 2-2 dengan Madura United di laga kedua.

Persija sempat terbang ke Myanmar untuk menjalani laga Piala AFC 2019, di mana Bruno Matos mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 yang diraih Persija atas Shan United. Kembali dari Myanmar dan langsung menghadapi PSS Sleman di laga terakhir Grup D Piala Presiden 2019, Bruno Matos mencetak dua gol Persija dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Grup D Piala Presiden 2019 itu.

Saat ini, Bruno Matos yang paling berpeluang untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019, mengingat jumlah empat gol yang sudah dicetaknya hingga sejauh ini hanya bisa disamakan oleh pemain Bali United, Melvin Platje, yang sudah tak mungkin menambah lagi pundi-pundi golnya setelah Bali United tersingkir.

Anderson Salles (Bhayangkara FC)
Seperti halnya Bruno Matos di Persija Jakarta, kompatriotnya di Bhayangkara FC, Anderson Salles, juga memperlihatkan performa yang luar biasa bersama The Guardians di turnamen pramusim pertamanya sejak tiba di Indonesia. Seperti rekan senegaranya, Bruno Matos, Anderson Salles juga selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dijalani Bhayangkara FC di Grup B Piala Presiden 2019.

Anderson Salles langsung tampil menggebrak di pertandingan pertama Bhayangkara FC di Piala Presiden 2019. Dalam laga kontra Semen Padang yang berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk Bhayangkara FC, Anderson Salles merupakan pencetak gol pembuka saat laga baru berjalan sembilan menit.

Bek tengah asal Brasil itu pun dipercaya oleh pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera, untuk menjadi eksekutor penalti. Dua gol yang dicetak Anderson Salles di laga kontra Mitra Kukar dan Bali United pun berasal dari titik putih.

Dengan tiga gol yang sudah dicetaknya hingga saat ini, di mana Bhayangkara FC juga tercatat sebagai satu-satunya tim yang lolos dengan catatan sempurna, Anderson Salles masih berpotensi untuk bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019.

Kerap maju dalam situasi sepak pojok dan tendangan bebas, Anderson Salles punya banyak opsi untuk mencetak gol, termasuk lagi-lagi dari titik putih. Dengan kondisi tersebut, bukan tidak mungkin Anderson bisa melampaui catatan yang dimiliki Bruno Matos.

Osas Saha (Tira Persikabo)
Striker naturalisasi yang kini membela Tira-Persikabo ini telah memperlihatkan ketajamannya dalam dua laga pertama Grup A Piala Presiden 2019. Dengan keberhasilan Tira-Persikabo lolos ke perempat final Piala Presiden 2019, gerbang Osas Saha untuk terus memperlihatkan ketajamannya masih terbuka lebar.

Osas Saha langsung tampil mengejutkan ketika Tira-Persikabo harus menghadapi Persib Bandung dalam laga pembuka Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Dua gol yang dicetaknya membawa Tira-Persikabo menang 2-1 atas tim tuan rumah.

Ketajaman Osas Saha berlanjut di laga kedua, di mana timnya kembali menang atas Perseru Serui. Osas Saha mencetak gol pembuka kemenangan Tira-Persikabo meski pada akhirnya mendapatkan kartu merah dan harus absen di pertandingan terakhir Grup A Piala Presiden 2019.

Namun, laga perempat final Piala Presiden 2019 akan menjadi comeback yang tepat bagi Osas Saha untuk kembali memperlihatkan ketajamannya. Pemain kelahiran Nigeria itu pun bisa menjadi pencetak gol terbanyak seiring perjalanan Tira-Persikabo melaju jauh di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.

Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat

Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat

ligaindonesia.asia – Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat, Ruddy Widodo General Manager Arema FC, membeber analisisnya soal tim-tim yang bakal menjadi saingan anak asuhnya dalam upaya meraih gelar juara pada ajang Piala Presiden 2019.

Menurutnya, Persija merupakan salah satu saingan terkuat Arema untuk meraih gelar kampiun.

Arema dan Persija sama-sama lolos ke Delapan Besar Piala Presiden 2019. Dalam turnamen yang disiarkan langsung Indosiar ini, Arema lolos dengan predikat runner-up Grup E, sedangkan Persija berstatus juara Grup D.

Kedua tim ini berpeluang untuk bertemu pada Babak Delapan Besar. Drawing akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (19/03).”Terus terang, saya menjagokan Persija sebagai tim yang menjadi saingan terberat Arema untuk meraih gelar juara,” kata Ruddy.

Baca juga : Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

“Mereka sangat bagus. Permainannya luar biasa,” sambungnya.

Menurut Ruddy, Macan Kemayoran -julukan Persija- memiliki modal apik. Modal tersebut, sambungnya, adalah keberadaan Ivan Kolev di tampuk kepelatihan Persija.

“Kolev tak banyak mengubah gaya permainan Persija. Ia yang menyesuaikan. Ini yang menjadi salah satu modal kekuatan Persija saat ini,” papar Ruddy.

“Para pemain tak perlu beradaptasi dengan gaya baru. Mereka tinggal mematangkan permainan mereka,” sambungnya.

Pujian Pelatih Timnas U-22 Indonesia untuk Marinus

Pujian Pelatih Timnas U-22 Indonesia untuk Marinus

ligaindonesia.asia – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan pujian pada Marinus Wanewar karena cerdas dalam mengontrol emosinya.

Marinus mendapat kesempatan di Timnas Indonesia setelah cukup lama absen. Dia sempat kehilangan kepercayaan dari pelatih Luis Milla setelah aksi tak terpuji di SEA Games 2017.

Di tahun ini, Marinus mendapat kesempatan kedua ketika Indra Sjafri menjadi pelatih. Tak hanya dipanggil, pemain berusia 21 tahun itu jadi langganan timnas U-22 di Piala AFF 2019 Kamboja.

Janji untuk tak mengulangi aksi tak terpuji itu pun ditunjukkan dia sepanjang AFF yang berlangsung sejak 17 Februari. Marinus jadi figur utama di balik kelolosan Indonesia ke final setelah mencetak tiga gol termasuk satu gol ke gawang Kamboja di partai terakhir grup.

Namun, ada juga ujian untuk sisi emosional Marinus di laga melawan Kamboja. Marinus sempat ditolak jabat tangannya oleh salah satu pemain tuan rumah. Pemain Persipura ini memberikan jempol terbaliknya seraya tersenyum kepada pemain tersebut usai laga.

Baca juga : Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

“Saya bersama Marinus tujuh minggu sekarang minggu ke delapan. Dia cerdas, jangan dipikir dia terpancing, dia bisa kontrol emosi,” kata Indra.

Indra pun sempat memberikan pesannya. Dia ingin semua pihak ikut mengawal Marinus.

“Tolong kawal Marinus, support Marinus, saya ingin dia jadi penyerang terbaik Indonesia,” sambungnya.

Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

ligaindonesia.asia – Tiga Bek yaitu Hansamu Yama, Otavio Dutra, dan Ruben Sanadi, mengikuti TC Timnas Indonesia di Australia dan Bali 6-21 Maret 2019 ini.

Di sisi lain, Persebaya hanya memiliki delapan dari 24 pemain sudah dikontrak untuk musim ini. Absennya tiga pemain itu bakal menyisakan lima pemain saja di lini belalakang untuk menghadapi Piala Presiden 2019 yang ditayangkan di Indosiar di Bandung.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, menilai jumlah pemain yang dimilikinya sudah cukup. Dia juga tidak berencana mengajak pemain Persebaya U-19, yang selama ini berlatih bersama skuatnya, ke Bandung.

“Saya menghitung jumlah pemain. Nanti menunggu kebijakan manajemen seperti apa akan membawa berapa pemain ke Bandung. Sepertinya kami belum akan membawa pemain yang gabung latihan dari Persebaya U-19. Saya pikir jumlah pemain senior sudah cukup,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Selama tiga laga Piala Indonesia 2018, Persebaya sebenarnya sudah menyiapkan beberapa pemain tim U-19. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang mendapatkan kesempatan bermain dalam turnamen tersebut.

Baca juga : Kriteria Pemimpin Baru PSSI

Demikian halnya dengan slot pemain asing yang akan tersisa satu. Status Dutra yang akan menjadi WNI, tentu membuat Persebaya berpeluang mendatangkan satu pemain asing. Namun, Djanur masih belum memikirkan itu.

“Sejauh ini belum saya diskusikan dengan manajemen. Nanti perlu pembicaraan apakah kami akan mendatangkan satu pemain baru mengingat Dutra akan menjadi WNI,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung itu.

Kriteria Pemimpin Baru PSSI

Kriteria Pemimpin Baru PSSI

ligaindonesia.asia – PSSI dalam waktu dekat akan mengelar Kongres untuk memilih ketua Umum baru PSSI. Ronal Surapradja menyatakan KOngres Luar biasa PSSI kali ini harus berbeda dengan yang sebelumnya.

PSSI itu seperti penyakit pilek yang dibiarkan menahun sehingga menjadi kanker. Bisa sembuh? Bisa. Karena itu KLB mutlak dilakukan. Masalahnya KLB yang harus dilakukan secepatnya ini jangan meniru KLB-KLB sebelumnya, seperti 2016 terakhir. Biasanya menghimpun negosiasi dari Asprov dan klub. Selama ini begitu. Akhirnya ngadu negosiasi,” kata Ronal dalam diskusi ‘Sepakbola Indonesia di Persimpangan’, di kawasan H. Agus Salim

“Dan mohon maaf orang yang urus sepakbola tak menjamin niat dan kebersihannya dalam sepakbola. Lalu orang seperti apa yang tepat? Kalau tanya saya ya tentu harus yang cinta Indonesia, bukan sepakbola. Sepakbola hanya turunannya terutama sepakbola Indonesia, lalu jujur,” sambungnya.

Baca juga : Fakta Mengenai Pengaturan Skor

Ronal yang merupakan fans Persib ini mengatakan sosok bukanlah kriteria utama dalam pemilihan ketum. Namun, paling penting punya komitmen tinggi termasuk untuk jabatan Komite Eksekutifnya.

“Figur bisa siapa saja dan harus punya komitmen tinggi terutama exconya juga, Paparnya.

“Terakhir, KLB harus dilakukan karena sudah darurat. Kalau PSSI tak dibenahi yang menanggung akibatnya adalah ana-anak kita nanti,” demikian dia.

Rencana KLB diputuskan dalam rapat darurat Komite Eksekutif PSSI pada 19 Februari lalu. KLB dilakukan setelah Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka ke-15 oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Fakta Mengenai Pengaturan Skor

Fakta Mengenai Pengaturan Skor

ligaindonesia.asia – Pengatur skor di liga pertandingan Indonesia kini menjadi sorotan publik usai menonton Talk show Mata Najwa lewat stasiun televisi di hari rabu 20-feb-2019 ini. Terutama semakin di perkuat dengan pengakuan narasumber.

Tiga narasumber yang memicu keriuhan antara lain sopir Joko Driyono, perangkat pertandingan, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih tersangka kasus suap Liga 2, PSS Vs Madura FC.

Dalam diskusi bersama satu perangkat pertandingan yang disembunyikan identitasnya, Najwa menanyakan sederet kasus pengaturan skor yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Perangkat pertandingan itu menyebutkan bahwa banyak laga di Liga 1 telah diatur.

Baca juga : Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

Klub-klub yang disebut sang narasumber protes keras, karena merasa fakta yang diungkapkan berbeda dengan kenyataan ,Pihak-pihak yang disebut merasa dihakimi, karena potongan-potongan rekaman wawancara marak beredar di media sosial (medsos) dan mendapat respon tinggi di kalangan netizen.

Sebut saja CEO Arema FC, Agoes Soerjanto. Ia merasa prihatin dengan tudingan pengaturan skor terhadap mantan Iwan Budianto, mantan CEO Arema yang menyeret-nyerwt Tim Singo Edan dalam pusaran kasus match fixing. Kecurigaan terhadap Iwan menjadi otak pengaturan skor kini ramai di medsos terutama setelah tayangan Mata Nazwa edisi terakhir ditayangkan.

Namun sampai sekarang, tudingan itu belum terbukti. Berangkat dari fakta tersebut, Agoes meminta semua menerapkan azas praduga tidak bersalah.

“Tudingan itu bagi saya masih sebatas di televisi, masih disiarkan, mari terapkan dulu asas praduga tidak bersalah. Karena negara kita ini adalah negara hukum,” ungkap Agoes dalam keterangan pers yang diterima Bola.com.

Iwan Budianto disebut narasumber rahasia Mata Nazwa terlibat pengaturan skor Arema FC Vs Borneo FC di Liga 1 2018

Sang simber anonim itu menyebut bahwa IB telah memerintahkan wasit untuk memenangkan Arema FC saat melawan Borneo FC pada Liga 1 2018 dengan imbalan Rp 20-25 juta. Namun, jika dilihat pada data pertandingan, ternyata Arema kalah 1-2 dari Borneo pada putaran pertama di Samarinda. Lalu, ada hasil imbang 2-2 saat kedua tim bersua pada putaran kedua di Malang.

Selain itu, pernyataan sang perangkat pertandingan tersebut terkait dengan laga Borneo FC melawan PSM Makassar juga kurang sesuai dengan kenyataan.

Fakta meleset terjadi atas tuduhan lain yang melibatkan klub berbeda, Borneo FC dan PSM Makassar. Iwan yang namanya disamarkan dengan insial IB, yang berstatus sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, dituduh terlibat pengaturan skor untuk memenangkan Borneo FC atas Juku Eja.

Realitanya pada hasil pertandingan, justru PSM dua kali memenangi laga dengan Borneo FC di Liga 1 2018. Tim asuhan Robert Alberts menang 1-0 di Stadion Andi Matalatta, dan unggul 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.

Di sisi lain, tuduhan serupa di ajang pramusim Piala Presiden 2018, realitanya tak singkron. Iwan dituding meminta Arema menang dan tidak boleh kalah dari Bhayangkara FC karena menentukan peluang lolos dari grup. Hasil pertandingan antara Arema Vs Bhayangkara FC berkesudahan 0-0. Menariknya klub Bhayangkara FC mili Polri.

Di sisi lain, Peter Tanuri, pemilik Bali United buka suara soal tuduhan tak mendasar yang diarahkan ke dirinya.

Peter yang disebut dengan inisial PT disebut meminta Bali United menang atas Persela Lamongan di Bali. Walau hasil pertandingan menunjukkan hal tersebut, di mana Bali United unggul tipis 2-1, Peter merasa tidak sama sekali melakukan intervensi ke perangkat pertandingan.

“Saya tidak mengetahui hal itu (meminta bantuan perangkat pertandingan). Kalau tim mau menang siapa sih yang tak mau menang, kami mintanya ke pelatih dan pemain,” ucap Peter dikutip dari Mata Najwa.

Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

ligaindonesia.asia – Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 mencatatkan sejarah baru di turnamen antarnegara. Untuk pertama kalinya, skuat Timnas U-22 Indonesia mampu menembus final Piala AFF U-22 setelah menang 1-0 atas Vietnam di semi final Olympic Stadium,Phnom Penh,Kamboja.

Gol yang di cetak gelandang Luthfi Kamal di menit ke-69.

Terlepas dari gol lewat bola mati, Timnas Indonesia U-22 benar-benar terlihat ingin memenangi pertandingan dan menembus final. Sejak babak pertama, mereka berusaha melakukan serangan, meski kerap gagal menembus pertahanan Vietnam. Catatan statistik tembakan Timnas Indonesia U-22 cukup efektif, meski tak sebanyak tiga laga fase grup sebelumnya. Mereka hanya membukukan lima tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.

Laga ini juga mencatatkan jumlah pelanggaran cukup banyak, total 42 pelanggaran dengan 24 di antaranya dilakukan Timnas Indonesia U-22 dan sisanya Vietnam. Enam kartu kuning juga dikeluarkan wasit Thant Zin Oo (Myanmar) untuk pemain Timnas Indonesia U-22. Keberhasilan menembus final ini terhitung mengejutkan karena sejak awal Marinus Wanewar dkk. tampil kurang meyakinkan. Tapi, kecerdikan pemain yang berjuang keras, menunjukkan kunci keberhasilan mereka.

Melihat peluang untuk meraih gelar juara kian besar, anak asuh Indra Sjafri pantas untuk membawa pulang trofi. Bola.com merangkum beberapa faktor yang membuat Timnas Indonesia U-22 mampu mengalahkan Vietnam dan menembus final.

Baca juga : Skandal Heboh Joko Driyono

Tampil Agresif ke Pertahanan Lawan
Usaha pemain Timnas Indonesia U-22 untuk menembus pertahanan Vietnam tak selalu berjalan mulus. Beberapa kali, pemain belakang Vietnam mampu menghentikan laju penetrasi yang coba dilakukan lini serang Timnas Indonesia U-22.

Beberapa kali Timnas Indonesia U-22 menunjukkan agresivitas lewat pemain sayap Osvaldo Haay atau Witan Sulaeman. Nmun, tak banyak yang bisa dilakukan ketika sudah di depan gawang. Catatan lima tembakan saja sepanjang 90 sudah menunjukkannya.

Namun, usaha itu kemudian membuahkan hasil untuk gol tembakan bebas Luthfi Kamal pada menit ke-69. Tendangan bebas itu lahir karena kekhawatiran pemain Vietnam ketika menghadapi serangan Timnas Indonesia U-22.

Mulanya, striker Marinus Wanewar berniat melakukan umpan terobosan. Witan yang berpeluang mengejar bola ditabrak pemain belakang Vietnam dan wasit menanggap itu pelanggaran. Mendapat kesempatan di depan kotak penalti, Luthfi Kamal tak menyia-nyiakannya.