Timnas Indonesia U-22 Bakal Gelar Ujicoba

Timnas Indonesia U-22 Bakal Gelar Ujicoba

Ligaindonesia.asia – Berikut ini akan kita bahas mengenai Timnas Indonesia U-22 yang sedang mempersiapkan tim mereka untuk SEA Games 2019 nanti. Penasaran? Yuk langsung aja simak informasi informasi dibawah ini.

Pelatih timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mengungkapkan rencana ujicoba yang akan dijalani timnya dalam waktu dekat. Kini semua pemain telah berkumpul untuk pemusatan latihan di Jakarta pada 20-31 Juli 2019.

Dari 26 pemain yang dipanggil, empat personel belum bergabung. Satu di antaranya adalah bek Persib Bandung, Indra Mustafa, yang masih membela timnya kontra PSIS Semarang pada sore tadi.

Selama pemusatan latihan, timnas Indonesia U-22 akan mengadakan sekali internal game pada Kamis (25/7/2019). Pada 28 Juli 2019, skuat berjulukan Garuda Muda ini akan terbang ke Lampung untuk menghadapi Lampung Selection dalam partai uji coba di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.

“Khusus Juli ini, kami mengadakan sekali uji coba plus internal game. Nanti pada 28 Juli, kami ke Lampung untuk beruji coba melawan Lampung Selection,” imbuh Indra kepada wartawan di Stadion Madya,

Indra mengatakan, dari 26 pemain yang dipanggil, terdapat beberapa muka baru dan personel yang minim menit bermain di timnas Indonesia U-22. Pasalnya, Indra masih ingin menguji penampilan sejumlah pemain baru pada TC saat ini.

Baca Juga : Agen Akan Pindahkan Philippe Coutinho Dari Barcelona

Daftarkan 40 Pemain pada 2 September

Indra akan mendaftarkan 40 pemain untuk SEA Games 2019 pada 2 September mendatang. Sebelum itu, Indra bakal menggelar TC kembali pada Agustus 2019, dengan sejumlah wajah baru.

“Sesuai dengan timeline-nya SEA Games, pada 2 September sudah harus mendaftarkan 40 pemain. Oleh sebab itu, TC untuk Juli dan Agustus akan ada wajah-wajah baru,” tutur Indra.

“Jadi pemain-pemain baru yang kami panggil itu untuk melengkapi pemain menjadi 40 pemain. Sumber pemain pada TC pada Juli dan Agustus ini, yaitu kami blusukan dari kompetisi ke kompetisi. Kami lihat dan beberapa pemain baru hadir pada hari ini.”

“Pada TC Agustus nanti kami berlakukan hal yang sama ya. Kami akan panggil beberapa pemain lagi yang kami anggap bisa kami uji. Khusus untuk Juli ini kami panggil 26 pemain,” imbuh mantan peracik strategi Bali United itu.

Pujian Pelatih Timnas U-22 Indonesia untuk Marinus

Pujian Pelatih Timnas U-22 Indonesia untuk Marinus

ligaindonesia.asia – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan pujian pada Marinus Wanewar karena cerdas dalam mengontrol emosinya.

Marinus mendapat kesempatan di Timnas Indonesia setelah cukup lama absen. Dia sempat kehilangan kepercayaan dari pelatih Luis Milla setelah aksi tak terpuji di SEA Games 2017.

Di tahun ini, Marinus mendapat kesempatan kedua ketika Indra Sjafri menjadi pelatih. Tak hanya dipanggil, pemain berusia 21 tahun itu jadi langganan timnas U-22 di Piala AFF 2019 Kamboja.

Janji untuk tak mengulangi aksi tak terpuji itu pun ditunjukkan dia sepanjang AFF yang berlangsung sejak 17 Februari. Marinus jadi figur utama di balik kelolosan Indonesia ke final setelah mencetak tiga gol termasuk satu gol ke gawang Kamboja di partai terakhir grup.

Namun, ada juga ujian untuk sisi emosional Marinus di laga melawan Kamboja. Marinus sempat ditolak jabat tangannya oleh salah satu pemain tuan rumah. Pemain Persipura ini memberikan jempol terbaliknya seraya tersenyum kepada pemain tersebut usai laga.

Baca juga : Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

“Saya bersama Marinus tujuh minggu sekarang minggu ke delapan. Dia cerdas, jangan dipikir dia terpancing, dia bisa kontrol emosi,” kata Indra.

Indra pun sempat memberikan pesannya. Dia ingin semua pihak ikut mengawal Marinus.

“Tolong kawal Marinus, support Marinus, saya ingin dia jadi penyerang terbaik Indonesia,” sambungnya.

Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

Pemain U-19 Persebaya Tidak Akan Dibawa ke Bandung

ligaindonesia.asia – Tiga Bek yaitu Hansamu Yama, Otavio Dutra, dan Ruben Sanadi, mengikuti TC Timnas Indonesia di Australia dan Bali 6-21 Maret 2019 ini.

Di sisi lain, Persebaya hanya memiliki delapan dari 24 pemain sudah dikontrak untuk musim ini. Absennya tiga pemain itu bakal menyisakan lima pemain saja di lini belalakang untuk menghadapi Piala Presiden 2019 yang ditayangkan di Indosiar di Bandung.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, menilai jumlah pemain yang dimilikinya sudah cukup. Dia juga tidak berencana mengajak pemain Persebaya U-19, yang selama ini berlatih bersama skuatnya, ke Bandung.

“Saya menghitung jumlah pemain. Nanti menunggu kebijakan manajemen seperti apa akan membawa berapa pemain ke Bandung. Sepertinya kami belum akan membawa pemain yang gabung latihan dari Persebaya U-19. Saya pikir jumlah pemain senior sudah cukup,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Selama tiga laga Piala Indonesia 2018, Persebaya sebenarnya sudah menyiapkan beberapa pemain tim U-19. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang mendapatkan kesempatan bermain dalam turnamen tersebut.

Baca juga : Kriteria Pemimpin Baru PSSI

Demikian halnya dengan slot pemain asing yang akan tersisa satu. Status Dutra yang akan menjadi WNI, tentu membuat Persebaya berpeluang mendatangkan satu pemain asing. Namun, Djanur masih belum memikirkan itu.

“Sejauh ini belum saya diskusikan dengan manajemen. Nanti perlu pembicaraan apakah kami akan mendatangkan satu pemain baru mengingat Dutra akan menjadi WNI,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung itu.

Kriteria Pemimpin Baru PSSI

Kriteria Pemimpin Baru PSSI

ligaindonesia.asia – PSSI dalam waktu dekat akan mengelar Kongres untuk memilih ketua Umum baru PSSI. Ronal Surapradja menyatakan KOngres Luar biasa PSSI kali ini harus berbeda dengan yang sebelumnya.

PSSI itu seperti penyakit pilek yang dibiarkan menahun sehingga menjadi kanker. Bisa sembuh? Bisa. Karena itu KLB mutlak dilakukan. Masalahnya KLB yang harus dilakukan secepatnya ini jangan meniru KLB-KLB sebelumnya, seperti 2016 terakhir. Biasanya menghimpun negosiasi dari Asprov dan klub. Selama ini begitu. Akhirnya ngadu negosiasi,” kata Ronal dalam diskusi ‘Sepakbola Indonesia di Persimpangan’, di kawasan H. Agus Salim

“Dan mohon maaf orang yang urus sepakbola tak menjamin niat dan kebersihannya dalam sepakbola. Lalu orang seperti apa yang tepat? Kalau tanya saya ya tentu harus yang cinta Indonesia, bukan sepakbola. Sepakbola hanya turunannya terutama sepakbola Indonesia, lalu jujur,” sambungnya.

Baca juga : Fakta Mengenai Pengaturan Skor

Ronal yang merupakan fans Persib ini mengatakan sosok bukanlah kriteria utama dalam pemilihan ketum. Namun, paling penting punya komitmen tinggi termasuk untuk jabatan Komite Eksekutifnya.

“Figur bisa siapa saja dan harus punya komitmen tinggi terutama exconya juga, Paparnya.

“Terakhir, KLB harus dilakukan karena sudah darurat. Kalau PSSI tak dibenahi yang menanggung akibatnya adalah ana-anak kita nanti,” demikian dia.

Rencana KLB diputuskan dalam rapat darurat Komite Eksekutif PSSI pada 19 Februari lalu. KLB dilakukan setelah Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka ke-15 oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Fakta Mengenai Pengaturan Skor

Fakta Mengenai Pengaturan Skor

ligaindonesia.asia – Pengatur skor di liga pertandingan Indonesia kini menjadi sorotan publik usai menonton Talk show Mata Najwa lewat stasiun televisi di hari rabu 20-feb-2019 ini. Terutama semakin di perkuat dengan pengakuan narasumber.

Tiga narasumber yang memicu keriuhan antara lain sopir Joko Driyono, perangkat pertandingan, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih tersangka kasus suap Liga 2, PSS Vs Madura FC.

Dalam diskusi bersama satu perangkat pertandingan yang disembunyikan identitasnya, Najwa menanyakan sederet kasus pengaturan skor yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Perangkat pertandingan itu menyebutkan bahwa banyak laga di Liga 1 telah diatur.

Baca juga : Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

Klub-klub yang disebut sang narasumber protes keras, karena merasa fakta yang diungkapkan berbeda dengan kenyataan ,Pihak-pihak yang disebut merasa dihakimi, karena potongan-potongan rekaman wawancara marak beredar di media sosial (medsos) dan mendapat respon tinggi di kalangan netizen.

Sebut saja CEO Arema FC, Agoes Soerjanto. Ia merasa prihatin dengan tudingan pengaturan skor terhadap mantan Iwan Budianto, mantan CEO Arema yang menyeret-nyerwt Tim Singo Edan dalam pusaran kasus match fixing. Kecurigaan terhadap Iwan menjadi otak pengaturan skor kini ramai di medsos terutama setelah tayangan Mata Nazwa edisi terakhir ditayangkan.

Namun sampai sekarang, tudingan itu belum terbukti. Berangkat dari fakta tersebut, Agoes meminta semua menerapkan azas praduga tidak bersalah.

“Tudingan itu bagi saya masih sebatas di televisi, masih disiarkan, mari terapkan dulu asas praduga tidak bersalah. Karena negara kita ini adalah negara hukum,” ungkap Agoes dalam keterangan pers yang diterima Bola.com.

Iwan Budianto disebut narasumber rahasia Mata Nazwa terlibat pengaturan skor Arema FC Vs Borneo FC di Liga 1 2018

Sang simber anonim itu menyebut bahwa IB telah memerintahkan wasit untuk memenangkan Arema FC saat melawan Borneo FC pada Liga 1 2018 dengan imbalan Rp 20-25 juta. Namun, jika dilihat pada data pertandingan, ternyata Arema kalah 1-2 dari Borneo pada putaran pertama di Samarinda. Lalu, ada hasil imbang 2-2 saat kedua tim bersua pada putaran kedua di Malang.

Selain itu, pernyataan sang perangkat pertandingan tersebut terkait dengan laga Borneo FC melawan PSM Makassar juga kurang sesuai dengan kenyataan.

Fakta meleset terjadi atas tuduhan lain yang melibatkan klub berbeda, Borneo FC dan PSM Makassar. Iwan yang namanya disamarkan dengan insial IB, yang berstatus sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, dituduh terlibat pengaturan skor untuk memenangkan Borneo FC atas Juku Eja.

Realitanya pada hasil pertandingan, justru PSM dua kali memenangi laga dengan Borneo FC di Liga 1 2018. Tim asuhan Robert Alberts menang 1-0 di Stadion Andi Matalatta, dan unggul 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.

Di sisi lain, tuduhan serupa di ajang pramusim Piala Presiden 2018, realitanya tak singkron. Iwan dituding meminta Arema menang dan tidak boleh kalah dari Bhayangkara FC karena menentukan peluang lolos dari grup. Hasil pertandingan antara Arema Vs Bhayangkara FC berkesudahan 0-0. Menariknya klub Bhayangkara FC mili Polri.

Di sisi lain, Peter Tanuri, pemilik Bali United buka suara soal tuduhan tak mendasar yang diarahkan ke dirinya.

Peter yang disebut dengan inisial PT disebut meminta Bali United menang atas Persela Lamongan di Bali. Walau hasil pertandingan menunjukkan hal tersebut, di mana Bali United unggul tipis 2-1, Peter merasa tidak sama sekali melakukan intervensi ke perangkat pertandingan.

“Saya tidak mengetahui hal itu (meminta bantuan perangkat pertandingan). Kalau tim mau menang siapa sih yang tak mau menang, kami mintanya ke pelatih dan pemain,” ucap Peter dikutip dari Mata Najwa.

Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

Timnas U-22 Indonesia Berhasil Menembus Final Piala AFF U-22 2019

ligaindonesia.asia – Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 mencatatkan sejarah baru di turnamen antarnegara. Untuk pertama kalinya, skuat Timnas U-22 Indonesia mampu menembus final Piala AFF U-22 setelah menang 1-0 atas Vietnam di semi final Olympic Stadium,Phnom Penh,Kamboja.

Gol yang di cetak gelandang Luthfi Kamal di menit ke-69.

Terlepas dari gol lewat bola mati, Timnas Indonesia U-22 benar-benar terlihat ingin memenangi pertandingan dan menembus final. Sejak babak pertama, mereka berusaha melakukan serangan, meski kerap gagal menembus pertahanan Vietnam. Catatan statistik tembakan Timnas Indonesia U-22 cukup efektif, meski tak sebanyak tiga laga fase grup sebelumnya. Mereka hanya membukukan lima tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.

Laga ini juga mencatatkan jumlah pelanggaran cukup banyak, total 42 pelanggaran dengan 24 di antaranya dilakukan Timnas Indonesia U-22 dan sisanya Vietnam. Enam kartu kuning juga dikeluarkan wasit Thant Zin Oo (Myanmar) untuk pemain Timnas Indonesia U-22. Keberhasilan menembus final ini terhitung mengejutkan karena sejak awal Marinus Wanewar dkk. tampil kurang meyakinkan. Tapi, kecerdikan pemain yang berjuang keras, menunjukkan kunci keberhasilan mereka.

Melihat peluang untuk meraih gelar juara kian besar, anak asuh Indra Sjafri pantas untuk membawa pulang trofi. Bola.com merangkum beberapa faktor yang membuat Timnas Indonesia U-22 mampu mengalahkan Vietnam dan menembus final.

Baca juga : Skandal Heboh Joko Driyono

Tampil Agresif ke Pertahanan Lawan
Usaha pemain Timnas Indonesia U-22 untuk menembus pertahanan Vietnam tak selalu berjalan mulus. Beberapa kali, pemain belakang Vietnam mampu menghentikan laju penetrasi yang coba dilakukan lini serang Timnas Indonesia U-22.

Beberapa kali Timnas Indonesia U-22 menunjukkan agresivitas lewat pemain sayap Osvaldo Haay atau Witan Sulaeman. Nmun, tak banyak yang bisa dilakukan ketika sudah di depan gawang. Catatan lima tembakan saja sepanjang 90 sudah menunjukkannya.

Namun, usaha itu kemudian membuahkan hasil untuk gol tembakan bebas Luthfi Kamal pada menit ke-69. Tendangan bebas itu lahir karena kekhawatiran pemain Vietnam ketika menghadapi serangan Timnas Indonesia U-22.

Mulanya, striker Marinus Wanewar berniat melakukan umpan terobosan. Witan yang berpeluang mengejar bola ditabrak pemain belakang Vietnam dan wasit menanggap itu pelanggaran. Mendapat kesempatan di depan kotak penalti, Luthfi Kamal tak menyia-nyiakannya.