Borneo FC Mewaspadai Pembalasan Dari Persija

Borneo FC Mewaspadai Pembalasan Dari Persija

Ligaindonesia.asia – Borneo FC baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga pekan ke-21 Shopee Liga 1 2019. Namun, Borneo FC yang harus menunda laga kontra Persebaya Surabaya, harus siap untuk mewaspadai kebangkitan Persija Jakarta yang akan kembali menjadi lawan mereka di laga tunda pekan keempat Liga 1 2019, Minggu (6/10/2019).

Borneo FC memang baru saja merasakan tiga poin penting saat menjamu Persija di Samarinda lewat gol tunggal yang dicetak Lerby Eliandry. Namun, euforia tersebut harus segera diakhiri. Persija kembali akan menjadi lawan Borneo FC dalam laga tunda pekan keempat Shopee Liga 1 2019 setelah laga pekan ke-22 kontra Persebaya harus ditunda.

Aroma pembalasan pun terasa jelang laga kontra Persija Jakarta itu. Borneo FC harus berhati-hati ketika bertandang ke markas Macan Kemayoran yang tengah berupaya keras menjauhi zona bahaya bersama pelatih barunya, Edson Tavares.

Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin, pun menegaskan Renan Silva dkk. harus benar-benar waspada. Persiapan harus dilakukan semaksimal mungkin agar bisa meredam ambisi Persija membalas kekalahan di Samarinda.

“Persija memiliki begitu banyak ambisi. Mereka pasti mau menang di kandang dan membalas kekalahan di pertemuan pekan lalu,” ujar Asisten pelath Borneo FC itu.

Selain itu, Persija Jakarta mungkin saja kembali diperkuat oleh striker andalannya, Marko Simic, saat menjamu Borneo FC. Memang striker asal Kroasia itu harus absen dalam laga di Samarinda karena cedera. “Kami belum mengetahui kondisi terkini dari Simic. Namun, kalau dia bisa bermain tentu Persija semakin kuat,” ujarnya.

Baca Juga : Gelandang Arema FC Bermain Karena Terinspirasi Captain Tsubasa

Tak Mustahil Raih Kemenangan
Harus menjalani laga tandang tak membuat Borneo FC merasa gentar. Bahkan Amiruddin menegaskan tim berjulukan Pesut Etam itu akan tetap bermain menyerang meski bermain di bawah tekanan suporter Persija.

Bahkan kemenangan pun bukan hal yang mustahil untuk diraih oleh Borneo FC di laga tandang mereka kali ini.

“Peluang menang di setiap pertandingan selalu ada. Hanya tinggal bagaimana para pemain tampil maksimal selama 90 menit. Mereka harus fokus agar tidak kecolongan,” ujar asisten pelatih Borneo FC itu.

Pelatih Arema FC Menyebut Persija Jakarta Kepayahan

Pelatih Arema FC Menyebut Persija Jakarta Kepayahan

Ligaindonesia.asia – Milomir Seslija angkat bicara soal Persija Jakarta, yang akan menjadi lawan anak asuhnya pada laga lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019. Pelatih Arema FC ini menilai, Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- saat ini tak berada dalam kondisi kepayahan.

“Persija memulai kompetisi lebih awal, karena bermain di kompetisi Asia. Ini membuat para pemain mereka kelelahan dalam menjalani kompetisi lokal,” ucap Milo, sapaan karib Milomir Seslija.

“Ini semua membuat penampilan Persija jeblok,” sambungnya.

Arema sendiri akan menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan 12 Shopee Liga 1 musim 2019. Pertandingan ini akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (03/08) sore.

Saat ini, Arema berada di posisi empat klasemen sementara dengan koleksi 18 angka dari 10 pertandingan. Sedangkan Persija saat ini masih terdampar di peringkat 17 dengan koleksi enam angka dari tujuh laga.

Posisi ini sangatlah mengecewakan bagi tim dengan reputasi seperti Persija. Kekecewaan inilah yang memicu pergantian pelatih di kubu Macan Kemayoran beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Tangis Rivaldi Bawuo Setelah Menjebol Gawang Persib

Ganti Pelatih Tak Tuntaskan Masalah

Milo pun menyoroti pergantian pelatih di kubu Persija Jakarta, beberapa waktu lalu. Pelatih asal Bosnia ini menyebut bahwa perubahan nakhoda Persija, dari Ivan Kolev ke Julio Banuelos, tak banyak mengubah keadaan.

“Mereka berpikir bahwa mengganti pelatih bakal menuntaskan masalah. Namun, ini hanya temporer. Dalam waktu singkat mungkin mereka bagus, tapi lama kelamaan mereka akan kembali turun,” papar Milo.

“Mengganti pelatih pun justru menimbulkan masalah lagi. Pemain harus bisa menyesuaikan gaya bermain dengan pelatih baru,” sambungnya.

Harus Beradaptasi

Lebih lanjut, Milo menyebut bahwa pergantian pelatih ini juga menghadirkan masalah lain. Pelatih baru, menurut juru taktik berusia 55 tahun tersebut, tak bisa langsung mengubah timnya.

“Perubahan dalam waktu singkat akan membuat kebingungan. Semua perlu waktu,” kata Milo pada saat itu.

“Seperti bayi yang baru minum susu, jika rasa susu itu terus berubah, tentu tak akan baik bagi si bayi,” ia menandaskan saat itu.