Susah Peroleh Menit Bermain, Bek Kiri Tersebut Mengaku J2 League di Atas Liga 1

Susah Peroleh Menit Bermain, Bek Kiri Tersebut Mengaku J2 League di Atas Liga 1 Pemain Tokyo Verdy yakni Pratama Arhan mengakui akan kualitas J2 League atau kompetisi kasta kedua Liga Jepang jauh di atas Liga 1 Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu faktor dirinya sulit memperoleh menit bermain.

Sejak bergabung dengan Tokyo Verdy, Arhan sendiri memang minim akan peluang bermain. Tercatat, mantan PSIS Semarang tersebut baru saja tampil satu kali di J2 League.

“Menurut saya sendiri J2 League di atas Indonesia, jauh lebih baik. Detail serta tertata.” kata Pratama Arhan dalam sambungan virtual zoom.

“Apalagi J1 League, itu kualitas sangat-sangat bagus. Tempo tinggi dan permainan cepat,” sambung bek sayap Timnas Indonesia itu.

Tapi, Arhan tak ingin menyerah begitu saja. Ia juga rela menambah akan porsi latihan sendiri demi dapat bersaing di Liga Jepang.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Mencoba Kekuatan Tim Norwegia Malam Ini

“Saya harus memperbaiki semua hal, berpikir lebih cepat lagi. Dapat menjalani instruksi pelatih dengan tempo cepat,” ungkap pemain 20 tahun tersebut.

“Saya sering latihan tambahan sendiri, passing, shooting, sampai latihan tendangan bebas,” tambah lelaki yang berasal dari Blora, Jawa Tengah.

Pratama Arhan sendiri sudah satu tahun membela Tokyo Verdy. Ia diikat kontrak selama dua tahun bersama Tokyo Verdy.

Sementara di timnas Indonesia, Pratama Arhan merupakan pemain andalan Shin Tae-yong. Tapi ternyata itu belum cukup meyakinkan pelatih Tokyo Verdy untuk memberikan menit bermain lebih banyak.

Pratama Arhan Masi Merasa Kesepian Walau Telah Terbiasa dengan Lingkungan DiJepang

Pratama Arhan Masi Merasa Kesepian Walau Telah Terbiasa dengan Lingkungan DiJepang Bintang Timnas Indonesia yakni si Pratama Arhan mengatakan mulai terbiasa serta beradaptasi dengan sepak bola Jepang. Tapi, mantan bek kiri PSIS Semarang tersebut mengaku masih merasa kesepian di Negeri Matahari Terbit.

Hal tersebut disebabkan keterbatasan bahasa yang dimiliki oleh Pratama Arhan. Oleh sebab itu, ia kerap sering sendiri daripada bergaul dengan beberapa rekannya setimnya di Tokyo Verdy.

“Hal yang tidak sesuai kadang nggak ada teman juga, kan sendiri. Saya di sini masih belajar sedikit-dikit, jarang keluar. Pernah sama teman-teman namun terkendala bahasa juga. Untuk saya tapi tak masalah,” ucap Arhan ketika konferensi pers via Zoom, Rabu (9/11/2022) lalu.

Mengenai masalah adaptasi lingkungan di Jepang, Arhan mengatakan semakin lancar. Ia mengaku banyak dibantu oleh beberapa beberapa rekan lainnya selama setahun di Jepang.

“Sudah terbiasa dengan lingkungan Jepang, sudah cukup banyaklah belajar. Sekarang sih telah stabil untuk adaptasi di sini. Hal yang saya suka, orang-orangnya amat ramah, teman-teman juga ramah, lingkungannya baik,” jelas Arhan.

Baca Juga: Baggott Buat Harum Nama Indonesia di Liga Inggris

“Di sini rapih serta tertata juga. Kalau perkembangan saya di sini cukup bagus, mendapat pengalaman yang baik, kualitas passing bagus, possession. Saya mulai bisa membaca prediksi operan ke mana, harus pikir cepat juga.”

Sayangnya, Pratama Arhan kurang dalam hal menit bermain. Sejak bergabung dengan Tokyo Verdy, ia hanya bermain selama 45 menit di J2 League, pertandingan kasta kedua Liga Jepang.

Pada pertandingan tersebut, pelatih Hiroshi Jofuku memasukkan nama Arhan dalam daftar starting eleven sebagai winger kanan, sebagai ganti di posisi aslinya sebagai bek kiri.

Pratama Arhan cuma tampil selama satu sesi sebelum digantikan oleh Mizuki Arai selepas jeda. Sayangnya, debut Arhan kurang bagus di mana dirinya jadi pemain pertama Tokyo Verdy yang mendapat kartu kuning pada menit ke-29.

Cuma Tampil Sekali di Musim Pertama, Pratama Siap Rebut Tempat Utama Musim Depan

Cuma Tampil Sekali di Musim Pertama, Pratama Siap Rebut Tempat Utama Musim Depan Bek kiri timnas Indonesia yakni Pratama Arhan siap untuk merebut tempat utama pada musim depan bersama dengan Tokyo Verdy di Liga Jepang.

Pratama Arhan sendiri mengawali petualangannya di negeri sakura dengan kurang mulus.

Masalahnya, Pratama Arhan tak mendapatkan cukup banyak peluang untuk tampil di J2 League atau kasta kedua Liga Jepang bersama Tokyo Verdy.

Bersama tim yang berasal dari  kota Tokyo tersebut, ia cuma memperoleh peluang sekali dalam semusim.

Bahkan, peluang  tersebut cuma datang dalam 45 menit pertandingan melawan Tochigi SC.

Tak cuma itu, bek kelahiran Blora ini juga tidak dimainkan di posisi aslinya sebagai bek kiri.

Pada pertandingan melawan Tochigi SC itu, ia dimainkan sebagai penyerang kanan dalam formasi 4-3-3.

Penampilannya tersebut jadi yang pertama dan terakhir pada musim ini.

Tentu, Pratama Arhan juga mengakui bahwa level Liga Jepang jauh lebih tinggi dari Liga Indonesia.

Pratama Arhan mengakui bahwa musim lalu jadi musim pembelajaran bagi dirinya.

Menurutnya, ia sudah cukup untuk belajar dari musim lalu.

Baca Juga:Wonderkid yang Berkesempatan Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

“Saya bersyukur dapat kesempatan untuk tampil walau baru satu pertandingan karena liga Jepang salah satu yang terbagus di Asia,” ujar Pratama Arhan.

“Syukur mendapat pengalaman, dapat belajar lebih banyak.”

Menurutnya, ia sudah cukup untuk belajar dari musim lalu.

Pratama Arhan siap untuk bekerja keras untuk tampil lebih banyak untuk musim berikutnya.

“Tujuan saya ke depan ingin lebih main lebih banyak dan saya bekerja keras untuk itu,” ujar Pratama Arhan.”Saya amat siap untuk musim depan sebab saya sudah satu tahun, jadi lebih paham permainan di sini,” lanjutnya.

Dirinya juga mengisyaratkan bahwa ia siap dipinjamkan ke tim lainnya untuk menambah menit bermain.

“Misalkan kalau dipinjamkan juga sangat siap sebab dapat menit bermain lebih banyak, nambah pengalaman, belajar, dan bisa meningkatkan kemampuan,” ujar Pratama Arhan.

“Masalah kontrak, ini hal pribadi dan tunggu kabar selanjutnya saja,” tutupnya.