Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Ligaindonesia.asia – Bali United saat ini kokoh di puncak klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan raihan 51 poin hingga pekan ke-24. Mereka bahkan sudah menempati posisi itu sejak pekan ke-14 atau dalam 11 pekan terakhir. Itu merupakan rekor terlama bagi sebuah tim bisa menduduki puncak klasemen di Liga 1 sejak 2017. Bali United bakal tetap berada di posisi tersebut sampai tiga pekan ke depan sampai pekan ke-27.

Penyebabnya, Madura United yang berada di posisi runner-up baru mengoleksi 41 poin. Selisih keduanya terpaut mencapai 10 poin. Dengan situasi ini, publik mulai meyakini Bali United bakal menggondol titel Liga 1 2019 dengan mudah.

Selain selisih poin yang cukup jauh, Bali United juga masih memiliki dua laga tunda. Mereka baru memainkan 22 pertandingan, berbeda dengan Madura United yang sudah melakoni 24 laga. Hal itu bisa membuat Bali United memperlebar jarak menjadi 16 poin dengan Madura United.

Dengan begitu, Bali United perlu memenangi tujuh dari 12 laga tersisa untuk memastikan gelar juara. Setidaknya, mereka bisa menutup peluang klub lain saat telah melakoni 29 pertandingan dengan catatan memenangi tujuh laga berikutnya.

Peluang Bali United untuk terkejar oleh tim lain memang sangat kecil. Sebab, mereka merupakan tim yang cukup konsisten selama tampil di Liga 1 2019. Bahkan, Serdadu Tridatu mencatat rekor fantantis dengan selalu menang dalam 11 laga kandang.

Meski demikian, bukan tidak mungkin jika Madura United bisa mengejar Bali United yang cukup tangguh. Meski hasil pertandingan naik turun, Laskar Sape Kerap merupakan klub yang berambisi besar menjadi yang terbaik musim ini.

Raihan itu bisa dicapai seandainya Madura United mampu konsisten memenangi laga tersisa sambil berharap Bali United terpeleset atau kalah. Dengan catatan itu, Madura United merupakan penantang serius Bali United untuk meraih gelar juara. Dilansir dari berbagai sumber,  ada beberapa alasan Madura United Jadi Penantang serius Bali United dalam perburuan gelar juara Liga 1 2019. Simak ulasannya berikut ini:

Posisi Runner-Up
Seperti yang dijelaskan, Madura United adalah klub yang memiliki perolehan poin terdekat dengan Bali United. Artinya, klub asal Pulau Garam itu saat ini menjadi klub yang paling berpeluang mendekati sang pemuncak klasemen.

Meski, mereka juga harus hati-hari dengan Borneo FC di peringkat ketiga (40 poin) yang baru melakoni 23 pertandingan. Lalu, Persipura Jayapura pun merangsek ke peringkat keempat (37 poin) dengan menjalani 22 pertandingan.

Kedua tim itu berpotensi menggantikan posisi Madura United jika terpeleset. Namun, tim arahan Rasiman itu tetap menjadi yang teratas untuk menantang Bali United. Langkah itu harus dilewati dengan memenangi dua laga kandang berikutnya saat menjamu Tira Persikabo dan Persipura.

Berisi Pemain Top
Madura United mendapat julukan Los Galacticos Indonesia pada awal musim ini karena mendatangkan sejumlah pemain bintang. Sebut saja Beto Goncalves, Jaimerson Xavier, Andik Vermansah, Zulfiandi, Aleksandar Rakic, Fandry Imbiri, dll.

Para pemain itu tidak bisa dianggap sebelah mata. Selain gaji mereka yang diduga berharga tinggi, nama-nama tersebut memiliki kualitas yang apik dengan pengalaman di kasta tertinggi Indonesia. Seperti Rakic dan Beto misalnya yang merupakan striker ganas dengan gelar top scorer.

Keberadaan mereka bakal sangat memengaruhi performa Madura United untuk menjegal upaya Bali United. Dengan catatan, mereka tetap harus berhasil mengangkat mental dan memenangi laga berikutnya setelah tersungkur di markas PSM Makassar dengan skor 0-1 (24/10/2019).

Baca Juga : Robert Berikan Pembelaan Soal Penalti Ezechiel

Ambisi Kuat Juara
Sejak awal musim, Madura United sudah menargetkan satu trofi dari tiga ajang yang mereka ikuti musim ini. Di antaranya adalah Piala Indonesia 2018, Piala Presiden 2019, dan Liga 1 2019.

Dua trofi turnamen yang disebut pertama itu lepas dari genggaman mereka. Madura United kalah di babak semifinal masing-masing dari PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.

Dengan kegagalan itu, Laskar Sape Kerap sangat berambisi untuk memenangi Liga 1 2019. Alasannya, mereka sangat ngotot ingin tampil di kompetisi Asia musim depan selain mencatatkan prestasi baru di ajang resmi.

Mental Juara
Dengan nama-nama yang mentereng, Madura United merupakan klub memiliki sekuat dengan mental juara. Para pemain itu telah memenangi beberapa trofi bersama klub yang pernah mereka bela sebelumnya.

Sebut saja Jaimerson Xavier yang musim lalu membawa Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Lalu, Beto Goncalves juga pernah mempersembahkan gelar ISL 2008-2009 untuk Persipura Jayapura.

Andik Vermansah pun menjuarai Piala Malaysia 2015 bersama Selangor FA. Kemudian, Fandry Imbiri mampu menggondol trofi Liga 2 2017 untuk Persebaya Surabaya.

Jangan lupakan Zulfiandi yang merupakan bagian skuat Timnas Indonesia U-19 saat meraih trofi Piala AFF U-19 2013. Masih ada pula kiper Satria Tama yang menjadi andalan Timnas Indonesia U-22 yang menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

Dengan pengalaman itu, para pemain memiliki mental juara yang kuat. Kini, mereka tinggal perlu mengaplikasikannya di Madura United dan berkamuan keras memenangi setiap pertandingan tersisa.

Bagi Madura United Bulan Agustus Merupakan Bulan Kelabu

Bagi Madura United Bulan Agustus Merupakan Bulan Kelabu

Ligaindonesia.asia – Tim Madura United menutup bulan Agustus dengan cerita yang penuh kelabu. Laskar Sape Kerap gagal meraih kemenangan atas Semen Padang dalam laga tunda pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Rabu malam (28/8/2019). Madura United diimbangi sang juru kunci klasemen dengan skor 1-1.

Hasil itu makin membuat mereka kesulitan bersaing di papan atas. Sebelumnya, mereka malah hanya menang sekali dalam lima laga beruntun. Selama bulan Agustus, mereka bertanding sebanyak enam kali dengan torehan satu menang, empat seri, dan satu kalah.

Hasil buruk itu menjadi tanda tanya untuk tim yang berisikan pemain yang berkualitas. Apalagi, empat dari enam laga itu digelar di kandang sendiri.

Pelatih interim Madura United, Rasiman, mengakui tim asuhannya telah melewati momen sulit selama Agustus.

“Memang ini sangat sulit bagi kami, berat untuk melalui bulan Agustus. Kami hanya bisa menang sekali, padahal memiliki enam pertandingan. Berbeda dengan pertandingan sebelum-sebelumnya,” kata Rasiman.

Bulan Agustus telah menjadi saksi keterpurukan Madura United di Liga 1 2019. Hasil buruk itu pula yang membuat pelatih Dejan Antonic mundur pada 23 Agustus. Dia merasa bertanggung jawab dengan rentetan hasil kurang memuaskan sebelum menang 3-0 atas PSIS Semarang (24/8/2019).

Dalam enam pertandingan, Madura United mencetak sembilan gol dan kebobolan tujuh. Tetapi, permainan mereka menurun drastis dibandingkan saat pramusim dan beberapa pekan awal Liga 1 2019.

Baca Juga : Apakah Dalang Pemecatan Djanur Adalah Bejo Sugiantoro

Harapan di Bulan September

Hal itu terjadi seiring sempat absennya delapan pemain sekaligus saat melawat ke markas Persebaya pada 10 Agustus. Dalam laga bertajuk Derbi Suramadu itu, tujuh pemain di antaranya mengalami cedera.

Sampai pertengahan Agustus, empat pemain mereka harus absen karen membela Timnas Indonesia, seperti Greg Nwokolo, Andik Vermansah, Alberto Goncalves, dan Andik Vermansah.

Madura United akan kembali diuji saat melakoni pertandingan pada Bulan September. Laskar Sape Kerrab dijadwalkan menjamu Kalteng Putra pada Minggu (1/9/2019). Setelah itu, kompetisi akan libur sekitar dua pekan sebelum putaran kedua berlangsung mulai pertengahan September.

“Semoga saja, harapan kami, bisa mendapatkan hasil bagus di awal bulan depan dan bisa menjadi motivasi selama beberapa pertandingan di bulan September nanti,” ujar Rasiman.