Daftar Tembok di Liga Indonesia

Daftar Tembok di Liga Indonesia – Indonesia memiliki banyak sekali pemain bintang yang dapat memenangkan permainan dalam pertandingan sepakbola. Bukan hanya menghadapi pemain yang bias tapi Liga Indonesia juga pernah di hiasi oleh tembok tinggi besar loh. Banyak tim Liga Indonesia yang mempercayakan posisi bek tengah kepada pemain-pemain bertipikal tinggi besar. Beberapa pemain tersebut bahkan berhasil tampil memukau, sehingga menerima panggilan Timnas Indonesia. Keunggulan postur mereka diharapkan mampu menutup ‘lubang’ timnas di sektor duel udara.
Lantas, siapa saja pemain-pemain itu? Berikut kami sajikan daftar ‘tembok’ tinggi besar yang pernah hiasi Liga Indonesia. Silakan disimak.

Daftar Tembok di Liga Indonesia

Abanda Herman

Pemain pertama dalam daftar ini adalah Abanda Herman. Pemain asal Kamerun itu datang ke Indonesia saat direkrut PSM Makassar pada musim 2004/05.
Sempat membela Persija Jakarta selama 2006-2010, ia kemudian juga sempat bergabung dengan Persema Malang, Persib Bandung, dan Barito Putera. Abanda memiliki tinggi badan sampai 1,92 meter.

Bio Paulin

Selanjutnya ada bek asal Kamerun, Bio Paulin. Bio punya pengalaman merumput di Indonesia bersama beberapa tim seperti Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan Persipura Jayapura. Menurut Transfermarkt, Bio memiliki tinggi badan menjulang 1,87 meter.
Bio adalah bek asing yang mengikuti program naturalisasi. Dengan keunggulan tubuh tinggi besar, Bio beberapa kali dipanggil ke Timnas Indonesia sejak dinaturalisasi pada 2015.
Bio menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Persipura. Selama sekitar 10 tahun membela Persipura sejak 2007, Bio sudah merengkuh 3 gelar Liga Indonesia: 2008/09, 2010/11, dan 2013.

Baca Juga : Duel Liga Indonesia Lawan Tim Elite Eropa

Precious Emuejeraye

Precious Emuejeraye adalah bek tengah berkebangsaan Singapura. Per Transfermarkt, ia punya tinggi badan menjulang 1,88 meter.
Bek 38 tahun ini pernah bermain untuk beberapa tim Indonesia sejak 2009, seperti Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Persiba Balikpapan, dan Persidafon Dafonsoro. Pada 2016, ia memilih pulang kampung ke Singapura dengan bergabung Lion City Sailors FC (saat itu bernama Home United).

Victor Igbonefo

Victor Igbonefo juga merupakan bek asing yang mengikuti program naturalisasi. Ia juga diikutsertakan dalam beberapa laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Menurut statistik Transfermarkt, bek yang pernah berseragam Arema, Persipura, Pelita Bandung Raya, dan kini Persib Bandung itu punya tinggi badan 1,83 meter.

 

Willian Pacheco

Tak seperti nama-nama sebelumnya, Willian Pacheco tergolong sosok baru di sepak bola Indonesia. Ia didatangkan Persija Jakarta pada tahun 2017.
Setelah membela Persija, bek bertinggi badan 1,96 meter ini bergabung tim Malaysia, Selangor FC. Ia kemudian kembali ke Indonesia saat direkrut Bali United pada 2019.

Duel Liga Indonesia Lawan Tim Elite Eropa

Duel Liga Indonesia Lawan Tim Elite Eropa – Saat ini dunia bola sudah semakin meningkat. Bukan hanya tim luar negeri saja loh. Indonesia juga memiliki banyak sekali keunggulan dalam pertandingan-pertandingan bola yang ada. Tak jarang juga klub-klub tersebut memilih melawan klub dari Indonesia. Berikut ini kami akan sajikan laga-laga tim eropa melawan klub Liga Indonesia. Silakan disimak.

Duel Liga Indonesia Lawan Tim Elite Eropa

Persebaya vs Queens Park Rangers 2012
QPR menjadi salah satu tim yang pernah bermain melawan klub Indonesia yakni Persebaya. Kala itu, QPR yang berstatus tim Liga Inggris datang dengan nama-nama beken semisal Park Ji Sung, Shaun Wright-Philips, hingga Bobby Zamora.

Kendati membawa pemain bintang tak membuat QPR mudah untuk mengalahkan Bajul Ijo. Malah, Persebaya yang unggul duluan via Fernando Soler.
QPR bisa membalasnya via penalti Adel Taarabt dan Bobby Zamora. Laga yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo itu dimenangi QPR dengan skor 2-1.
Persib vs Ajax Amsterdam 2014
Laga ini digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Persib yang masih diisi oleh Konate Makan, Djibril Coulibaly, hingga Ferdinand Sinaga mampu mengimbangi permainan wakil Belanda itu.
Anak-anak asuh Frank De Boer unggul duluan lewat Stefani Denswil. Persib bisa membalas lewat gol yang dibuat oleh Konate Makan.

Persija vs Ajax Amsterdam 2014
Selain Persib, Persija juga pernah berhadapan dengan Ajax Amsterdam asuhan Frank De Boer. Kala itu, laga digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dimenangi oleh Ajax dengan skor 0-3.
Gol-gol Ajax di laga tersebut dibuat oleh Lucas Andersen, Mikel van der Hoorn, dan Lerin Duarte.

Baca Juga : Daftar Pemain Lokal yang Pernah Jadi Top Liga Indonesia

Niac Mitra vs Arsenal 1983
Jauh sebelum QPR, ada juga Arsenal yang berkunjung ke Surabaya untuk beruji tanding melawan Niac Mitra. Arsenal yang kala itu dilatih Terry Neil bahkan harus menyerah dari Niac Mitra pada laga yang digelar di Stadion Gelora 10 November itu.

Adalah Djoko Malis dan Fandi Ahmad yang mampu membuat gol kemenangan Niac Mitra pada pertandingan tersebut. Momen yang selalu dikenang oleh publik Surabaya.

Persib vs AC Milan 1994
Selain Ajax, AC Milan juga pernah menjadi lawan bagi Persib Bandung. Milan yang waktu itu dilatih Fabio Capello datang ke Bandung di tahun 1994.
Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Persib menelan kekalahan telak dengan skor 0-8. Paulo Baldieri menjadi bintang dengan kemasan tiga gol. Gol-gol Milan lainnya dibuat oleh Dejan Savicevic 2 gol, Gianluigi Lentini, Christian Antigori, dan Stefano Desideri masing-masing satu gol.

Daftar Pemain Lokal yang Pernah Jadi Top Liga Indonesia

Daftar Pemain Lokal yang Pernah Jadi Top Liga Indonesia – Menjadi seorang pemain top dalam liga Indonesia bukanlah hal yang mudah. Untuk mendapat gelar tersebut membutuhkan keseriusan dalam bermain satu tim. Berikut ini adalah pemain lokal yang sukses menjadi pencetak gol terbanyak di liga Indonesia

1. Peri Sandria

Peri Sandria merebut gelar top skor kompetisi Liga Indonesia 1994/1995 atau musim perdana. Kala itu, penyerang kelahiran Binjai ini sukses menyaringkan 34 gol. Rekor gol tersebut sempat bertahan lama sebelum dipecahkan oleh Sylvano Comvalius pada Liga 1 2017.

Sayangnya, saat menjadi top skor, ia gagal membawa timnya, Bandung Raya, juara liga. Namun, kegagalan tersebut langsung ditebus pada musim berikutnya. Di musim itu, giliran rekannya di Bandung Raya, Dejan Gluscevic, yang meraih gelar top skor dengan catatan 30 gol.

2. Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas memulai karier profesional di Persija Jakarta pada tahun 1999. Hebatnya, Bepe, sapaan akrabnya, langsung meraih gelar top skor Liga Indonesia musim 1999/2000 dengan torehan 24 gol. Musim berikutnya, giliran The Jak yang dibawanya juara liga.

Tidak hanya di dalam negeri, Bepe juga sempat meraih kesuksesan kala bermain di Malaysia. Ketika membela Selangor FA, ia pernah menjadi top skor Malaysia Premier League 2005. Di tahun yang sama, Bepe meraih trofi Malaysia Premier League dan Malaysia FA Cup.

Baca Juga :Cyrus Margono Dikontrak Panathinaikos

3. Ilham Jaya Kesuma

Penyerang kelahiran Palembang ini dua kali mencicipi gelar pencetak gol terbanyak Liga Indonesia. Pertama pada tahun 2002 dengan torehan 24 gol dan yang kedua pada tahun 2004 dengan raihan 22 gol. Semua dilakukan Ilham Jaya Kesuma saat membela Persita Tangerang.

Pada awal dekade 2000-an, Ilham memang termasuk salah satu penyerang lokal yang berbahaya. Bahkan, ia pernah membuat 6 gol dalam satu pertandingan kala Persita membantai Persikab Bandung 10-1 pada April 2002, dan masih menjadi rekor hingga detik ini.

4. Boaz Solossa

Boaz Solossa bisa dikatakan sebagai salah satu penyerang terbaik yang sempat dimiliki Indonesia. Buktinya, pemain kelahiran Sorong ini tiga kali mencicipi gelar top skor liga, yakni pada musim 2008/2009, musim 2010/2011, dan tahun 2013, semuanya dengan Persipura Jayapura.

Tidak hanya secara individu, Boaz juga sukses secara tim. Persipura dibawanya juara Liga Indonesia 2005. Saat kompetisi berganti nama Indonesia Super League, ia tiga kali mengantarkan tim Mutiara Hitam menjadi kampiun. Saat ini, Boaz bergabung dengan Borneo FC.

Performa Bayern Tak Puaskan Flick

Performa Bayern Tak Puaskan Flick

Performa Bayern Tak Puaskan Flick – Meski dengan kemenangan dalam meraih piala super jerman, terdengar kabar bahwa pelatih Bayern Munich, Hansi Flick tidak puas dengan performa yang ditjunjukkan oleh para pemainnya.

Pasalnya, Die Roten membuang keunggulan dua gol mereka.

Bayern baru saja memastikan merebut gelar Piala bet88 Super. Mereka mengangkat gelar tersebut usai mengalahkan Dortmund 3-2 di Allianz Arena, Kamis (1/10/2020) dini hari WIB.

Ini merupakan gelar kelima yang diraih Bayern sejak dilatih oleh Hansi Flick pada pertengahan musim lalu. Pelatih 55 tahun ini sebelumnya mengantarkan Die Roten merebut gelar Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions dan Piala Super Eropa.

Namun, gelar Piala sbobet88 Super Jerman ini tak datang dengan mudah ke lemari trofi Bayern. Ini terjadi karena Dortmund memberi perlawanan sengit sepanjang 90 menit.

Dortmund mampu bangkit setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu dari Bayern. Dua gol Die Bavaria yang dikemas oleh Corentin Tolisso dan Thomas Mueller dibalas Dortmund lewat Julian Brandt dan Erling Haaland.

Saat kedudukan imbang 2-2, angin sempat berada di pihak Dortmund dengan mereka mengambil alih serangan. Untungnya, Joshua Kimmich muncul sebagai pahlawan kemenangan Bayern lewat golnya.

Flick memuji mentalitas Kimmich yang mampu menjadi pembeda di laga ini. Meski demikian, ia mengaku tak puas dengan penampilan timnya secara keseluruhan. Pasalnya, Bayern telah membiarkan keunggulan dua gol mereka menguap begitu saja.

“Kami unggul dua, dan pantas meraihnya. Namun kemudian, kami mempersulit diri sendiri dalam hal koordinasi dan posisi pemain. Kami harus perbaiki itu,” ujar Flick dikutip dari situs resmi Bayern.

“Mentalitas Joshua Kimmich sangat istimewa, dia memiliki kualitas yang luar biasa. Jadi dia berada di jalur yang baik untuk menjadi salah satu pemain di klub ini. salut untuknya! “

Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia Dan Sport Science

ligaindonesia.asia Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Timnas Indonesia Dan Sport Science

Timnas Indonesia U-19 fokus menjalani pemusatan latihan di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand. Memasuki hari ketiga, Kamis (23/1/2020), tim pelatih memanfaatkan teknologi sport science berupa alat GPS Sport Vest di dada setiap pemain.”Dalam pemusatan latihan ini kami menerapkan program untuk meningkatkan daya tahan fisik pemain, seperti yang saya katakan di awal saya menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia, saya akan fokus di situ. Saya juga mendatangkan tim fisik dari Korea Selatan,” ujar manajer pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong dinukil dari laman PSSI”Kami juga mengadakan tes fisik untuk pemain. Hasilnya memuaskan. Akan terus ditingkatkan sepanjang pemusatan latihan di sini. Penggunaan GPS untuk tes fisik juga digunakan,” tutur Shin Tae-yong.

Penggunaan alat GPS Sport Vest itu merupakan hasil kerja sama Australian Institute of Sport (AIS) dan Cooperative Research Centres (CRC). Awalnya, teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan performa atlet Australia.GPS Sport Vest pertama kali diperkenalkan di Melboune, Australia pada 2006. Alat ini berbentuk kotak yang diletakkan pada bagian belakang GPS Sport Vest.Alat ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan pemain, jarak tempuh berlari, dan kecepatan. Data-data tersebut nantinya dikirim ke aplikasi yang terhubung di smartphone.Di bawah kendali Shin Tae-yong, Timnas Indonesia U-19 akan mengoptimalkan teknologi yang berkembang di sepak bola, untuk menunjang latihan.

Baca Juga :Shin Taeyong Dan Kualitasnya Sebagai Manager

Penggunaan GPS Sport Vest
GPS Sport Vest berguna untuk mengukur kemampuan seorang pemain dalam mengikuti sesi latihan. Alat ini bisa meningkatkan performa seorang pemain, meminimalkan cedera, dan mendukung proses pemulihan cedera.Biasanya, dalam satu tim tak semua pemain menggunakan alat tersebut. Namun, karena ini pemusatan latihan pertama untuk semua pemain hasil seleksi, maka tim pelatih Timnas Indonesia U-19 memasangnya di semua pemain.Staf pelatih juga memiliki tenaga yang lengkap, mulai pelatih fisik, dokter, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan bagian peneliti.Tujuannya adalah secara bersama mewujudkan program latihan, atau sebuah materi, untuk membentuk skuat yang fit, bugar, dan bebas cedera dalam menghadapi pertandingan.Selain penjelasan di atas, latihan lain juga diberikan oleh Shin Tae-yong beserta jajaran pelatih lainnya. Latihan dasar, seperti passing dan juga latihan bebas selama kurang lebih 10 menit.

 

Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Greg Nwokolo Jalani Kartu Merah Terberat

Madura United menyayangkan hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Greg Nwokolo. Kapten Madura United itu mendapat hukuman larangan bertanding sebanyak empat laga.

Hukuman itu merupakan hasil sidang Komdis PSSI, Jumat (6/12/2019), yang dirilis pada 9 Desember 2019.Disebutkan bahwa Greg melakukan pelanggaran dalam pertandingan Madura United kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin (2/12/2019).Dalam laga itu, Greg mendapat kartu merah dari wasit Mustofa Umarella. Penyebabnya, pemain naturalisasi asal Nigeria itu dianggap menanduk kepala wasit dalam laga bertajuk Derbi Suramadu itu.”Saya mendapat dua kesaksian yang berbeda soal insiden itu. Wasit mengatakan ditanduk, sedangkan Greg menyebutkan tertanduk. Itu dua hal berbeda. Seharusnya diklarifikasi dulu,” kata Rasiman, pelatih Madura United, kepada Bola.com, Rabu (11/12/2019).

“Yang saya sayangkan, tidak ada proses sidang yang melibatkan kedua pihak. Tiba-tiba PSSI langsung menjatuhkan hukuman. Mau berapapun jumlah laganya, tetap harus adil dalam membuat putusan seperti ini,” imbuhnya.Akibat sanksi ini, Greg terpaksa mengakhiri musim di Shopee Liga 1 2019 lebih cepat. Sebab, kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini hanya menyisakan tiga pertandingan laga. Greg bahkan harus absen sekali di pekan pertama Liga 1 2020.

Baca Juga : Aryn Williams Grogi Menjelang Pertandingan Besar

Ini merupakan sanksi terberat yang harus didapat Greg, meski tidak ada yang terluka dalam insiden yang dilakukannya. Hukuman kartu merah saja dalam pertandingan ini sudah membuat Madura United kalah 2-3 dari Persebaya.Padahal, Greg merupakan figur pemimpin yang berperan penting untuk Laskar Sape Kerrab. Absennya Greg diprediksi mengganggu upaya Madura United mempertahankan posisi di papan atas.”Greg pilar penting di tim ini. Tentu akan ada sedikit pengaruh saat dia tidak ada di lapangan. Sekarang, kami harus terbiasa bermain tanpa dia,” ucap Rasiman.Selama musim ini, Greg tercatat sudah absen 10 kali dari 31 pertandingan Madura United di Liga 1. Alasannya beragam, mulai mengalami cedera hingga harus membela Timnas Indonesia.

Rafli Dan Firza Absen Sea Games

Rafli Dan Firza Absen Sea Games

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Rafli Dan Firza Absen Sea Games. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Rafli Dan Firza Absen Sea Games.

Muhammad Rafli dan Firza Andika berpotensi absen saat Indonesia berhadapan dengan Vietnam. Keduanya belum pulih total dari cedera pergelangan kaki.

Rafli dan Firza mengalami cedera di pergelangan kaki kiri saat melawan Singapura pada 28 November lalu. Rafli ditarik keluar pada babak pertama dan Firza diganti di babak kedua.Keduanya berlatih terpisah dari tim pada latihan di Rizal Memorial Stadium, Sabtu (30/11/2019) malam, jelang matchday tiga Grup B SEA Games 2019 Filipina. Kaki mereka bahkan masih harus dikompres dengan es batu.

Baca Juga :Persebaya Dapat GBT

“Sama-sama mengalami cedera pergelangan di kaki kiri. Kondisi 70 persen tidak bisa bermain,” kata dokter timnas, Syarif Alwi.
“Besok mereka tidak bisa bermain. Mudah-mudahan dua-tiga hari ke depan mereka pulih. Mungkin lawan Brunei sudah bisa,” sambungnya.

Meski kondisi masih meragukan tampil. Pelatih Indra Syafri menyebut bahwa Rafli dan Firza bakal tetap masuk daftar skuat.

“Secara medis dia sih siap, tapi hari ini memang tidak ikut latihan. Besok 20 pemain ini bakal kami pilih yang terbaik,” Indra menegaskan.

Persebaya Dapat GBT

Persebaya Dapat GBT

ligaindonesia.asia Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Persebaya Dapat GBT. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Persebaya Dapat GBT.

Persebaya Surabaya mendapatkan lampu hijau untuk kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Itu disampaikan langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

Persebaya terpaksa menggelar dua pertandingan kandang di Liga 1 2019, menjamu PSM Makassar pada 14 November dan Semen Padang pada 28 November di luar Surabaya. Dua laga itu dilangsungkan di Stadion Batakan, Balikpapan.

Tim besutan Aji Santoso itu tak mendapat izin dari kepolisian setelah rusuh suporter di laga dengan PSS Sleman pada 29 Oktober. Selain itu, Stadion GBT harus direnovasi karena sejumlah fasilitas rusak.

Kini, Persebaya berpeluang untuk pulang ke kandang sendiri. Persebaya ditunggu dua laga home setelah bertandang ke markas Madura United, menjamu Bhayangkara FC pada 8 Desember dan Arema FC pada 12 Desember.

Sandi memberikan sinyal untuk mengizinkan laga kandang Persebaya di GBT lagi. Dia sedang meninjau kesiapan venue GBT hingga Persebaya untuk kembali main di GBT.”Nanti kita evaluasi untuk pertandingan berikutnya, mudah-mudahan ada lampu hijau,” kata Sandi ditemui usai penanaman pohon di GBT Surabaya, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga :Bali United Juara Penuh Musim

Sandi juga mengajukan syarat kepada Bonek dan manajemen Persebaya andai surat izin dikeluarkan. Bonek dan manajemen harsu berkomitmen untuk tak mengulangi kerusuhan yang menimbulkan kerugian rusaknya beberapa fasilitas stadion GBT.

“Kita menginginkan bahwa bukan masalah sanksi atau pun tidak boleh bermain di sini. Tetapi yang perlu kita tunjukan adalah perubahan dari masyarakat Surabaya, terutama Bonek-Bonita serta perubahan manajemen Persebaya agar bisa semakin baik lagi dan mempunyai kesadaran tinggi untuk bisa menjaga Kota Surabaya bersama-sama,” Sandi menambahkan.

Merujuk laga yang sudah-sudah, Sandi menyadari laga Persebaya dan Arema berpotensi rusuh lagi. Dia menegaskan tak membedakan izin laga Persebaya dan Bhayangkara atau Persebaya dengan Arema.

“Peluang itu pasti ada, tapi yang jelas kita akan melihat perkembangannya nanti seperti apa,” kata dia.

Sandi mengingatkan pertandingan Persebaya nanti juga menerapkan sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI, yakni digelar tanpa penonton.

Di kesempatan yang sama, Sandi mengimbau masyarakat Surabaya, khususnya Bonek dan Bonita untuk terus berbenah agar sanksi ini tak lagi diberikan pada Persebaya.

“Kita bisa beri izin, asal memastikan bahwa GBT ini bukan hanya miliknya Bonek Bonita ataupun Persebaya saja tapi gbt ini punya masyarakat Surabaya. Kita juga punya tanggungjawab bersama menjaga stadion GBT, terutama jelang Piala Dunia U-20 nanti,” Sandi menambahkan.

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2021

Ligaindonesia.asia – Tiket ke Piala Dunia U-20 2021 telah digengam oleh Indonesia, menyusul keberhasilan dari PSSI memenangkan bidding tuan rumah event tersebut. Tim yang akan mewakili Indonesia nanti kemungkinan besar adalah generasi Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan yang saat ini memperkuat Timnas Indonesia U-19.

Terkait kemungkinan hal itu, pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini buka suara. Siapapun arsiteknya nanti, juru racik asal Aceh ini tetap berharap ada perbaikan dari PSSI, khususnya untuk kompetisi kelompok umur.

“Perbaiki saja kompetisi usia muda kita. Mereka selesai dari Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 ini kembalikan mereka ke klub lagi biar mereka besar di klub, biar mereka besar di kompetisi. Hanya kompetisi saja yang bisa membesarkan pemain itu, tidak ada jalan lain,” ujar Fakhri di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/10).

“Jadi mereka ini harus aktif di kompetisi. Nah mereka kan bermain rata-rata di Elit Pro U-18 dan U-20 ya, tinggal bagaimana PSSI nanti menyusun, mengelola kompetisi itu sehingga bisa melahirkan banyak lagi pemain-pemain, bisa saja seleksi-seleksi berikutnya karena Indonesia ini terlalu luas ya, dari Aceh sampai Papua,” katanya menambahkan.

Baca Juga : Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Semua Pemain Berpeluang Tampil di Piala Dunia U-20
Lanjut Fakhri, peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021 nanti tidak hanya untuk skuatnya. Pemain-pemain lain juga punya kesempatan yang sama mengingat penyelenggaraan event tersebut masih lama.

“Saya yakin mungkin masih ada lagi beberapa pemain-pemain hebat yang belum terpantau oleh kami kemarin. Tapi peluang ini, peluang kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bukan cuma oleh pemain-pemain yang sekarang ini saja, pemain-pemain lain pun masih punya peluang untuk bisa ikut bergabung dengan timnas sepanjang itu memang mereka memenuhi syarat,” tuturnya.

“Kemudian pelatih-pelatih juga. Pelatih-pelatih usia muda juga punya peluang untuk merekomendasikan pemain-pemain terbaik. Tentu rekomendasi yang bisa dipertanggung jawabkanlah,” imbuh Fakhri.

Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Semen Padang Mengaku Sulit Lepas dari Tekanan Arema FC

Ligaindonesia.asia – Muhammad Rifqi angkat bicara soal kekalahan timnya pada laga lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019. Pemain belakang Semen Padang ini menyebut bahwa timnya kesulitan lepas dari tekanan Arema FC.

“Pertandingan ini sulit bagi kami,” kara Rifqi.

“Sepanjang 90 menit, kami ditekan oleh Arema. Kami gagal mencetak banyak peluang. Kami sempat main bagus sepanjang 75 menit. Namun, kami selalu diserang. Ini membuat kami buruk kala menyerang balik,” sambungnya.

Semen Padang, sebelumnya, harus menelan kekalahan kala menantang Arema pada laga pekan ke-25 Shopee Liga 1 musim 2019. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (28/10), Kabau Sirah -julukan Semen Padang- kalah dengan skor 0-1. Gol semata wayang pada laga, yang juga disiarkan langsung Indosiar, tersebut dicetak Makan Konate melalui titik penalti.

Dengan kekalahan ini, Semen Padang masih belum bergeser dari dasar klasemen. Mereka mengoleksi 22 angka dari 25 laga.

Sementara, kemenangan ini, membawa Arema naik dua peringkat. Saat ini, mereka berada di posisi kelima, dengan raihan 38 poin dari 24 pertandingan. Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga : Alasan Madura United Bisa Jadi Penghalang Bali United

Sempat Optimistis
Sementara itu, Rifqi mengaku timnya sempat mengapungkan optimisme jelang laga kontra Arema. Mereka bahkan optimistis bisa meraih poin penuh pada laga kontra Arema.

“Melawan tim seperti Arema, kami harus menargetkan menang. Jika hanya berharap imbang, kami pasti kalah,” tutur Rifqi.

Namun, hal ini sempat meleset dilakukan para penggawa Semen Padang pada pertandingan. Mereka, menurut eks penggawa Barito Putera ini, sempat bermain terlalu bertahan, dengan menumpuk banyak orang di belakang.

“Padahal, sebelumnya kami nothing to lose,” katanya.

“Kami sebetulnya juga bermain bagus. Namun, masalahnya, kami terlalu banyak diserang,” ia menandaskan.