Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Ligaindonesia.asia – Tim Persebaya Surabaya telah memutuskan untuk memecat Djajang Nurjaman beberapa waktu lalu. Asisten pelatih Bejo Sugiantoro pun dituding menjadi dalang pemecatan Djadjang Nurdjaman dari posisi pelatih kepala.

Kabar itu sudah beredar di jagat dunia media sosial dan menjadi perbincangan Bonek, suporter Persebaya. Sampai sekarang, beberapa Bonek masih mengirim komentar negatif dan meminta Bejo sekaligus pelatih kiper Miftahul Hadi mundur dari jabatannya.

Bejo kini masih menjabat sebagai pelatih interim selepas kepergian Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman. Dia pun membantah rumor tersebut.

“Ada sebagian admin sosmed yang salah mengartikan. Saya tidak mau, nanti polemik. Saya selama ini hanya membantu sebagai caretaker setelah coach Djanur keluar. Saya tidak ada obsesi lain. Saya sempat dicurigai menusuk si A atau si B,” ujar Bejo.

Pelatih berusia 42 tahun itu pun menegaskan dirinya hanya akan menjadi pelatih interim sampai kedatangan Alfred Riedl, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala. Dalam waktu dekat bahkan ada asisten pelatih baru, yakni Wolfgang Pikal.

Sempat pula beredar kabar bahwa perubahan pada komposisi pemain tim Persebaya diinisiasi Bejo, termasuk keluarnya Amido Balde. Bejo mengaku sudah pasrah dengan tugasnya yang hanya menjadi pelatih sementara pada saat itu.

Baca Juga : Rintangan Berat Tira Persikabo Hadapi Borneo FC

Bukan Penentu Kebijakan

Dia menegaskan keputusan untuk mendatangkan dan melepas pemain tetap pada Alfred Riedl, yang sampai hari ini belum dikabarkan menandatangani kontrak bersama Persebaya.

“Ada yang bilang, ‘Riedl tidak ada, nanti akan sesuai arahan dari Bejo’. Jangan lah. Saya tidak akan mencampuri urusan siapa yang keluar di tim ini,” ungkap Bejo.

“Nanti bisa ditanyakan ke Wolfgang Pikal, komunikasi dengan coach Riedl seperti apa. Saya akan kembali pada tugas sebagai asisten pelatih, membantu, bukan penentu kebijakan,” imbuh pelatih kelahiran Sidoarjo tersebut.

Di sisi lain, Persebaya sudah mulai melakukan perubahan komposisi pemain seiring berlangsungnya bursa trasfer. Terbaru, mereka mendatangkan gelandang asal Australia, Aryn Williams, dan melepas striker asal Guinea-Bissau, Amido Balde.

Kenapa Manager Persebaya Tidak Mendatangkan Pemain Asing

Kenapa Manager Persebaya Tidak Mendatangkan Pemain Asing

Ligaindonesia.asia – Banyak yang bertanya-tanya mengapa Persebaya tidak ada pemain asing di dalam club dan mengapa tidak mau memasukkan permain asing agar permainan semakin baik. Namun cara pandang dari Manager Persibaya sangat berbeda dengan yang orang lain liat ini alasannya sudah di rangkum Ligaindonesia.asia dibawah ini.

Persebaya Surabaya belum tahu kapan Otavio Dutra bakal resmi menjadi warna negara Indonesia (WNI) karena kini masih dalam proses naturalisasi. Padahal, Persebaya bisa mendaftarkan satu pemain asing baru bila status Dutra menjadi pemain lokal di Liga 1 2019. Harapan manajemen Persebaya untuk mendatangkan pemain asing baru sudah ditutup. Mereka tak ingin disibukkan dengan upaya mendatangkan pemain asing baru jelang ditutupnya Transfer Matching System (TMS) pada 9 Mei 2019.

“Semua kami lihat. Saya tidak mau berandai-andai. Kapan Dutra selesai dan menjadi WNI juga kami belum tahu. Pendaftaran (pemain asing) Liga 1 hanya sampai 9 Mei. Jadi, ini berkejaran dengan waktu kalau mencari pemain,” kata Candra. Daripada pusing menambah skuat, Candra justru ingin memaksimalkan 24 pemain yang kini sudah masuk dalam skuatya. Jumlah itu masih akan ditambah empat orang lagi yang berstatus pemain U-23 untuk memenuhi regulasi Liga 1 2019.

“Tim yang ada sekarang sudah melengkapi semua unsur. Artinya, dari sisi untuk teknis sudah memenuihi, itu hasil evaluasi kami selama ini. Kalau misalnya nanti tidak sampai mendatangkan pemain baru, kami dari manajemen percaya bahwa tim ini bisa bersaing,” imbuh Candra kepada ligaindonesia.asia.

Baca juga : Puasa Pertama Latihan Persib Diturunkan

Hasil pramusim juga sudah cukup memuaskan buat Persebaya yang menjadi runner-up Piala Presiden 2019. Namun, sejumlah klub sebenarnya juga telah melakukan pembenahan demi menatap Liga 1 2019 yang dimulai pada 15 Mei. Sejak Piala Presiden 2019 rampung, Persebaya tidak mengalami perubahan komposisi pemain, tak ada pemain keluar dan masuk. Skuat saat ini diyakini telah sesuai dengan harapan pihak manajemen dan jajaran pelatih.

“Kalau nanti ada opsi penambahan pemain, kami akan ajukan. Intinya, Persebaya Surabaya berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin regulasi yang soal pemain yang dibuat oleh operator. Tapi, kami tidak akan terburu-buru dan harus seperti itu,” ucap pria berusia 42 tahun itu.