Gelandang Persib Bandung Tetap Bersiap Walau Kelanjutan Liga 1 Belum Ada Kejelasan

Gelandang Persib Bandung Tetap Bersiap Walau Kelanjutan Liga 1 Belum Ada Kejelasan Gelandang tengah Persib Bandung yakni Dedi Kusnandar tetap menyiapkan diri dengan semaksimal mungkin untuk bertanding walau hingga kini belum ada kejelasan perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 2022/2023.

Belum ada kepastian akan lanjutan Liga 1 tak membuat pemain Persib bersantai, namun mereka tetap untuk mencoba menjaga mental hingga fisik untuk tetap bersiap untuk kembali berkompetisi.

Dado, panggilan akrab Dedi, mengatakan bahwa program latihan yang diberikan sang pelatih yakni Luis Milla terus meningkat secara bertahap usai sempat libur.

“Keadaan kami bertahap terus meningkat selepas sempat diliburkan dari latihan bersama. Seperti kata pelatih, walau belum ada kepastian, kami tetap harus mempersiapkan diri untuk selalu siap menghadapi pertandingan,” ucap Dado.

Keadaan tersebut, menurut dia, dibantu dengan adanya uji tanding atau gim internal di akhir minggu yang menjadi sedikit obat buat pemain untuk tidak terlalu bosan dengan program latihan yang berlangsung hampir setiap hari serta menjaga ritme permainan.

“Gim sendiri akan lebih mempermudah pemain dalam beradaptasi lagi usai lama tak ada pertandingan, selain tentunya jadi penyegaran,” ucap pemain yang kini sudah berusia 31 tahun asal Sumedang, Jawa Barat tersebut.

Baca Juga: Liga 1 Masih Diambang Ketidakjelasan, Persita Tangerang Terus Meningkatkan Keadaan Pemain

Dado juga berharap pertandingan segera berlangsung  kembali dan semua permasalahan dapat  selesai, karena banyak yang telah merindukan pertandingan, termasuk juga para pemain.

“Saya berharap semua mendapat hasil yang terbaik, untuk kebaikan semua pihak,” imbuhnya.

Imbas dari Tragedi Kanjuruhan, awal Oktober kemarin, kompetisi Liga 1 2022/2023 langsung disetop sampai waktu yang belum ditentukan dan sejauh ini belum ada kejelasan mengenai kelanjutannya.

Di satu sisi, stakeholder sepak bola Indonesia sudah bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan FIFA dan AFC, serta kementerian terkait di Jakarta menanggapi akan Tragedi yang menewaskan setidaknya sebanyak 135 orang itu.

Dalam pertemuan tersebut, didapatkan beberapa tahapan yang sudah dibuat tentang kembali berlangsungnya kembali Liga 1 2022/2023 yang diwacanakan akhir November tersebut.

Di sisi lain, PSSI juga sedang mempersiapkan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) atas desakan dari berbagai kalangan, termasuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan.

Direktur Akademi PSIS Naik tingkatan ke Tim Senior

Direktur Akademi PSIS Naik tingkatan ke Tim Senior Direktur Akademi PSIS Semarang yakni Muhammad Ridwan dilibatkan manajemen Laskar Mahesa Jenar untuk mengurusi tim senior walau  belum ada kejelasan lanjutan kompetisi Liga 1 2022/2023.

CEO PSIS yakni Yoyok Sukawi mengatakan bahwa Ridwan diberikan tugas tambahan untuk menjadi kepala analis tim utama PSIS.

Menurut Yoyok, tenaga serta kemampuan Ridwan memang diperlukan oleh tim senior untuk mengasah detailing di semua posisi dalam menatap kelanjutan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

“Coach Ridwan kami beri tugas tambahan untuk menjadi kepala analis tim senior. Harapannya agar detail-detail di tim senior layaknya taktikal benar-benar matang,” ucapnya.

Selain itu, ucap Yoyok, Ridwan juga dapat berdiskusi dan saling memberi masukan terhadap tim pelatih mengenai perbaikan-perbaikan di tim ke depannya.

Ridwan telah terlihat dalam sesi latihan PSIS di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (8/11/2022) kemarin untuk mendampingi tim pelatih serta membuat analisis yang diperlukan tim senior.

Baca Juga: Pratama Arhan Masi Merasa Kesepian Walau Telah Terbiasa dengan Lingkungan DiJepang

Setelah melepas pelatih kiper Rory Grand, PSIS sendiri terus memperkuat tim pelatih dengan menambah personel, diawali dari Basuki Setyabudi sebagai asisten pelatih kiper mendampingi I Komang Putra yang balik menjadi pelatih kiper.

Kemudian, PSIS juga membawa Idrus Gunawan sebagai asisten pelatih untuk memperkuat evaluasi permainan tim di sektor posisi belakang.

Imbas dari Tragedi Kanjuruhan, awal Oktober lalu, kompetisi Liga 1 2022/2023 langsung disetop hingga waktu yang belum ditentukan dan sejauh ini belum ada kejelasan mengenai kelanjutannya.

Di satu sisi, stakeholder sepak bola Indonesia sudah bertemu serta berdiskusi dengan perwakilan FIFA dan AFC, serta kementerian terkait di Jakarta menyikapi tragedi yang menewaskan setidaknya 135 orang tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, didapatkan beberapa tahapan yang sudah dibuat perihal kembali berlangsungnya kembali Liga 1 2022/2023 yang diwacanakan akhir November ini.

Di sisi lain, PSSI juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) atas desakan dari berbagai kalangan, termasuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

PSSI Sudah Kirim Surat Pemberitahuan KLB ke Pemungutan Suara

PSSI Sudah Kirim Surat Pemberitahuan KLB ke Pemungutan Suara PSSI sah  telah mengirimkan surat pemberitahuan kongres luar biasa 2023 terhadap voters pada Senin (7/11/2022) kemarin.

Seperti dapat diketahui, pada Jumat (28/10/2022) lalu melalui Emergency Meeting Exco PSSI sendiri memutuskan untuk mempercepat kongres luar biasa pemilihan melalui tahapan mekanisme kongres luar biasa sesuai tahapan aturan organisasi.

Untuk itu, akan menindaklanjuti surat PSSI nomor 4449/UDN/2853/X-2022 tertanggal 29 Oktober 2022 tentang percepatan kongres, bersama ini disampaikan beberapa hal terkait kongres biasa PSSI tahun 2023.

Sebagaimana Statuta PSSI pasal 32 ayat (2), PSSI memberitahukan terhadap anggota PSSI bahwa kongres biasa PSSI akan diselenggarakan tanggal 7 Januari 2023.

Baca Juga: Intropeksi Diri, Alfriyanto Nico Sadar Akan Kekurangan yang Harus Diperbaiki

Sebagaimana Statuta PSSI pasal 32 ayat (3), anggota PSSI dapat menyampaikan usulan agenda kongres biasa PSSI yang diberikan secara tertulis terhadap Sekretaris Jenderal PSSI berikut penjelasannya sekurang-kurangnya 45 hari sebelum kongres biasa PSSI yakni pada tanggal 23 November 2023 mendatang.

Sebagaimana Statuta PSSI pasal 32 ayat (4), PSSI akan menyampaikan daftar resmi kongres biasa PSSI 2023 terhadap anggota PSSI sekurang-kurangnya 7 hari sebelum kongres biasa PSSI tahun 2023 dilaksanakan.

PSSI memberikan laporan terhadap FIFA bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2023.

Kecil Kesempatan Raffi Ahmad Menjadi Ketua Umum PSSI yang Baru

Kecil Kesempatan Raffi Ahmad Menjadi Ketua Umum PSSI yang Baru Percepatan Kongres Pemilihan melalui sistem Kongres Luar Biasa (KLB) menggulirkan sejumlah kabar menarik. Salah satunya yakni kemungkinan kesempatan Raffi Ahmad menjadi orang nomor satu di lembaga pengurus sepakbola nasional tersebut.

Tapi, menurut Presiden RANS Nusantara FC yakni si Roofi Ardian kesempatan Raffi Ahmad menjadi chairman PSSI sangat susah terjadi.

Roofi mengatakan kemungkinan Raffi untuk maju amatlah kecil. Masalahnya, selebritas papan atas Tanah Air tersebut cukup sibuk dengan kegiatannya sebagai publik figur.

“Ah gak masuk PSSI. Kelihatannya itu terlalu jauh ya, tidak si keliatannya tidak sampai situ,” ucap Roofi ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (4/11/2022) silam.

Lebih lanjut, Roofi sendiri juga enggan untuk berkomentar siapa sosok yang cocok untuk menggantikan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule tersebut sebagai ketua umum. Menurutnya, masih terlalu jauh memperkirakan akan hal tersebut.

“Wah kayaknya kita Terlalu jauh bila bicara itu. Kita masih tim baru, semoga yang terbaik saja,” jelas Roofi.

Baca Juga: Beberapa Timnas Indonesia Pernah Dicap Wonderkid, Kini Pudar

Komite Eksekutif  PSSI sudah memutuskan akan mempercepat KLN pada tanggal 18 Maret dari semula pada bulan November 2023.

KLB dilaksanakan usai adanya desakan dari anggota PSSI yaitu Persis Solo dan Persebaya Surabaya dan berbagai pertimbangan lainnya.

Kemudian juga KLB dilaksanakan untuk menindaklanjuti kepastian kompetisi yang saat ini terhenti sebab Tragedi Kanjuruhan, Malang.

Dalam KLB nanti akan dipilih kepengurusan baru PSSI untuk jabatan ketua umum, wakil ketua, dan 12 anggota Exco. Asalkan sesuai kriteria siapa pun berhak untuk maju mencalonkan diri termasuk Raffi Ahmad sendiri.

Walau terbilang masih jauh. Beberapa nama mulai muncul yang dirasa pas menggantikan Iwan Bule mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir sampai mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Dali Tahir: Awas Dapat Peringatan dari FIFA!, TGIPF Minta PSSI Dirubah

Dali Tahir: Awas Dapat Peringatan dari FIFA!, TGIPF Minta PSSI Dirubah Mantan Komite Etik FIFA asal Indonesia yakni Dali Tahir mewanti-wanti supaya pemerintah tak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Pernyataan yang kontroversial tersebut dapat membuat Indonesia kembali mendapatakan sanksi hukuman dari Federasi Sepak Bola Dunia.

Diketahui sebelumnya Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan yakni Mahfud MD meminta supaya Ketua Umum  PSSI  Mochamad Iriawan serta jajarannya untuk segera mundur dari posisinya.

Pernyataan tersebut dilayangkan Mahfud sesuai dengan hasil rekomendasi dari Tim Gabungan Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan yang dibentuk oleh pemerintah tersebut.

“Semua harus menaati akan aturan, taati statuta PSSI yang berasal dari konstitusi sepak bola dunia, FIFA,” ucap Dali Tahir.

Pria yang juga merupakan Ketua Tim Perumus Statuta PSSI itu mengatakan, dah bukan tugas pemerintah untuk ikut campur kedalam hal tersebut atau melakukan intervensi.

Apalagi, menurutnya tugas TGIPF sendiri telah selesai sewaktu penyerahan dokumen terhadap Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“TGIPF itu buatan siapa? Pemerintah bukan? bila mereka meminta pertandingan dihentikan dan meminta supaya segera KLB, ya telah selesai tugasnya. Jangan kembali melakukan intervensi dengan meminta Ketua PSSI untuk mundur,” kata Dali Tahir.

Baca Juga: Dipanggil ke Istana, Zainudin Amali Ulas KLB PSSI serta Piala Dunia dengan Pak Presiden

Dali Tahir yang telah bertahun-tahun lamanya terjun di dunia sepak bola Indonesia. mengatakan bahwa peralihan kekuasaan di PSSI sering cuma dimanfaatkan demi kepentingan politik praktis yang justru jauh dari kata cita-cita untuk membangun sepak bola Indonesia menjadi jauh lebih baik.

“Jangan cari panggung dengan mengorbankan sepak bola. Satu hal yang akan buat rugi sebab diatur-atur oleh  orang yang tak mengerti dengan sepak bola,” cetusnya.

Pria yang sempat menjabat sebagai chairman tim Australia, Brisbane Roar FC ini justru menilai bahwa apa yang dilakukan oleh PSSI era kepemimpinan Mochamad Iriawan sebenarnya telah lebih baik dari pada kepengurusan sebelumnya.

“Saya takjub dengan PSSI kini, kepengurusan Iwan Bule itu dapat dikatakan luar biasa. Timnas Indonesia U-20, timnas wanita, futsal-nya semua ke Piala Asia. Itu kan prestasi,” tukas Dali Tahir.

Sebelumnya PSSI melalui rapat Exco di Kantor PSSI, Jakarta, tanggal 28 Oktober lalu setuju akan melaksanakan Kongres Luar Biasa dalam kurun waktu dekat.

PSSI juga sudah berkirim surat terhadap FIFA bahwa KLB untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif  akan digelar pada tanggal 18 Maret 2023 mendatang.

Ketua umum PSSI yakni Mochamad Iriawan sendiri mengaku tak ingin melihat ekosistem sepak bola Indonesia terhenti.

“Maka dari itu, saya memutuskan untuk melaksanakan KLB. Saya juga tak ingin mengorbankan 120 ribu teman-teman yang hidup dari sepak bola, ada ofisial, wasit, pemain, kitman, pelaku UMKM, dan lain sebagainya dimana mereka hidup dari sepak bola,” ucap pria yang akrab dipanggil Iwan Bule itu belum lama ini.

“Kami memohon agar pemangku kepentingan berkenan memberikan izin untuk bergulir nya kompetisi, dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3,” tukasnya.

Ramai Tuntutan KLB PSSI, Begini Sikap PSMS Medan

Ramai Tuntutan KLB PSSI, Begini Sikap PSMS Medan PSMS Medan memberikan tanggapan perihal ramai akan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Sejauh ini, sikap PSMS sendiri masih menunggu hingga adanya kepastian jauh lebih lanjut.

Demikian dikatakan oleh direktur teknik PT. Kinantan Medan Indonesia (KMI) yang menaungi PSMS, Andry Mahyar, Minggu (30/10/2022).

“Sikap PSMS sendiri masih menunggu pemberitahuan berikutnya, baik itu dari PSSI terkait KLB maupun terkait akan kapan liga kembali diilaksanakan,” ucapnya.

Sementara itu, media officer PSMS yakni Aldi Aulia berharap kompetisi Liga 2 yang sedang ditunda dapat berjalan kembali sembari akan dilaksanakannya percepatan KLB.

“Dengan ada percepatan untuk KLB tersebut pasti sebuah angin segar akan berlangsungnya kembali bertanding . Pribadi saya berharap, kalau dapat kompetisi berlangsung lebih awal sembari menunggu KLB dilaksanakan,” ucapnya.

Diketahui, PSSI sendiri memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PSSI yakni  Mochamad Iriawan.

Baca Juga: Luis Milla Libur Dalam Latihan Pertama Bersama Dengan Persib Bandung Sore Ini Selepas Dari Cuti Panjang

“Tahapan Kongres Luar Biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan terhadap FIFA berisi akan usulan kongres,” ucap Iriawan.

Adapun alasan guna untuk mempercepat KLB  ialah  demi mencegah perpecahan di kalangan anggotanya.

Seharusnya, kata Iriawan, berdasarkan statuta PSSI, KLB dilaksanakan bila ada permintaan tertulis dari 50 persen atau 2/3 dari jumlah total anggota PSSI. Kemudian KLB akan dilaksanakan tiga bulan selepas PSSI menerima permohonan tersebut.

Tapi, kini baru dua anggota PSSI yang mengajukan permintaan KLB, yakni tim Persis Solo serta Persebaya Surabaya.

“Exco PSSI akhirnya memutuskan untuk mempercepat KLB pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya. Exco PSSI tak mau terjadi adanya perpecahan di antara para anggotanya sebab Exco PSSI ialah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voter) yang mewakili anggota PSSI,” jelas si Iriawan.

PSSI sendiri berharap, keputusan untuk mempercepat KLB dapat menjadi pertimbangan semua pemangku kepentingan supaya membantu berlangsungnya kembali Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 musim kompetisi 2022/2023.

Menpora Buka Suara Perihal KLB PSSI, Pemerintah Tak Ikut Campur

Menpora Buka Suara Perihal KLB PSSI, Pemerintah Tak Ikut Campur Menteri Pemuda dan Olahraga yakni si Zainudin Amali secara tegas mengatakan bahwa pemerintah tak akan ikut campur dalam kongres luar biasa (KLB). KLB akan dilaksanakan PSSI dalam kurun waktu dekat.

Pemerintah sendiri tak akan mengintervensi pelaksanaan KLB sehingga pemerintah juga tak mempunyai harapan apapun dari yang dihasilkan nantinya.

Ia menuturkan KLB merupakan kewenangan federasi sepak bola yang telah diputuskan dan dipersilakan guna dijalankan.

“Telah diputuskan, pemerintah tak akan ikut campur,” ucap Menpora di sela pengarahan terhadap atlet binaan Universitas Semarang (USM) di Semarang, Minggu.

“Kita tunggu saja, apapun hasilnya nanti,” imbuhnya.

Dalam persetujuan tersebut, Menpora memberikan pengarahan terhadap mahasiswa yang merupakan atlet didikan USM.

Baca Juga: Arema FC, Perihal KLB PSSI Kami Setuju

Menpora menghargai usaha USM dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tak cuma dari sisi akademik.

“Tak banyak perguruan tinggi yang memberikan persetujuan terhadap atletnya, kebanyakan lebih banyak pada penekanan akademik,” ucapnya.

Sebelumnya, PSSI sendiri berencana melaksanakan KLB yang lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Desakan terhadap PSSI untuk secepatnya melaksanakan KLB awalnya datang dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Pemerintah Indonesia menyusul terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan kemarin, Malang, yang telah merenggut hampir lebih dari 135 orang dan melukai ratusan lainnya.

TGIPF, dalam dokumen yang dikeluarkan pada tanggal 14 Oktober 2022 lalu, merekomendasikan jajaran Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI yakni Mochamad Iriawan, mengundurkan diri sebagai bentuk akan rasa pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik dari meninggal hingga  luka-luka, akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Arema FC, Perihal KLB PSSI Kami Setuju

Arema FC, Perihal KLB PSSI Kami Setuju Arema FC sendiri telah setuju perihal KLB PSSI untuk dipercepat. Ini perihal PSSI yang terus didesak untuk melakukan percepatan Kongres Luar Biasa (KLB).

Arema FC sendirir telah mendapatkan surat sah dari PSSI bernomor 4449/UDN/2853/X-2022 pada 29 Oktober 2022.

Surat tersebut mengatakan sebelum KLB dilaksanakan penetapan Komite Pemilihan dan komite Banding pemilihan.

komite pemilihan terpilih akan menyusun tahapan menuju kongres luar biasa pemilihan.

Percepatan KLB tersebut dinilai bentuk dari percepatan perubahan untuk menentukan roadmap sepak bola Indonesia ke depan.

“Kita setuju untuk mengikuti alur serta juga arahan yang mengatur perihal KLB,” ucap Komisaris Arema FC yakni Tatang Dwi Arifianto, Minggu, 30 Oktober 2022.

Selain itu, mewakili manajemen Arema FC. Tatang menyampaikan akan rasa terima kasih atas pelajaran yang amat luar biasa terhadap Gilang Widya Pramana terhadap Arema FC selama menjadi presiden klub.

Baca Juga: 3 Alasan Iwan Bule Belum Tentu Turun Jabatan Walau PSSI Percepat KLB

Untuknya, banyak perubahan yang diperbuat oleh Arema FC terhadap penampilan Singo Edan di berbagai bidang.

Selepas dari memutuskan mundur, Tatang sendiri mengharapkan Gilang terus berkontribusi melalui saran dan masukan untuk kemajuan Arema FC. Perihal langkah manajemen selanjutnya, Tatang akan menyampaikan sementara fokus terhadap penanganan tanggap darurat serta percepatan akan KLB.

3 Alasan Iwan Bule Belum Tentu Turun Jabatan Walau PSSI Percepat KLB

3 Alasan Iwan Bule Belum Tentu Turun Jabatan Walau PSSI Percepat KLB Secara mengejutkan, Ketua Umum PSSI yakni si Mochamad Iriawan, mengumumkan bahwa pihaknya akan mempercepat  KLB.

Iwan Bule membuat suatu keputusan bahwa KLB PSSI dipercepat itu selepas rapat dengan 12 anggota Exco PSSI di kantor PSSI yang berlokasikan di Jakarta pada Jumat (28/10/2022). Rapat tersebut dilakukan selama lebih dari tiga jam lamanya.

Selepas ini, PSSI sendiri akan mengirim surat pemberitahuan ke FIFA guna untuk mengajukan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB). Nantinya, surat tersebut akan menyebarkan ke media.

Baca Juga: PSSI, Bimbingan Akan Sepak Bola Usia Dini Jadi Utama

“Tahapan Kongres Luar Biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan terahdap FIFA yang berisi pendapat kongres. Surat pemberitahuan akan kami sebarkan terhadap rekan media pada Senin 31 Oktober,” ujar Iwan Bule.

Walau begitu, KLB PSSI tetaplah membuka kesempatan untuk Iwan Bule untuk dapat kembali menduduki kursi Ketua Umum PSSI.

Melawan Dengan Taktik Guna Gandeng Voters

Sebelumnya, tim pemenangan yang membantu Iwan Bule untuk mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum di KLB PSSI 2019 kemarin berhasil  menarik banyak voters.

Masalahnya, dari total 85 voters yang mengikuti KLB PSSI 2019, 82 di antaranya memilih Iwan Bule. Hal tersebut menunjukkan bahwa betapa kuatnya pengaruh tim pemenangan yang dipunya oleh mantan Kapolda Jawa Barat tersebut..

Tim pemenangan inilah nantinya yang akan  menentukan banyaknya suara yang dapat diperoleh Iwan Bule untuk kembali menjadi Ketum PSSI.

Amankan Suara Asprov

Untuk dapat meraih suara terbanyak dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI dalam KLB yang akan datang, Iwan Bule dapat mengamankan terlebih dahulu suara voters dari Asosiasi Provinsi.

Masalahnya, terdapat 34 Asprov PSSI yang mempunyai hak suara dalam pemilihan Ketua Umum PSSI. Selepas itu, Iwan Bule dapat menggalang dukungan dari beberapa tim Liga 1, Liga 2, serta Liga 3

Bila sudah mendapatkan kurang lebih 50% suara, Mochamad Iriawan dapat kembali melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI masa berikutnya.

Kembali Maju Pemilihan

Salah satu rencana yang akan dilaksanakan dalam KLB PSSI nantinya ialah bursa pemilihan Ketua Umum PSSI. Mochamad Iriawan pun juga kemungkinan kembali mencalonkan dirinya tersebut.

 Bila Iwan Bule kembali masuk bursa calon Ketua Umum PSSI untuk masa berikutnya, maka purnawirawan perwira polisi berpangkat akhir Komisaris Jenderal (Komjen) ini berkesempatan untuk kembali terpilih.

Iwan Bule Pastikan PSSI Secepatnya Langsungkan KLB Selepas Didesak Persebaya dan Persis Solo

Iwan Bule Pastikan PSSI Secepatnya Langsungkan KLB Selepas Didesak Persebaya dan Persis Solo Mochamad Iriawan atau yang kerap dipanggil Iwan Bule memastikan bahwa PSSI akan segera melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut merupakan ekor dari desakan para klub Liga 1 seperti Persebaya Surabaya dan juga Persis Solo.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Iwan Bule selaku Ketua Umum PSSI setelah melaksanakan Exco Emergencey Meeting di kantor PSSI di GBK Arena, Jakarta Pusat pada Jumat (28/10/2022) malam WIB.
Selepas ia menggelar rapat yang dihadiri 12 anggota Exco tersebut, PSSI melalui Mochamad Iriawan alias Iwan Bule akhirnya ingin menggelar KLB secepatnya.
“Memutuskan untuk mempercepat kongres biasa pemilihan melalui mekanisme kongres luar biasa sesuai step aturan organisasi,” ucap Iwan Bule.
Sebelum melaksanakan KLB, PSSI disebut Iwan Bule akan terlebih dahulu melalukan tahap verifikasi. Dia menekankan bahwa KLB akan dilaksanakan selambat-lambatnya tiga bulan pasca proses verifikasi selesai.
Sebagaimana merujuk pada Pasal 34 ayat 2 statuta PSSI, KLB baru dapat dilaksanakan apabila sekurangnya 2/3 dari delegasi (voters) mewakili anggota PSSI mengajukan permintaan itu secara tertulis.
Keputusan PSSI secepatnya melaksanakan  KLB dikatakan Iwan Bule tak lepas dari desakan para anggota PSSI yakni dua tim Liga 1, Persebaya Surabaya dan Persis Solo. Keduanya secara terang-terangan meminta PSSI melaksanakan KLB sebagai bagian dari perubahan sepak bola Tanah Air pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 135 orang lebih.