Barito Tak Berhasil Taklukkan PSM Makassar, Goncalves Tetap Bangga

Barito Tak Berhasil Taklukkan PSM Makassar, Goncalves Tetap Bangga

Barito Tak Berhasil Taklukkan PSM Makassar, Goncalves Tetap Bangga Barito Putera sendiri harus puas akan bermain imbang dengan skor akhir 1-1 kontra PSM Makassar terhadap partai tunda minggu ke-6 Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Selasa kemarin (10/1).

Tim didikan pelatih Rodney Goncalves sebenarnya sanggup memberikan tekanan terhadap sang tamu sejak menit awal. Bahkan sewaktu pertandingan baru memasuki menit ke-2′, Barito Putera memperoleh akan suatu kesempatan emas untuk unggul selepas pemain PSM Makassar dinyatakan hands ball di kotak terlarang oleh wasit.

Cuma saja sayangnya eksekusi penalti yang dilakukan oleh Rafael Silva sanggup ditepis oleh  penjaga gawang PSM Makassar yakni Reza Arya Pratama.

Petaka justru kemudian datang untuk sang tuan rumah sewaktu Juku Eja sanggup unggul di menit ke-20′ lewat gol bunuh diri bek tuan rumah, Renan Silva. Beruntung Barito Putera akhirnya sanggup menyamakan akan kedudukan lewat gol Mike Ott di menit ke-57′. Gol tersebut sekaligus menyelamatkan Laskar Antasari dan harus puas dengan satu poin di pertandingan kandang tersebut.

Baca Juga: Barito Rekrut Mantan Penyerang Asing Persikabo 1973

“Pertandingan melawan pemuncak klasemen kali ini memang berat. Namun penampilan anak-anak cukup bagus walau tak sempurna sebab kita tak dapat memenangi pertandingan. Kita dapat ciptakan banyak kesempatan dan mengontrol pertandingan,” ucapnya seperti dilansir laman resmi Liga Indonesia.

Hasil imbang tersebut membuat Bayu Pradana dan beberapa kawan masih belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara. Tepatnya di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga 1 musim 2022/2023 alias tiga terbawah dengan nilai 16. Sedangkan tambahan satu poin membuat Juku Eja saat ini mengoleksi sebanyak 34 poin dan ada di puncak klasemen.

Melihat penampilan timnya kontra PSM Makassar tersebut, Rodney Goncalves juga berambisi dengan kesempatan Laskar Antasari untuk dapat terus merangkak naik di papan klasemen pada putaran kedua nanti.

“Jika kita dapat terus tampil seperti ini, saya percaya bisa lebih baik lagi di posisi klasemen,” katanya.

Penjaga Gawang Reza Arya, Berkilau di Tangan Pelatih yang Pas

Penjaga Gawang Reza Arya, Berkilau di Tangan Pelatih yang Pas Reza Arya Pratama dapat dikatakan nama yang baru populer di Liga 1 2022/2023. Sebelumnya, tidak banyak yang mengenal pemuda kelahiran tahun 2000 tersebut.

Namun, Reza saat ini menjadi idola baru. Terkhususnya idola para pendukung PSM Makassar. Berposisi sebagai kiper, Reza melewati jalan yang panjang untuk mendapat posisi inti di bawah mistar gawang Pasukan Ramang.

Perjuangannya sendiri dimulai pada empat tahun silam, sewaktu promosi dari PSM junior ke tim senior. Silih berganti pelatih kiper yang datang, tak membuat Reza jadi pilihan.

Pindah ke tim lain pernah terpikir olehnya. Namun ia memilih tetap bertahan. “Sebab saya percaya suatu saat nanti saya diberi kepercayaan di tim ini,” ucap Reza.

“Saya pasti dapat seperti senior-senior sebelumnya. Alhamdulillah, di tahun ini mulai dari pelatih kepala hingga pelatih kiper menaruh keyakinan terhadap saya,” lanjutnya.

Baca Juga: Gelandang Persib Bandung Tetap Bersiap Walau Kelanjutan Liga 1 Belum Ada Kejelasan

Faktor Pelatih

Kedatangan pelatih PSM yakni Bernardo Tavares serta pelatih kiper Alan Haviluddin merupakan jembatan baru karire Reza.

Di waktu yang sama, dua kiper senior PSM Makassar pergi. Hilmansyah ke RANS Nusantara, sedangkan Syaiful ke Persita Tangerang.

Dua kiper senior lainnya memang hadir, Rivky Mokodompit dan Suardi Harlan. Namun, tim pelatih PSM Makassar memiliki proyek ambisius, menerbitkan pemain muda.

Jadilah Reza akhirnya bersinar di tangan pelatih yang pas. Tidak cuma karena diberi kepercayaan. Juga sebab metode latihan yang diterapkan sang pelatih.

Makin Percaya Diri

Diakui oleh Reza, saat dia lebih percaya diri sebagai tembok terakhir pertahanan PSM Makassar.

“Program latihan pelatih kiper juga amat membantu. Pagi latihan di gym, sore latihan di lapangan. Sebab dia saya bisa belajar banyak dan dibantu agar selalu percaya diri. Saya tidak akan sia-siakan peluang  ini,” lanjut Reza.

Keputusan PSM memutarkan Reza tepat. Walau musim ini ialah debutnya, Reza dapat dibilang lebih menonjol ketimbang dua pendahulunya, Hilman dan Syaiful.

Sampai minggu ke-11 Liga 1 2022/2023, Reza bermain di 10 pertandingan. Dengan catatan empat kali cleansheet. “Ini juga sebab kerja keras semua pemain. Bukan saya saja,” Ujar Reza merendah.