Thomas Doll Sudah Memiliki Sosok Incaran Untuk Dibawa Ke Persija Jakarta

Thomas Doll Sudah Memiliki Sosok Incaran Untuk Dibawa Ke Persija Jakarta Pelatih Persija Jakarta yakni Thomas Doll mengatakan bahwa dirinya sudah mengantongi sejumlah nama yang ingin dibawanya ke tim ibu kota itu pada bursa pemindahan pertengahan musim Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.

Sesuai rencana yang sudah disusun PT LIB dan PSSI, bursa pemindahan kompetisi musim ini akan mulai dibuka pada bulan Januari 2023 nanti.

“Tentu kami memiliki beberapa nama dalam daftar. Tapi kami masih melihat mana yang mungkin, mana yang tidak mungkin untuk didatangkan. Jadi kini kami belum dapat menyampaikan apa-apa perihal itu,” ucap Thomas Doll.

Baca Juga: Alasan Aziz Memilih Timnas Spanyol Sebagai Tim Jagoannya

Berdasarkan pengalamannya menukangi beberapa klub di Eropa, pelatih yang berasal dari Jerman tersebut menilai bahwa proses perekrutan pemain pada bursa pemindahan tengah musim selalu jadi hal sulit. Pasalnya, para pemain yang tampil baik di paruh musim pertama tidak akan dengan mudah dilepas oleh klubnya.

“Yang tersedia mungkin pemain yang kini tak bahagia sebab jarang bermain atau memang berencana meninggalkan klubnya,” terang Thomas Doll.

Resky Peroleh Buah Manis Dari Proses Peminjamannya

Resky Peroleh Buah Manis Dari Proses Peminjamannya  – Sukses masuk kedalam daftar pemain Persija Jakarta yang didaftarkan untuk putaran kedua Liga 1 Indonesia musim tahun 2019, Resky Fandi sendiri harus menemui jalan curam guna memperoleh menit bermain di tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Kesulitannya untuk menembus tim inti tersebut yang kemudian membuatnya harus menerima fakta bahwa dirinya dipinjamkan ke klub Liga 2, Dewa United FC pada musim 2021/2022.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Dijadikan Motivasi Tambahan Oleh Saimina

Bersama tim kasta kedua itu dia kemudian mencatatkan sebanyak 14 penampilan dan berhasil mengantarkan Dewa United FC memeluk satu tiket promosi ke Liga 1 musim 2022/2023.

“Kalau saya ambil segi positifnya saja. Sebelum dipinjamkan, Pak Ferry Paulus bilang kebijakan tersebut demi masa depan saya. Kamu bukan anak muda lagi. Kamu sendiri harus berjuang demi nama mu yang jauh lebih baik lagi. Saya pikir secara positif betul juga. Kalau tak main-main akan sulit ke depannya,” kata Resky Fandi.

Piala Dunia 2022 Dijadikan Motivasi Tambahan Oleh Saimina

Piala Dunia 2022 Dijadikan Motivasi Tambahan Oleh Saimina Gelandang Bali United yakni Sidik Saimima menjadikan gelaran Piala Dunia 2022 Qatar yang telah berlangsung sebagai motivasi tambahan untuk dapat segera sembuh dan kembali ke lapangan.

Gelandang 25 tahun tersebut memang masih dalam tahap pemulihan selepas menjalani operasi sebab cedera yang dialaminya saat memulai latihan persiapan Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.

Sejauh ini, dia sendiri masih terlihat menjalani masa penguatan otot dari ruang kebugaran atau gym bersama tim fisioterapis. Perkiraan satu hingga dua bulan ke depan, pemain yang berasal dari Tulehu tersebut baru akan dapat kembali turun kembali ke lapangan bersama beberapa rekannya.

Baca Juga: Dengan Dua Uji Coba Di Jogjakarta Borneo FC Selesaikan Pemusatan Latihan

“Saya amat  senang dan antuasias menyambut Piala Dunia 2022 Qatar sebab dapat melihat para pemain timnas luar bermain dan menjadi motivasi tersendiri untuk  saya untuk bisa saya terapkan juga di lapangan nantinya,” ucap  Sidik Saimima.

Sementara itu, samapi pelaksanaan Piala Dunia 2022 Qatar dimulai, pertandingan domestik Liga 1 musim 2022/2023 masih belum dilaksanakan selepas dari Tragedi Kanjuruhan awal Oktober lalu.

Susah Peroleh Menit Bermain, Bek Kiri Tersebut Mengaku J2 League di Atas Liga 1

Susah Peroleh Menit Bermain, Bek Kiri Tersebut Mengaku J2 League di Atas Liga 1 Pemain Tokyo Verdy yakni Pratama Arhan mengakui akan kualitas J2 League atau kompetisi kasta kedua Liga Jepang jauh di atas Liga 1 Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu faktor dirinya sulit memperoleh menit bermain.

Sejak bergabung dengan Tokyo Verdy, Arhan sendiri memang minim akan peluang bermain. Tercatat, mantan PSIS Semarang tersebut baru saja tampil satu kali di J2 League.

“Menurut saya sendiri J2 League di atas Indonesia, jauh lebih baik. Detail serta tertata.” kata Pratama Arhan dalam sambungan virtual zoom.

“Apalagi J1 League, itu kualitas sangat-sangat bagus. Tempo tinggi dan permainan cepat,” sambung bek sayap Timnas Indonesia itu.

Tapi, Arhan tak ingin menyerah begitu saja. Ia juga rela menambah akan porsi latihan sendiri demi dapat bersaing di Liga Jepang.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Mencoba Kekuatan Tim Norwegia Malam Ini

“Saya harus memperbaiki semua hal, berpikir lebih cepat lagi. Dapat menjalani instruksi pelatih dengan tempo cepat,” ungkap pemain 20 tahun tersebut.

“Saya sering latihan tambahan sendiri, passing, shooting, sampai latihan tendangan bebas,” tambah lelaki yang berasal dari Blora, Jawa Tengah.

Pratama Arhan sendiri sudah satu tahun membela Tokyo Verdy. Ia diikat kontrak selama dua tahun bersama Tokyo Verdy.

Sementara di timnas Indonesia, Pratama Arhan merupakan pemain andalan Shin Tae-yong. Tapi ternyata itu belum cukup meyakinkan pelatih Tokyo Verdy untuk memberikan menit bermain lebih banyak.

Perubahan Sepak Bola Indonesia Jadi Kepentingan Utama FIFA

Perubahan Sepak Bola Indonesia Jadi Kepentingan Utama FIFA Presiden FIFA yakni Gianni Infantino mengatakan kepentingan pertama FIFA berkantor di Indonesia adalah mereformasi sepak bola Tanah Air.

“Prioritas pertama kami saat hadir di sini dan ketika kami mendirikan kantor FIFA di Indonesia ialah merubah sepak bola di negara ini,” ucap Infantino di Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Joko Widodo  bertemu secara empat mata dengan Infantino selama 30 menit lamanya dan selanjutnya selama 1,5 jam.

Selanjutnya Infantino dan Jokowi berdiskusi dengan Menpora Zainudin Amali dan Menteri BUMN Erick Thohir selama 1,5 jam di Istana Merdeka untuk mendiskusikan perihal  persepakbolaan Indonesia.

Baca Juga: 3 Kelebihan Ivar Si Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia U-20

Kedatangan Infantino ke Indonesia merupakan suatu tindak lanjut untuk suratnya terhadap Presiden Jokowi yang disampaikan melalui Erick Thohir berkenaan dengan rencana besar transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan yang terjadi  pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Negara ini merupakan negara yang mempunyai semangat untuk sepak bola, lebih dari 50 juta atau bahkan dapat saya katakan hampir semua orang Indonesia mencintai sepak bola, dan kita berutang terhadap mereka yang datang ke pertandingan sepak bola supaya mereka bisa aman dan selamat ketika menonton,” tambah Infantino.

Sebab itulah, menurut Infantino, FIFA akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan federasi sepak bola untuk mentransformasi sepak bola Indonesia.

Baca Juga:PSSI Siap Perubahan Total Sepak Bola Indonesia

“Kami setuju untuk bekerja sama sebagai tim, tim pemenang. Kami tentu saja akan fokus terhadap penyusunan stadion, dan juga sikap suporter. Kami juga membuat proyek di sekolah-sekolah untuk melatih sikap suporter, ini merupakan suatu bentuk kerja sama kami,” ungkap Infantino.

Aspek infrastruktur juga disorot oleh Infantino mengingat akan banyaknya korban yang  meninggal dunia sebab Tragedi Kanjuruhan tersebut.

Tragedi Kanjuruhan terjadi selepas  pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 1 Oktober lalu.

Menurut laporan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diserahkan terhadap Presiden Jokowi pada Jumat lalu (14/10), Tragedi Kanjuruhan menimbulkan sedikitnya 133 korban jiwa, 96 korban luka berat, dan 484 lainnya luka sedang serta ringan.

Daftar Tembok di Liga Indonesia

Daftar Tembok di Liga Indonesia – Indonesia memiliki banyak sekali pemain bintang yang dapat memenangkan permainan dalam pertandingan sepakbola. Bukan hanya menghadapi pemain yang bias tapi Liga Indonesia juga pernah di hiasi oleh tembok tinggi besar loh. Banyak tim Liga Indonesia yang mempercayakan posisi bek tengah kepada pemain-pemain bertipikal tinggi besar. Beberapa pemain tersebut bahkan berhasil tampil memukau, sehingga menerima panggilan Timnas Indonesia. Keunggulan postur mereka diharapkan mampu menutup ‘lubang’ timnas di sektor duel udara.
Lantas, siapa saja pemain-pemain itu? Berikut kami sajikan daftar ‘tembok’ tinggi besar yang pernah hiasi Liga Indonesia. Silakan disimak.

Daftar Tembok di Liga Indonesia

Abanda Herman

Pemain pertama dalam daftar ini adalah Abanda Herman. Pemain asal Kamerun itu datang ke Indonesia saat direkrut PSM Makassar pada musim 2004/05.
Sempat membela Persija Jakarta selama 2006-2010, ia kemudian juga sempat bergabung dengan Persema Malang, Persib Bandung, dan Barito Putera. Abanda memiliki tinggi badan sampai 1,92 meter.

Bio Paulin

Selanjutnya ada bek asal Kamerun, Bio Paulin. Bio punya pengalaman merumput di Indonesia bersama beberapa tim seperti Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan Persipura Jayapura. Menurut Transfermarkt, Bio memiliki tinggi badan menjulang 1,87 meter.
Bio adalah bek asing yang mengikuti program naturalisasi. Dengan keunggulan tubuh tinggi besar, Bio beberapa kali dipanggil ke Timnas Indonesia sejak dinaturalisasi pada 2015.
Bio menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Persipura. Selama sekitar 10 tahun membela Persipura sejak 2007, Bio sudah merengkuh 3 gelar Liga Indonesia: 2008/09, 2010/11, dan 2013.

Baca Juga : Duel Liga Indonesia Lawan Tim Elite Eropa

Precious Emuejeraye

Precious Emuejeraye adalah bek tengah berkebangsaan Singapura. Per Transfermarkt, ia punya tinggi badan menjulang 1,88 meter.
Bek 38 tahun ini pernah bermain untuk beberapa tim Indonesia sejak 2009, seperti Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Persiba Balikpapan, dan Persidafon Dafonsoro. Pada 2016, ia memilih pulang kampung ke Singapura dengan bergabung Lion City Sailors FC (saat itu bernama Home United).

Victor Igbonefo

Victor Igbonefo juga merupakan bek asing yang mengikuti program naturalisasi. Ia juga diikutsertakan dalam beberapa laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Menurut statistik Transfermarkt, bek yang pernah berseragam Arema, Persipura, Pelita Bandung Raya, dan kini Persib Bandung itu punya tinggi badan 1,83 meter.

 

Willian Pacheco

Tak seperti nama-nama sebelumnya, Willian Pacheco tergolong sosok baru di sepak bola Indonesia. Ia didatangkan Persija Jakarta pada tahun 2017.
Setelah membela Persija, bek bertinggi badan 1,96 meter ini bergabung tim Malaysia, Selangor FC. Ia kemudian kembali ke Indonesia saat direkrut Bali United pada 2019.

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas

ligaindonesia.asia – Djadjang Nurdjaman Sebut Persebaya Telat Panas, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menilai timnya sering telat panas ketika tampil pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung Indosiar. Pasalnya Green Force selalu tertinggal pada babak pertama.

Menurut juru taktik yang akrab disapa Djanur ini, kondisi tersebut akan menjadi salah satu yang akan dievaluasi menjelang babak delapan besar. Sebab, ia menganggap terlalu berbahaya, jika Persebaya selalu tertinggal lebih dulu.

“Kurang panas, betul kita akui, bahkan selalu ketinggalan, lawan Serui ketinggalan 2-0, lawan Persib ketinggalan 1-0,” ungkap Djanur usai latihan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Selasa (19/03).

“Itu termasuk salah satu yang akan dievaluasi, tidak boleh terlena,” tegas mantan aristek Persib Bandung.

Baca juga : Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Namun, sekalipun selalu tertinggal lebih dulu, Persebaya sebenarnya tetap bisa mengatasi dengan melakukan comeback pada babak kedua. Tapi Djanur, tetap tidak ingin kondisi seperti itu kembali terjadi pada pertandingan selanjutnya.

“Walaupun kita ada kebangkitan, tapi saya pikir terlalu riskan, kalau bisa kita harus siap dari awal,” jelas pelatih asal Majalengka ini.

Salah satu yang akan dilakukan untuk mencegah kebobolan pada babak pertama, Djanur akan membenahi pertahanan. Meskipun ia tidak menampik bakal adanya perubahan komposisi setelah kembalinya beberapa pemain dari timnas.

Kemasukan empat gol dari tiga pertandingan yang membuat Djanur merasa perlu untuk membenahi lini belakang. Terlebih tiga diantaranya terjadi pada babak pertama.

“Walaupun orangnya selalu berbeda, akan datang orang-orang dari timnas, tapi tetap harus kita drill,” tandasnya.

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI

ligaindonesia.asia – Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, PSSI kembali melakukan pergantian pucuk pimpinan. Jika sebelumnya jabatan Pelaksana Tugas [Plt] Ketua Umum PSSI dijabat oleh Joko Driyono, maka kini jabatan tersebut beralih ke tangan Gusti Randa.

Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, menjabat Plt Ketua PSSI menggantikan posisi Edy Rahmayadi. Pergantian itu terjadi pada Februari 2019 lalu dalam forum Kongers PSSI di Bali. Namun, Jokdri kini berstatus non aktif dan digantikan oleh Gusti Randa.

“Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini,” kata Gusti kepada wartawan, Selasa,(19/3/2019).

Gusti menyebut ada dua tugas berat yang akan dia tanggung dalam kapasitas sebagai Plt Ketua PSSI. Dua tersebut yakni menyiapkan kompetisi musim 2019 dan juga menggelar Kongers Luar Biasa [KLB]. Gusti akan melakukan koordinasi dengan Komite Eksekutif guna mematangkan dua agenda tersebut.

Baca juga : Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

“Saya ingin memastikan Liga 1 on the track. Karena waktu sudah dekat. Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum,” ucap Gusti Randa.

Sebelumnya, Gusti Randa juga menjabat sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi di Indonesia. Gusti mengemban jabatan tersebut berdasar pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedua PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 28 Februari 2019.

Sementara itu, Joko Driyono sendiri saat ini terlibat dalam sejumlah kasus hukum. Pria asal Ngawi tersebut menjadi tersangka dalam kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – Inilah Kuda Hitam pada Perempat Final Piala Presiden 2019, Piala Presiden 2019 dihiasi banyak kejutan. Sejumlah klub besar justru tersingkir lebih awal. Tim-tim seperti Persib Bandung, Bali United, Persipura dan PSM Makassar gagal menembus putaran berikutnya.

Piala Presiden kali ini justru melahirkan banyak kuda hitam. Tira Persikabo berhasil menyingkirkan Persib di Grup A. Sensasi Kalteng Putra di Grup C begitu mengejutkan. Tim berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut mengungguli Persipura dan PSM untuk menjadi penguasa grup.

Satu kuda hitam lainnya yang patut diperhitungkan kiprahnya adalah Persela Lamongan. Bersaing dengan tuan rumah Arema FC, Barito Putera, dan Persita Tangerang di Grup E, pasukan Aji Santoso membuat kejutan dengan keluar sebagai jawara grup.

Baca juga : 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

Ketiga klub tersebut akan bersaing dengan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Madura United, dan Arema FC pada babak delapan besar Piala Presiden.

Kiprah mereka, kecuali Persela, akan sangat berat di fase ini. Sebab, Tira Persikabo dan Kalteng Putra tidak kedapatan bagian menjadi tuan rumah.

Kalteng Putra (juara Grup C) gagal masuk ke daftar empat juara grup terbaik yang berhak menjadi tuan rumah di babak delapan besar Piala Presiden. Begitu pula dengan Tira Persikabo, yang hanya menjadi runner up Grup A di bawah Persebaya.

Meski begitu, perjuangan keduanya sepanjang penyisihan grup tetap layak diacungi jempol. Masih menurut Bola.com, inilah kunci Kalteng Putra dan Tira Persikabo yang berhasil keluar dari persaingan keras.

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019

ligaindonesia.asia – 5 Calon Top Skor Piala Presiden 2019, Babak penyisihan Piala Presiden 2019 yang disiarkan secara eksklusif Indosiar sudah usai digelar. Babak delapan besar pun sudah di depan mata. Dan berikut adalah lima calon pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2019.

Persebaya Surabaya, Tira-Persikabo, Bhayangkara FC, Kalteng Putra, Persija Jakarta, Madura United, Persela Lamongan, dan Arema FC menjadi delapan tim yang akan terus berlaga di Piala Presiden 2019 pada 29 dan 31 Maret mendatang.

Dan berikut adalah lima pemain yang memiliki potensi menjadi top skor Piala Presiden 2019 seperti dilansir Bola.com. Simak di bawah ini ya Bolaneters!

Baca juga : Di Piala Presiden 2019 Arema Sebut Persija Sebagai Saingan Terberat

Bruno Matos (Persija Jakarta)
Playmaker asing Persija Jakarta yang satu ini telah membuktikan kualitas yang luar biasa dalam setiap pertandingan yang dijalani oleh Macan Kemayoran di setiap kompetisi. Kehadirannya sebagai mesin gol pun mampu menutupi lubang yang ditinggalkan Marko Simic yang masih berada di Australia untuk urusan hukum.

Bruno Matos pun memperlihatkan performa luar biasa selama membela Persija di Piala Presiden 2019. Dalam tiga pertandingan yang dijalani Persija di fase grup, pemain asal Brasil itu tak pernah absen mencetak gol untuk Macan Kemayoran.

Gol pertama Bruno Matos di Piala Presiden 2019 dicetak saat Persija menang telak 5-0 atas Borneo FC di laga pertama. Pemain asal Brasil itu kembali mencetak satu gol dari dua gol Persija saat bermain imbang 2-2 dengan Madura United di laga kedua.

Persija sempat terbang ke Myanmar untuk menjalani laga Piala AFC 2019, di mana Bruno Matos mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 yang diraih Persija atas Shan United. Kembali dari Myanmar dan langsung menghadapi PSS Sleman di laga terakhir Grup D Piala Presiden 2019, Bruno Matos mencetak dua gol Persija dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Grup D Piala Presiden 2019 itu.

Saat ini, Bruno Matos yang paling berpeluang untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019, mengingat jumlah empat gol yang sudah dicetaknya hingga sejauh ini hanya bisa disamakan oleh pemain Bali United, Melvin Platje, yang sudah tak mungkin menambah lagi pundi-pundi golnya setelah Bali United tersingkir.

Anderson Salles (Bhayangkara FC)
Seperti halnya Bruno Matos di Persija Jakarta, kompatriotnya di Bhayangkara FC, Anderson Salles, juga memperlihatkan performa yang luar biasa bersama The Guardians di turnamen pramusim pertamanya sejak tiba di Indonesia. Seperti rekan senegaranya, Bruno Matos, Anderson Salles juga selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dijalani Bhayangkara FC di Grup B Piala Presiden 2019.

Anderson Salles langsung tampil menggebrak di pertandingan pertama Bhayangkara FC di Piala Presiden 2019. Dalam laga kontra Semen Padang yang berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk Bhayangkara FC, Anderson Salles merupakan pencetak gol pembuka saat laga baru berjalan sembilan menit.

Bek tengah asal Brasil itu pun dipercaya oleh pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera, untuk menjadi eksekutor penalti. Dua gol yang dicetak Anderson Salles di laga kontra Mitra Kukar dan Bali United pun berasal dari titik putih.

Dengan tiga gol yang sudah dicetaknya hingga saat ini, di mana Bhayangkara FC juga tercatat sebagai satu-satunya tim yang lolos dengan catatan sempurna, Anderson Salles masih berpotensi untuk bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2019.

Kerap maju dalam situasi sepak pojok dan tendangan bebas, Anderson Salles punya banyak opsi untuk mencetak gol, termasuk lagi-lagi dari titik putih. Dengan kondisi tersebut, bukan tidak mungkin Anderson bisa melampaui catatan yang dimiliki Bruno Matos.

Osas Saha (Tira Persikabo)
Striker naturalisasi yang kini membela Tira-Persikabo ini telah memperlihatkan ketajamannya dalam dua laga pertama Grup A Piala Presiden 2019. Dengan keberhasilan Tira-Persikabo lolos ke perempat final Piala Presiden 2019, gerbang Osas Saha untuk terus memperlihatkan ketajamannya masih terbuka lebar.

Osas Saha langsung tampil mengejutkan ketika Tira-Persikabo harus menghadapi Persib Bandung dalam laga pembuka Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Dua gol yang dicetaknya membawa Tira-Persikabo menang 2-1 atas tim tuan rumah.

Ketajaman Osas Saha berlanjut di laga kedua, di mana timnya kembali menang atas Perseru Serui. Osas Saha mencetak gol pembuka kemenangan Tira-Persikabo meski pada akhirnya mendapatkan kartu merah dan harus absen di pertandingan terakhir Grup A Piala Presiden 2019.

Namun, laga perempat final Piala Presiden 2019 akan menjadi comeback yang tepat bagi Osas Saha untuk kembali memperlihatkan ketajamannya. Pemain kelahiran Nigeria itu pun bisa menjadi pencetak gol terbanyak seiring perjalanan Tira-Persikabo melaju jauh di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.

Manuchekhr Dzalilov (Persebaya Surabaya)
Manuchekhr Dzalilov sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang gelandang serang yang tajam untuk Persebaya Surabaya di fase grup Piala Presiden 2019. Tiga gol yang dicetaknya untuk Persebaya membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Bajul Ijo di turnamen pramusim tersebut.

Dzalilov sukses menjadi pahlawan Persebaya Surabaya ketika menjalani laga pertama Grup A Piala Presiden 2019 menghadapi Perseru Serui. Dalam keadaan imbang 2-2, pemain asal Tajikistan tersebut sukses mencetak gol penentu kemenangan Persebaya pada menit ke-90.

Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan Persebaya di laga pertama, Dzalilov berhasil mencetak dua gol ketika Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Persib Bandung di laga kedua.

Tiga gol sudah dikemasnya hingga saat ini, dan dengan keberhasilan Persebaya Surabaya lolos ke perempat final, pemain yang musim lalu membela Sriwijaya FC itu masih bisa memperlihatkan ketajaman dan menambah pundi-pundi golnya di Piala Presiden 2019.